Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home News Daerah

Martini: DPRA Bukan Milik Pribadi, Sindiran untuk Ketua DPRA?

TINJAUAN ID by TINJAUAN ID
March 12, 2026
Reading Time: 2 mins read
0
Martini: DPRA Bukan Milik Pribadi, Sindiran untuk Ketua DPRA?

BANDA ACEH — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Fraksi NasDem, Martini, menyampaikan kritik terhadap jalannya lembaga legislatif Aceh dalam rapat paripurna DPRA, Rabu, 11 Maret 2026.

Dalam penyampaiannya di forum resmi tersebut, Martini menegaskan bahwa lembaga dewan tidak boleh dijalankan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

“..Tapi kita lihat di lembaga ini, ada yang merasa lembaga ini milik pribadi…kita tidak ingin lembaga yang bermarwah ini..hanya untuk membela kepentingan kelompok,” tegas Martini.

Pernyataan itu dinilai sebagai sindiran keras untuk kepemimpinan Ketua DPRA, Zulfadhli, yang akrab disapa Abang Samalanga.

“DPR ini adalah perwakilan rakyat, bukan justru lembaga yang membela kepentingan mafia dan bandit-bandit,” lanjut Martini.

Apa yang disampaikan oleh Martini selaku anggota DPRA setidaknya menggambarkan keresahan sejumlah anggota DPRA terhadap kepemimpinan Abang Samalanga, yang jika kita coba tangkap, dianggap hanya memikirkan kepentingan pribadi. Hal ini berdasarkan kebijakan dan pola kepemimpinan yang dijalankan di DPRA.

Tudingan Martini bahwa membela kepentingan mafia dan bandit-bandit juga bisa diartikan sebagai arah kepemimpinan DPRA di bawah kepemimpinan Abang Samalanga hari ini yang tak berpihak kepada rakyat, dan cenderung mementingkan kepentingan pribadi dan kelompok.

Kritik terkait dinamika internal lembaga sebelumnya juga sempat disampaikan oleh anggota DPRA lainnya, Rijaluddin, dalam rapat paripurna sebelumnya mengenai tertutupnya akses anggota DPRA terhadap anggaran APBA yang hanya bisa diakses oleh badan anggaran.

DPRA Tidak Hadir Saat Bencana

Selain menyinggung tata kelola lembaga, Martini juga menyoroti sikap DPRA terhadap penanganan korban bencana di Aceh. Ia menyatakan keprihatinannya karena menurutnya lembaga tersebut belum menunjukkan respons yang memadai terhadap masyarakat yang terdampak bencana.

“Selama banjir ini tidak ada pergerakan dari lembaga DPR. Saya mewakili masyarakat dan seluruh teman-teman DPRA, kami kecewa, tidak ada keberpihakan anggaran untuk korban banjir dan longsor,” kritik Martini.

Menurut Martini, DPRA seharusnya lebih fokus pada kepentingan rakyat, terutama dalam situasi darurat yang membutuhkan perhatian dan dukungan dari para wakil rakyat.

Pernyataan tersebut menjadi sorotan dalam rapat paripurna karena menunjukkan adanya kritik internal di tubuh DPRA terkait fungsi representasi dan keberpihakan kepemimpinan lembaga terhadap kepentingan publik.[]

ShareTweetSendShare

Related Posts

Bagaimana Kasus Penyadapan Presiden yang Diduga Libatkan Listyo Sigit Bisa Terbongkar?
Nasional

Bagaimana Kasus Penyadapan Presiden yang Diduga Libatkan Listyo Sigit Bisa Terbongkar?

November 4, 2026
Mualem Silaturahmi dengan Kapolri, Apresiasi Pemberantasan Narkoba di Aceh
Daerah

Mualem Silaturahmi dengan Kapolri, Apresiasi Pemberantasan Narkoba di Aceh

November 4, 2026
Bukan Sekadar Penyadapan Presiden, Ini Fakta di Balik Kasus yang Menyeret Tiga Jenderal Polisi
Nasional

Bukan Sekadar Penyadapan Presiden, Ini Fakta di Balik Kasus yang Menyeret Tiga Jenderal Polisi

November 4, 2026
Akademisi ISBI Aceh: Penambangan di Hulu Krueng Aceh Ancam Ekologi hingga Kebudayaan
Daerah

Iskandar Tungang: Pemuda Aceh Harus Diberi Kepercayaan Menentukan Masa Depan

November 3, 2026
Maulana Habib, Mahasiswa Ilmu Politik FISIP USK Wakili Aceh di Tingkat Nasional
Daerah

Maulana Habib, Mahasiswa Ilmu Politik FISIP USK Wakili Aceh di Tingkat Nasional

November 2, 2026
MaTA : Pengelolaan Anggaran Pemko Banda Aceh Boros
Daerah

MaTA Ajukan Keberatan ke Kementerian Lingkungan Hidup, Dokumen AMDAL PT LMR Belum Direspons

November 2, 2026
Next Post
Ramadhan Penuh Berkah di Lhoksukon : Keluarga Besar Reza Khosyi Gelar Khatam Al-Qur’an, Sholawat Fatimiyah dan Santuni Anak Yatim

Ramadhan Penuh Berkah di Lhoksukon : Keluarga Besar Reza Khosyi Gelar Khatam Al-Qur’an, Sholawat Fatimiyah dan Santuni Anak Yatim

Pemerintah Aceh Kucurkan Rp205,7 Miliar untuk THR 41.410 ASN

Pemerintah Aceh Kucurkan Rp205,7 Miliar untuk THR 41.410 ASN

Discussion about this post

Recommended Stories

Prabowo: Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi harus Memperbaiki Kehidupan Rakyat

Presiden Prabowo: Ada 121 Kebijakan Transformatif Berhasil Dijalankan dalam 21 Bulan

August 14, 2026
Wabup Aceh Barat Hadiri Pemberian Remisi Bagi Narapidana di Lapas Meulaboh

Wabup Aceh Barat Hadiri Pemberian Remisi Bagi Narapidana di Lapas Meulaboh

August 17, 2025
Wali Nanggroe Aceh Terima Kunjungan MAPIM, Jajaki Kerja Sama Strategis Aceh–Malaysia

Wali Nanggroe Aceh Terima Kunjungan MAPIM, Jajaki Kerja Sama Strategis Aceh–Malaysia

October 11, 2026
  • Dataset
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi@tinjauan.id

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!