JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melantik sejumlah pejabat negara di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (1/10/2026) pukul 13.30 WIB. Pelantikan tersebut menjadi bagian dari perombakan sejumlah posisi strategis pemerintahan, termasuk pergantian pucuk pimpinan Polri.
Salah satu agenda yang telah dikonfirmasi adalah pelantikan Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sebelumnya membenarkan bahwa Presiden Prabowo akan melantik Suyudi pada Kamis siang. Ketua DPR RI Puan Maharani juga menyatakan pelantikan dilakukan setelah DPR menyetujui pengangkatan Suyudi dalam rapat paripurna.
“Insyaallah setelah Zuhur calon Kapolri akan segera dilantik oleh Bapak Presiden,” kata Puan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis.
Persetujuan DPR tersebut merupakan tahapan akhir setelah Komisi III DPR menyetujui Suyudi secara aklamasi dalam uji kelayakan dan kepatutan. DPR juga menyetujui pemberhentian dengan hormat Listyo Sigit dari jabatan Kapolri.
Listyo Sigit Masuk Istana
Di tengah proses pelantikan, Listyo Sigit Prabowo dilaporkan telah tiba di Kompleks Istana Kepresidenan sekitar pukul 13.30 WIB.
Menurut laporan Inilah.com, Listyo datang mengenakan pakaian dinas Polri. Ketika ditanya mengenai kabar dirinya akan menempati posisi baru sebagai Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Listyo meminta wartawan menunggu keputusan resmi.
“Saya belum tahu,” ujar Listyo.
Ia kemudian mengaku mendapat telepon dari Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya terkait pemanggilan tersebut. Listyo menyebut dirinya mendapat informasi kemungkinan akan ditempatkan sebagai KSP.
Jika dikukuhkan melalui keputusan Presiden, perpindahan Listyo ke KSP akan menempatkan mantan Kapolri tersebut pada posisi strategis di lingkungan Istana setelah memimpin Polri sejak Januari 2021.
Sejumlah Nama Masuk Bursa Reshuffle
Selain pergantian Kapolri, informasi mengenai reshuffle sejumlah posisi kabinet juga beredar menjelang pelantikan.
Nama-nama yang disebut antara lain Listyo Sigit sebagai KSP, Sugiono sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Sarmuji sebagai Menteri Perindustrian, serta Arrmanatha Christiawan Nasir sebagai Menteri Luar Negeri.
Nama Komjen Dedy Prasetyo juga disebut masuk dalam daftar pejabat yang akan mendapat jabatan baru. Sejumlah laporan menyebut Dedy akan ditempatkan pada posisi terkait reformasi agraria. Karyoto disebut akan mengisi posisi Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Bahlil Lahadalia juga disebut akan mendapat posisi Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Energi serta merangkap sementara sebagai Menteri ESDM.
Namun, hingga menjelang pelantikan, sebagian besar nama dan jabatan tersebut masih berupa informasi yang beredar dan belum seluruhnya dikonfirmasi secara resmi oleh Istana. Karena itu, susunan akhir kabinet masih harus menunggu keputusan Presiden dan prosesi pelantikan.
Pergantian Kapolri Dipastikan
Berbeda dengan sejumlah nama dalam isu reshuffle, pergantian Kapolri telah melewati proses konstitusional di DPR.
Suyudi Ario Seto sebelumnya menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Ia juga memiliki pengalaman di sejumlah jabatan strategis Polri, termasuk Kapolda Banten dan Wakapolda Metro Jaya.
Pergantian tersebut menandai berakhirnya masa jabatan Listyo Sigit sebagai Kapolri dan dimulainya kepemimpinan baru di tubuh Polri di bawah Suyudi.
Pelantikan sejumlah pejabat pada Kamis siang ini dengan demikian menjadi salah satu agenda politik pemerintahan yang mendapat perhatian besar, terutama karena menyentuh posisi Kapolri sekaligus sejumlah jabatan strategis dalam Kabinet Merah Putih.(**)











Discussion about this post