Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Global
  • Politik
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Global
  • Politik
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home Fokus Laporan dan Analisis

Kisah Hubungan Mualem dengan Rian Syaf dan Dukungan Partai Demokrat

TINJAUAN ID by TINJAUAN ID
January 31, 2026
Reading Time: 3 mins read
0
Kisah Hubungan Mualem dengan Rian Syaf dan Dukungan Partai Demokrat

Processed with VSCO with a6 preset

Dengan pertautan hubungan yang kompleks antara Rian Syaf dan Mualem, telah memperkuat ikatan kemitraaan antara Partai Aceh dan Demokrat. Hubungan yang punya banyak faktor pengikat dan pengerat. 

TINJAUAN.ID – Hubungan Partai Aceh dan Partai Demokrat sempat merenggang beberapa tahun lalu setelah satu dekade sebelumnya PA mendukung penuh Demokrat di awal masa damai, hingga partai berlambang mercy itu mendapat tujuh kursi DPR-RI dari dapil Aceh.

Partai Demokrat ketika di bawah kepemimpinan Nova Iriansyah memilih tidak berjalan bergandengan dengan Partai Aceh. Nova memilih Irwandi Yusuf sebagai calon gubernur yang diusung. Salah satu alasannya agar ia bisa menjadi wakil gubernur bersama Irwandi dan otomatis menjadi rival bagi Mualem dan Partai Aceh.

Kemudian di saat menjabat sebagai PJ Gubernur, Nova Iriansyah juga tidak memposisikan Partai Aceh sebagai mitra. Kebijakannya bahkan banyak ditentang oleh anggota dewan dari Partai Aceh.

Nova tak peduli. Ia memang tak menganggap PA sebagai mitra. Ia tetap pada pendiriannya untuk tidak mengakomodir kepentingan PA yang menguasai DPRA. Akibatnya ketegangan memuncak. Pembahasan anggaran pun kala itu sempat menemui jalan buntu.

Namun posisi hubungan Partai Aceh dan Partai Demokrat berubah sesaat setelah Nova lengser dari Ketua DPD Demokrat Aceh. Muslim selaku ketua DPD Demokrat Aceh memilih mengusung Mualem di Pilkada 2029. Mengapa ini bisa terjadi? Apa yang menjadi faktor utama.

Mungkin banyak yang belum tahu bahwa upaya mengusung Mualem menjadi Gubernur Aceh sudah direncanakan sejak lama. Hal ini sudah menjadi bagian dari rencana yang di orkestrasi di DPP Demokrat. Rencana ini memang atas keinginan SBY dan AHY.

Teuku Riefky Harsya selaku petinggi Demokrat asal Aceh di pusat juga menginginkan hal ini. Atas perintah partai, Rian Syaf yang merupakan kader muda Demokrat asal Aceh di pusat telah dipercaya melakukan operasi untuk mengorkestrasi rencana menjadikan Mualem Gubernur Aceh.

Di satu momen, Teuku Riefky dan Rian Syaf bahkan membawa Mualem di hadapan Roesan Roslani, Ketua Tim Komando Nasional (TKN) Pemenangan Prabowo-Gibran, untuk memastikan dan memperkuat dukungan pusat bagi Mualem.

Mualem, Roesan Roslani dan Teuku Riefky Harysa di satu kesempatan jelang Pilpres 2024.

Rian Syaf dan Mualem

Rian Syaf berasal dari Panton Labu, Aceh Utata. Tak jauh dari Seunuddon, kampung halaman Mualem. Ayahnya almarhum Syafruddin Budiman punya kedekatan khusus dengan Mualem dan sejumlah tokoh penting GAM. Hubungan silaturahmi keluarga ini terus terjaga hingga kini.

Di suatu momen yang dihadiri oleh Marlina Muzakir atau yang akrab disapa Kak Na, yang mana juga dihadiri Rian, Kak Na memperkenalkan Rian kepada hadirin ketika memberikan kata sambutan.

