Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Global
  • Politik
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Global
  • Politik
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home News Daerah

Pemerintah Aceh Dorong Solidaritas Antar Dayah, Santri Korban Bencana Difasilitasi Belajar di Dayah Lain

TINJAUAN ID by TINJAUAN ID
January 14, 2026
Reading Time: 2 mins read
0
Pemerintah Aceh Dorong Solidaritas Antar Dayah, Santri Korban Bencana Difasilitasi Belajar di Dayah Lain

Pemerintah Aceh mendorong solidaritas antar dayah, dengan membuka ruang bagi santri dari dayah yang rusak berat untuk sementara waktu melanjutkan pendidikan di dayah lain yang masih berfungsi.

Banda Aceh | Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Dayah Aceh terus memperkuat upaya pemulihan pendidikan dayah pascabencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah. Hingga 12 Januari 2026, tercatat 685 dayah terdampak bencana, dengan 231 unit mengalami rusak sedang dan 137 unit rusak berat, sehingga sebagian tidak dapat melaksanakan proses belajar mengajar secara normal.

Sebagai langkah darurat, Pemerintah Aceh mendorong solidaritas antar dayah, dengan membuka ruang bagi santri dari dayah yang rusak berat untuk sementara waktu melanjutkan pendidikan di dayah lain yang masih berfungsi.

Ketua Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA), Abiya Anwar Kuta Krueng, menyambut baik kebijakan tersebut dan mengajak seluruh pimpinan dayah di Aceh untuk saling membantu demi keberlangsungan pendidikan santri.

“Dayah-dayah yang terdampak rusak berat tentu belum bisa melaksanakan pembelajaran. Karena itu, kami mengimbau agar dayah-dayah lain yang masih memungkinkan dapat menampung sementara para santri korban bencana, agar mereka tidak kehilangan hak dan kesempatan belajar,” ujar Abiya Anwar, Rabu (14/1/2026).

Abiya Anwar yang juga merupakan Pimpinan Dayah Darul Munawarah Kuta Krueng menegaskan bahwa pihaknya telah lebih dahulu membuka pintu bagi santri korban banjir dari sejumlah daerah.

“Alhamdulillah, santri korban banjir sudah ada yang kami tampung agar tetap bisa belajar. Ini adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya satu atau dua dayah saja,” katanya.

Dukungan serupa datang dari Pimpinan Dayah Rauhul Mudi Al-Aziziyah, Abiya Djeunib, yang sebelumnya melalui media sosial mengimbau masyarakat di lokasi pengungsian agar mengantarkan anak-anak mereka ke dayah yang dipimpinnya.

“Berapa pun jumlahnya akan kita tampung. Jika kehilangan uang bisa kita cari, kehilangan harta benda bisa kita miliki lagi, tetapi jika kehilangan kesempatan belajar bagi generasi muda, bagaimana kita menanggulanginya,” ujar Abiya Djeunib dalam imbauannya.

Komitmen solidaritas antar dayah juga disampaikan oleh Waled Dhiauddin HS, Pimpinan Dayah Raudhatul Mubarakah Darul Munawwarah, yang berlokasi di Desa Seuneubok, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat. Ia menyatakan kesiapan dayah yang dipimpinnya untuk menampung dan mendidik anak-anak korban banjir secara gratis.

Menurutnya, langkah tersebut diambil agar anak-anak dari kabupaten dan kota yang terdampak banjir tetap dapat melanjutkan pendidikan meskipun mengalami kehilangan harta benda dan tempat tinggal akibat bencana.

“Banjir telah merusak rumah dan harta masyarakat, tetapi jangan sampai merusak masa depan anak-anak kita. Di tangan merekalah kelanjutan dan kemasyhuran Aceh ke depan,” ujar Waled Dhiauddin HS.

Ia menjelaskan bahwa melalui program Mu’adalah di pesantren tersebut, para santri dapat melanjutkan pendidikan pada jenjang Wustha dan Ulya yang setara dengan tingkat SMP dan SMA, bahkan hingga jenjang Ma’had Aly.

Sementara itu, Plh Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Andriansyah, menegaskan bahwa keberlangsungan pendidikan santri menjadi prioritas Pemerintah Aceh dalam penanganan pascabencana.

“Pemerintah Aceh tidak hanya fokus pada perbaikan fisik bangunan dayah, tetapi juga memastikan proses pendidikan tetap berjalan melalui skema darurat dan kolaboratif,” ujarnya.

