Banda Aceh – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang kembali memanas dalam beberapa pekan terakhir mulai memunculkan keresahan di kalangan masyarakat. Isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) beredar, dan sebagian warga mulai was-was menjelang musim mudik Idulfitri. Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh, Asnawi, S.T., M.S.M., merasa perlu angkat bicara.
Dalam keterangan yang disampaikan kepada media pada 5 Maret 2026, Asnawi menegaskan bahwa kekhawatiran masyarakat soal kelangkaan BBM tidak berdasar — setidaknya untuk kondisi saat ini. Pemerintah pusat melalui Kementerian ESDM, kata dia, telah memantau situasi energi nasional secara seksama dan memastikan stok BBM masih berada di atas ambang batas aman.
“Tidak perlu gelisah. Kondisi Aceh dan Indonesia tetap aman,” ujarnya singkat tapi tegas.
Lebih jauh, Asnawi menjelaskan bahwa hingga pernyataannya disampaikan, tidak ada dampak langsung dari gejolak Timur Tengah terhadap distribusi BBM maupun LPG di wilayah Aceh. Rantai distribusi dari hulu ke hilir masih berjalan normal. SPBU-SPBU di Aceh disebut tidak mengalami gangguan pasokan.
Ia justru lebih khawatir dengan perilaku masyarakat sendiri. Panic buying — pembelian BBM atau LPG secara berlebihan karena takut kehabisan — menurutnya justru bisa menjadi pemicu masalah yang tidak perlu. Antrean panjang di SPBU, tekanan pada titik distribusi lokal, hingga kesan kelangkaan yang sesungguhnya tidak ada bisa muncul hanya karena kepanikan kolektif.
“Pemerintah menjamin ketersediaan BBM dan LPG. Masyarakat cukup membeli sesuai kebutuhan, tidak perlu panik karena pasokan energi kita tetap aman dan terkendali,” pungkasnya.
Asnawi mengakui bahwa Ramadan dan periode menjelang arus mudik Lebaran memang selalu menjadi masa dengan lonjakan konsumsi energi. Ini bukan hal baru, dan pemerintah sudah punya pengalaman mengelola situasi serupa di tahun-tahun sebelumnya. Langkah antisipatif sudah disiapkan agar distribusi BBM dan LPG tetap lancar selama periode kritis itu.
Pemerintah Aceh, kata Asnawi, juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dalam memantau perkembangan kondisi energi nasional. Jika ada perubahan situasi yang signifikan, masyarakat akan segera mendapat informasi.
Pesan terakhirnya untuk warga: tetap tenang, beli seperlunya, dan percayakan pengawasan pasokan energi kepada pemerintah yang memang sedang bekerja untuk itu.












Discussion about this post