Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Global
  • Politik
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Global
  • Politik
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home Dunia

Mesin Profiling Politik Tercanggih Adalah Algoritma TikTok: Begini Cara Kerjanya

TINJAUAN ID by TINJAUAN ID
January 23, 2026
Reading Time: 3 mins read
0
Mesin Profiling Politik Tercanggih Adalah Algoritma TikTok: Begini Cara Kerjanya

Fenomena ini terjadi secara global. Di India (sebelum dilarang tahun 2020), Indonesia, hingga Filipina, TikTok telah menjadi platform utama kampanye politik. 

TINJAUAN.ID – Hanya dalam waktu tiga minggu setelah mengunduh TikTok, algoritma aplikasi ini mampu mengetahui kecenderungan politik pengguna lebih baik daripada keluarga sendiri.

Hal ini terjadi bukan karena kita mengikuti akun politik atau menyukai konten kampanye, melainkan karena cara kita menonton video berdurasi 15 detik, kecepatan saat melewati video tarian, serta kecocokan pola waktu tonton dengan pengguna lain yang berbagi pandangan politik serupa.

Berbeda dengan Facebook, YouTube, atau Instagram yang masih mencampur konten dari orang yang kita ikuti dengan peringkat algoritma, TikTok membalikkan logika tersebut sepenuhnya.

Laman For You (FYP) adalah murni hasil olahan algoritma. Kita melihat konten dari orang yang tidak kita kenal, berdasarkan apa yang menurut sistem akan kita sukai.

Berdasarkan dokumen internal yang bocor pada tahun 2021, sistem rekomendasi TikTok melacak lebih dari 1.000 fitur unik per pengguna. Data yang diambil mencakup durasi menonton setiap video hingga satuan milidetik, kapan kita menjeda, menonton ulang, atau menggulir pergi, video yang ditonton hingga selesai atau video yang dilewati, jenis perangkat, lokasi, dan zona waktu, apa yang diketik di kolom komentar. ByteDance juga memiliki kemampuan untuk menganalisis ekspresi wajah pengguna jika izin kamera diberikan.

Mesin Profiling Politik Otomatis

TikTok tidak perlu menanyakan pandangan politik kita karena ia menyimpulkannya dari pola perilaku. Peneliti di UC Berkeley pada tahun 2023 melakukan studi dengan membuat akun-akun baru yang menonton berbagai jenis konten. Dalam dua minggu, algoritma telah menyortir akun-akun tersebut ke dalam profil politik yang berbeda, meskipun mereka tidak pernah berinteraksi secara eksplisit dengan konten politik.

Penyortiran konten ini dilakukan melalui pola interaksi. Konservatif cenderung menonton jenis konten tertentu lebih lama, sementara liberal menggulir lebih cepat pada jenis konten yang berbeda. Minat pada nilai keluarga tradisional, musik country, atau berburu akan membuat pengguna dikodekan sebagai konservatif.

Sebaliknya, konten aktivisme, budaya urban, atau isu lingkungan akan membuat pengguna dikodekan sebagai liberal. Jika kita berinteraksi dengan kreator yang audiensnya didominasi kelompok tertentu, algoritma akan mengasumsikan kita bagian dari kelompok tersebut.

Jika Facebook menciptakan filter bubble (gelembung informasi), TikTok menciptakan filter universe (semesta informasi). Di Facebook, kita mungkin masih melihat sedikit konten dari sisi lainnya Di TikTok, sekali algoritma memahami kita, maka kita bisa menghabiskan berminggu-minggu tanpa melihat satu pun video dari perspektif yang berbeda.

Pesan politik yang disampaikan seringkali sangat halus dan tidak terlihat seperti propaganda, melainkan melalui konten gaya hidup dari kreator yang berbagi pandangan politik serupa, konten terkait yang menormalisasi perspektif tertentu, pembingkaian emosional yang mengaktifkan identitas politik tanpa menyebutkan politik secara langsung.

Studi Kasus Pemilu 

Selama Pemilu AS 2020, penelitian dari NYU Stern Center for Business and Human Rights menunjukkan bahwa TikTok memainkan peran besar dalam mobilisasi politik, terutama di kalangan pemilih muda.

Analisis menunjukkan bahwa algoritma melakukan pilihan rekomendasi yang tidak setara. Video registrasi pemilih mencapai jutaan orang, sementara konten yang mempertanyakan integritas pemilu dibatasi jangkauannya.

Kekhawatiran utama tertuju pada ByteDance, induk perusahaan Cina di Beijing, yang tunduk pada hukum negara asal. Meskipun belum ada bukti publik yang kuat mengenai manipulasi oleh pemerintah Cina, kemampuan algoritma untuk memperdalam polarisasi atau menekan gerakan politik tertentu tetap menjadi ancaman nyata.

Prediksi Perilaku

Dokumen internal menunjukkan algoritma TikTok mencoba memprediksi isu politik apa yang paling kita pedulikan dan siapa yang akan kita pilih. Studi dari Cambridge University tahun 2022 menemukan bahwa analisis perilaku media sosial dapat memprediksi afiliasi politik dengan akurasi 85 persen.

