Investor dan pendiri Bridgewater Associates, Ray Dalio, menyampaikan peringatan keras mengenai kondisi ekonomi global yang kian memanas. Ia berpadangan bahwa emas tetap menjadi instrumen penyimpan nilai (store of value) paling aman.
DUBAI – Investor dan pendiri Bridgewater Associates, Ray Dalio, menyampaikan peringatan keras mengenai kondisi ekonomi global yang kian memanas.
Dalam wawancara terbaru di World Governments Summit di Dubai pada awal Februari 2026, Dalio menyatakan bahwa dunia saat ini berada di ambang “Perang Modal” (Capital War) akibat meningkatnya ketegangan geopolitik, beban utang yang masif, dan ketidakpastian tatanan moneter global.
Apa Itu Perang Modal?
Dalio menjelaskan bahwa “Perang Modal” terjadi ketika uang dan instrumen keuangan dijadikan senjata dalam konflik antarnegara. Hal ini mencakup pembatasan akses ke pasar modal, pembekuan aset luar negeri, hingga penggunaan kepemilikan utang sebagai alat tekan politik.
“Kita belum sepenuhnya masuk ke dalamnya, tapi kita sudah berada di tepian,” ujar Dalio.
Menurutnya, ketakutan dan rasa saling tidak percaya antar-kekuatan besar dunia telah menciptakan ketidakstabilan yang membuat investor mulai mempertimbangkan kembali keamanan aset mereka, terutama pada surat utang negara (US Treasuries).
Emas Jadi Aset Paling Aman
Di tengah ancaman konflik finansial ini, Dalio menegaskan kembali pandangannya bahwa emas tetap menjadi instrumen penyimpan nilai (store of value) paling aman.
Meski harga emas sempat mengalami volatilitas tinggi, Dalio menyebutkan bahwa emas memiliki keunikan karena tidak dipengaruhi oleh gagal bayar utang pemerintah atau sanksi geopolitik secara langsung layaknya mata uang fiat.
“Emas adalah alat diversifikasi yang efektif. Ketika masa sulit datang, emas akan menunjukkan performa yang unik dibandingkan aset lainnya,” jelasnya.
Ia menyarankan agar bank sentral dan investor mulai meninjau kembali proporsi emas dalam portofolio mereka sebagai perlindungan terhadap risiko kegagalan sistem moneter.
Tantangan Utang dan Tatanan Baru
Peringatan ini juga didasari oleh kekhawatiran Dalio terhadap lonjakan utang pemerintah Amerika Serikat yang terus meroket. Ia menilai pola ini mirip dengan periode menjelang perang besar di masa lalu, di mana penumpukan utang yang tidak terkendali seringkali memicu perubahan drastis pada tatanan dunia dan nilai mata uang.
Selain emas, Dalio terus mendorong pentingnya memiliki portofolio yang terdiversifikasi dengan baik, baik secara aset maupun lokasi geografis, untuk meminimalisir risiko jika “Perang Modal” benar-benar pecah secara terbuka.[]













Discussion about this post