Pemerintah Aceh menilai sikap para pimpinan dayah tersebut sebagai bentuk keteladanan dan kepedulian sosial yang sejalan dengan nilai-nilai keislaman dan keacehan. Proses pendataan kerusakan dayah juga terus diperbarui guna mempercepat penyaluran bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi.

Dengan sinergi antara pemerintah, ulama, dan pimpinan dayah, Pemerintah Aceh berharap tidak ada santri Aceh yang kehilangan masa depan akibat bencana.[]

Tags: Dayah Acehpenanganan bencana
ShareTweetSendShare

Related Posts

Sekda Aceh Hadiri Sidang Terbuka Promosi Doktor T.A. Khalid di Unpad Bandung
Daerah

Sekda Aceh Hadiri Sidang Terbuka Promosi Doktor T.A. Khalid di Unpad Bandung

June 28, 2026
Sekda Aceh dan PLN Pusat Bahas Prospek Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Aceh
Daerah

Sekda Aceh dan PLN Pusat Bahas Prospek Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Aceh

June 28, 2026
Akademisi UIN Ar-Raniry Tawarkan Alam Peudeung sebagai Solusi Polemik Bendera Aceh
Daerah

Akademisi UIN Ar-Raniry Tawarkan Alam Peudeung sebagai Solusi Polemik Bendera Aceh

June 26, 2026
Brigjen Pol Ruddi Setiawan Ditunjuk sebagai Kapolda Aceh, Berikut Profil dan Rekam Jejak
Daerah

Brigjen Pol Ruddi Setiawan Ditunjuk sebagai Kapolda Aceh, Berikut Profil dan Rekam Jejak

June 26, 2026
ISNU Aceh Bahas Disabilitas dan Pembangunan Bersama Aktivis Agus Hasan Hidayat
Daerah

ISNU Aceh Bahas Disabilitas dan Pembangunan Bersama Aktivis Agus Hasan Hidayat

June 26, 2026
Harga TBS Sawit di Bawah Standar, Bupati Aceh Barat Panggil Seluruh Perusahaan PKS
Daerah

Harga TBS Sawit di Bawah Standar, Bupati Aceh Barat Panggil Seluruh Perusahaan PKS

June 26, 2026
Next Post
Jurnalis Aceh Ferdian A. Majni Dinobatkan sebagai Jurnalis Media Cetak Terbaik AMA 2026

Jurnalis Aceh Ferdian A. Majni Dinobatkan sebagai Jurnalis Media Cetak Terbaik AMA 2026

WashPro, Jasa Cuci Mobil Delivery Telah Hadir di Banda Aceh

WashPro, Jasa Cuci Mobil Delivery Telah Hadir di Banda Aceh

Discussion about this post

Recommended Stories

Tampilkan Seni Islam yang Inklusif, Tunarungu dan Tunanetra Jadi Bagian Penting Event Art Salam 2025 ISBI Aceh

Tampilkan Seni Islam yang Inklusif, Tunarungu dan Tunanetra Jadi Bagian Penting Event Art Salam 2025 ISBI Aceh

November 20, 2025
Alja Yusnadi: Pendirian Perseroda di Aceh Selatan Mampu Tingkatkan PAD dan Perekonomian Daerah

Alja Yusnadi: Pendirian Perseroda di Aceh Selatan Mampu Tingkatkan PAD dan Perekonomian Daerah

August 6, 2025

Menjelang Pemilu Dewan Masyarakat Adat Nusantara Aceh Sampaikan Pesan

December 27, 2023

Popular Stories

  • Pemerintah Aceh Siapkan Rp10 Miliar Bantuan Pendidikan bagi Mahasiswa Korban Bencana Hidrometeorologi, Baca Persyaratannya

    Pemerintah Aceh Siapkan Rp10 Miliar Bantuan Pendidikan bagi Mahasiswa Korban Bencana Hidrometeorologi, Baca Persyaratannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prabowo Segera Bentuk Tim Reformasi Polri, Bentuk Juga Komisi Investigasi Insiden Agustus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gaji PPPK Aceh Macet Hampir 4 Bulan, Ribuan ASN Hidup dengan Utang Karena APBA-P Tak Kunjung Jelas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kritik Kosong tentang Ulama Dayah Adalah Opini yang Tak Perlu Ditulis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tak Kunjung Dapat Kerja di Aceh, Hendra Nekat Merantau ke Australia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dataset
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi@tinjauan.id

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!