“Ini adik saya ini. Saya dulu tinggal di rumahnya Rian waktu konflik,” kata Kak Na sambil tersenyum gembira.

Di sebuah podcast Partai Aceh, Kak Na juga menceritakan duka yang dialaminya semasa konflik. Jangankan orang lain, saudara pun tak berani mengizinkan ia tinggal dirumah karena dianggap sebagai keluarga GAM. Mereka takut berurusan dengan aparat dan dianggap GAM.

Di kesempatan tersebut Kak Na mengaku bahwa di rumah alm Syafruddin Budiman, ayah Rian, Kak Na diterima dengan hangat. Ia diperlakukan layaknya saudara.

Jadi sebenarnya sulit mengukur hubungan Rian dan Mualem hanya sebatas hubungan politik. Hubungan keduanya sudah terjalin secara emosional. Hubungan mereka berdua tak bisa diukur dengan hubungan faktor politik semata.

Sesaat setelah terpilih sebagai gubernur, Rian Syaf dengan sigap membantu Mualem sebagai Gubernur Aceh untuk dapat mengakses sejumlah kementerian di Jakarta untuk mengusung agenda strategis Pemerintah Aceh di sejumlah kementerian.

Rian diantaranya telah mempertemukan rombongan Gubernur, Ketua DPRA, dan sejumlah SKPA dengan Menteri PU Dody Hanggodo dan Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang tak lain adalah Ketum Partai Demokrat.

Tak lama setelah pertemuan itu, Menteri PU Dody Hanggodo mengunjungi Aceh Utara dan disambut Ayahwa, Bupati Aceh Utara, untuk sejumlah agenda strategis pembangunan infrastruktur.

Meski punya latar belakang kedekatan emosional, hubungan strategis Mualem dan Rian juga terbangun dalam ranah kemitraan politik dan pemerintahan. Mualem sebagai Gubernur diuntungkan dari keberadaan Rian Syaf di Jakarta. Rian juga merasa berkewajiban untuk mensukseskan pemerintahan Mualem-Dek Fadh, sebagai upaya kontribusinya untuk Aceh.

Dengan pertautan hubungan yang kompleks antara Rian Syaf dan Mualem, telah memperkuat ikatan kemitraaan antara Partai Aceh dan Partai Demokrat. Hubungan yang punya banyak faktor pengikat dan pengerat.

Rian selaku kader Partai Demokrat telah membangun relasi strategis dengan Mualem selaku Ketua Umum Partai Aceh. Relasi antara PA dan Demokrat merupakan modal bagi Aceh untuk mendorong percepatan pembangunan.

Jelang Musda Demokrat Aceh

Tidak hanya sebagai penyokong, tentunya Demokrat turut mengawal pemerintahan sekarang untuk bisa bekerja optimal dan berada di jalur yang benar, untuk dapat mewujudkan pemerintahan daerah yang baik.

Hubungan baik yang telah terjalin antara pengurus pusat Demokrat dan PA perlu dijaga dengan baik. Untuk itu kader Demokrat di provinsi harus mampu membaca sinyal ini. Kepengurusan Demokrat Aceh harus membacanya sebagai sebuah peta jalan dan kompas dalam melakukan kerja-kerja politik.

Dengan kemitraan yang telah terbangun, Mualem tentu tak rela hubungan koalisi politiknya dengan Demokrat rusak. Apalagi Demokrat Aceh sampai dipimpin oleh rival politiknya.