Karena algoritma mengutamakan keterlibatan (engagement), ia secara alami memihak pada konten yang memicu emosi kuat seperti amarah dan ketakutan.

Selama Pemilu Paruh Waktu 2022, NewsGuard mengidentifikasi lebih dari 1.000 video misinformasi yang ditonton lebih dari 100 juta kali. Algoritma memberikan kebohongan yang dipersonalisasi.

Pendukung konservatif melihat konspirasi tentang kecurangan pemilu, sementara pendukung liberal melihat hoaks tentang penindasan pemilih.

Fenomena ini terjadi secara global. Di India (sebelum dilarang tahun 2020), Indonesia, hingga Filipina, TikTok telah menjadi platform utama kampanye politik.

Kandidat politik melakukan micro-targeting tanpa melalui promosi klan konvensional, hanya dengan menciptakan konten yang sesuai dengan pola perilaku audiens target mereka. Ini adalah bentuk pengaruh politik yang sangat efektif karena ia bekerja di bawah radar kesadaran kita.[]

Tags: algoritmakampanyepolitikTiktok
ShareTweetSendShare

Related Posts

Kisah Hubungan Mualem dengan Rian Syaf dan Dukungan Partai Demokrat
Laporan dan Analisis

Kisah Hubungan Mualem dengan Rian Syaf dan Dukungan Partai Demokrat

February 1, 2026
Riset Oxford, Indonesia Masuk Daftar Negara Paling Terdampak Panas Ekstrem Dunia pada Tahun 2050
Dunia

Riset Oxford, Indonesia Masuk Daftar Negara Paling Terdampak Panas Ekstrem Dunia pada Tahun 2050

January 27, 2026
Trump Tegaskan Ambisi Kuasai Greenland di Davos, Berikut Alasannya
Dunia

Trump Tegaskan Ambisi Kuasai Greenland di Davos, Berikut Alasannya

January 22, 2026
Realisme Trump, Robohnya Patung Liberty, dan Momen Peralihan Sejarah
Dunia

Realisme Trump, Robohnya Patung Liberty, dan Momen Peralihan Sejarah

January 21, 2026
Menakar Prospek Kemitraan Strategis RI-Turkiye: Keuntungan bagi Indonesia
Dunia

Menakar Prospek Kemitraan Strategis RI-Turkiye: Keuntungan bagi Indonesia

January 17, 2026
Indonesia – Turkiye Nyatakan Kemitraan Strategis, Perkuat Kerjasama Ekonomi hingga Pertahanan
Dunia

Indonesia – Turkiye Nyatakan Kemitraan Strategis, Perkuat Kerjasama Ekonomi hingga Pertahanan

January 16, 2026
Next Post
Pemerintah Aceh Serahkan Bantuan Untuk Sejumlah Dayah Terdampak Bencana

Pemerintah Aceh Serahkan Bantuan Untuk Sejumlah Dayah Terdampak Bencana

Plt Ketua Demokrat Aceh Jalankan Mandat Ketum AHY, Pastikan Tansisi Kepemimpinan Terkendali

Plt Ketua Demokrat Aceh Jalankan Mandat Ketum AHY, Pastikan Tansisi Kepemimpinan Terkendali

Discussion about this post

Recommended Stories

Jurnalis Aceh Ferdian A. Majni Dinobatkan sebagai Jurnalis Media Cetak Terbaik AMA 2026

Jurnalis Aceh Ferdian A. Majni Dinobatkan sebagai Jurnalis Media Cetak Terbaik AMA 2026

January 14, 2026
BPMA dan KKKS Hasilkan Kondensat 72.637,91 Barel, Komitmen Optimalkan Produksi Migas

BPMA dan KKKS Hasilkan Kondensat 72.637,91 Barel, Komitmen Optimalkan Produksi Migas

July 3, 2025
Tingkatkan Mutu Pendidikan, Mualem Godok Program Kartu Aceh Unggul

Tingkatkan Mutu Pendidikan, Mualem Godok Program Kartu Aceh Unggul

October 27, 2025

Popular Stories

  • Tingkat Pengangguran Usia Muda Tinggi, Indonesia Berjuang Ciptakan Lapangan Kerja

    Prabowo Segera Bentuk Tim Reformasi Polri, Bentuk Juga Komisi Investigasi Insiden Agustus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gaji PPPK Aceh Macet Hampir 4 Bulan, Ribuan ASN Hidup dengan Utang Karena APBA-P Tak Kunjung Jelas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kritik Kosong tentang Ulama Dayah Adalah Opini yang Tak Perlu Ditulis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tak Kunjung Dapat Kerja di Aceh, Hendra Nekat Merantau ke Australia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Review Laporan Keuangan Bank Aceh Syariah (I) ; Triliunan Dana Diinvestasikan ke Luar Aceh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi.tinjauan@gmail.com

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • Contact Us

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?