Menjelang Musda DPD Partai Demokrat Aceh yang akan segera berlangsung untuk memilih ketua baru, tentu Mualem punya pilihan dan preferensi tersendiri, siapa ketua yang lebih diinginkan. Tentunya yang sejalan dengan agenda pemerintahannya dan Partai Aceh, serta kepentingan luas masyarakat Aceh.[]

Tags: AcehmualemPartai Acehpartai demokratRian Syaf
ShareTweetSendShare

Related Posts

Ekonomi Aceh Triwulan I 2026 Bergerak Pulih Pascabencana, Namun Masih Rentan
Ekonomi

Ekonomi Aceh Triwulan I 2026 Bergerak Pulih Pascabencana, Namun Masih Rentan

May 7, 2026
Ratusan Miliar Pokir DPRA 2026 untuk Dayah: Aceh Tenggara dan Bireuen Dominasi, Aceh Utara Tertinggal Jauh
Laporan dan Analisis

Ratusan Miliar Pokir DPRA 2026 untuk Dayah: Aceh Tenggara dan Bireuen Dominasi, Aceh Utara Tertinggal Jauh

May 2, 2026
Wali Nanggroe Malik Mahmud, Penafsir Hasan Tiro dan Penjaga Arah Aceh di Masa Depan
Politik

Wali Nanggroe Malik Mahmud, Penafsir Hasan Tiro dan Penjaga Arah Aceh di Masa Depan

April 27, 2026
Petrodollar: Antara Dominasi Dolar, Pola Konflik Global, dan Hegemoni Amerika Serikat
Ekonomi

Petrodollar: Antara Dominasi Dolar, Pola Konflik Global, dan Hegemoni Amerika Serikat

April 26, 2026
Pemko Banda Aceh Habiskan Hampir Rp4 Miliar untuk Rangkaian Pesta HUT Kota Banda Aceh
Daerah

Pemko Banda Aceh Habiskan Hampir Rp4 Miliar untuk Rangkaian Pesta HUT Kota Banda Aceh

April 24, 2026
Dulu Terima Bantuan IMF, Kini Menolaknya: Pelajaran Krisis Moneter 1998 yang Mengubah Ekonomi Indonesia
Ekonomi

Dulu Terima Bantuan IMF, Kini Menolaknya: Pelajaran Krisis Moneter 1998 yang Mengubah Ekonomi Indonesia

April 22, 2026
Next Post
Plh Kadis Pendidikan Dayah Aceh Kunjungi Dayah Tgk Bantaqiah

Plh Kadis Pendidikan Dayah Aceh Kunjungi Dayah Tgk Bantaqiah

Ngaji di Jejak Ulama: Mahasiswa KIP STISNU Aceh Kaji Tafsir Baidhawi Melayu

Ngaji di Jejak Ulama: Mahasiswa KIP STISNU Aceh Kaji Tafsir Baidhawi Melayu

Discussion about this post

Recommended Stories

Sejarah Panjang dan Strategi Tersembunyi Aliran Sesat Millata Abraham di Aceh

Sejarah Panjang dan Strategi Tersembunyi Aliran Sesat Millata Abraham di Aceh

August 11, 2025

Kim Jong Un minta Korut buat rudal arsenal nuklir lebih besar

January 1, 2023
Kak Na Dampingi Ketum Seruni Serahkan Bantuan di Pidie Jaya

Kak Na Dampingi Ketum Seruni Serahkan Bantuan di Pidie Jaya

February 10, 2026

Popular Stories

  • Pemerintah Aceh Siapkan Rp10 Miliar Bantuan Pendidikan bagi Mahasiswa Korban Bencana Hidrometeorologi, Baca Persyaratannya

    Pemerintah Aceh Siapkan Rp10 Miliar Bantuan Pendidikan bagi Mahasiswa Korban Bencana Hidrometeorologi, Baca Persyaratannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prabowo Segera Bentuk Tim Reformasi Polri, Bentuk Juga Komisi Investigasi Insiden Agustus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gaji PPPK Aceh Macet Hampir 4 Bulan, Ribuan ASN Hidup dengan Utang Karena APBA-P Tak Kunjung Jelas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kritik Kosong tentang Ulama Dayah Adalah Opini yang Tak Perlu Ditulis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tak Kunjung Dapat Kerja di Aceh, Hendra Nekat Merantau ke Australia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dataset
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi@tinjauan.id

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!