Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home News Daerah

Kementan Akui Data Pemerintah Aceh Benar, yang Disampaikan Jubir Nurlis Effendi Sesuai Data Pemerintah Pusat

TINJAUAN ID by TINJAUAN ID
August 13, 2026
Reading Time: 2 mins read
0
Kementan Akui Data Pemerintah Aceh Benar, yang Disampaikan Jubir Nurlis Effendi Sesuai Data Pemerintah Pusat

BANDA ACEH — Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia mengakui bahwa penjelasan dan data yang disampaikan Pemerintah Aceh terkait dukungan anggaran pemulihan sektor pertanian dan perkebunan pascabencana telah sesuai dengan data yang dimiliki pemerintah pusat.

Pengakuan tersebut disampaikan Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Pertanian, Moch. Arief Cahyono, menyusul penjelasan Juru Bicara Pemerintah Aceh Nurlis Effendi mengenai mekanisme dukungan Kementan untuk pemulihan sektor pertanian Aceh.

“Penjelasan yang disampaikan Pemerintah Aceh sudah tepat dan sejalan dengan data yang kami miliki,” ujar Arief di Jakarta, Jumat (7/8), sebagaimana dikutip dari keterangan resmi Kementan yang dipublikasikan Selasa (11/8/2026).

Menurut Arief, dukungan pemerintah pusat untuk pemulihan sektor pertanian di Aceh mencapai Rp1,7 triliun.

Dari jumlah tersebut, sekitar Rp530 miliar disalurkan langsung ke daerah melalui dana Tugas Pembantuan untuk kegiatan optimalisasi lahan dan rehabilitasi sawah.

Sementara sekitar Rp1,2 triliun lainnya dikelola melalui satuan kerja pusat dan balai di bawah Kementan. Anggaran tersebut antara lain digunakan untuk penyediaan alat dan mesin pertanian serta benih padi, jagung dan komoditas pertanian lainnya yang disalurkan kepada petani Aceh.

Serapan Rp530 Miliar Baru 48 Persen

Kementan sekaligus mengingatkan adanya persoalan serius pada percepatan realisasi anggaran.

Untuk dana Rp530 miliar yang disalurkan langsung ke daerah, Kementan menyebut pelaksanaan program semestinya telah selesai pada Juni 2026. Namun hingga Agustus, realisasinya baru mencapai 48 persen.

Kementan meminta seluruh pihak mempercepat pelaksanaan program. Sebab, apabila anggaran tidak terserap hingga akhir tahun anggaran, dana tersebut berpotensi kembali ke kas negara.

Persoalan serapan juga terjadi pada anggaran sekitar Rp1,2 triliun yang dikelola melalui satker pusat dan balai Kementan.

Menurut Arief, salah satu kendalanya adalah lambatnya usulan dan penetapan CPCL (Calon Petani dan Calon Lokasi) dari pemerintah daerah. Kelengkapan CPCL menjadi salah satu prasyarat pencairan anggaran.

“Tanpa CPCL lengkap, anggaran tidak bisa dicairkan,” jelasnya.

Masih Ada Sekitar Rp1,1 Triliun

Kementan menyebut waktu pelaksanaan program pada 2026 semakin terbatas. Dari total dukungan tersebut, masih terdapat sekitar Rp1,1 triliun yang belum terserap.

Arief menyebut serapan keseluruhan baru sekitar 25 persen, sehingga percepatan diperlukan agar anggaran tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi petani yang terdampak bencana di Aceh.

“Pak Menteri pada dasarnya ingin mengajak semua pihak bersama lakukan percepatan realisasi anggaran satker pusat ini. Ini tanggung jawab bersama karena manfaatnya sangat dinantikan petani di Aceh,” kata Arief.

Kementan menegaskan bahwa program tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah pusat untuk masyarakat Aceh. Karena itu, pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan diminta mempercepat pengusulan, kelengkapan administrasi, hingga pelaksanaan di lapangan.

Kementan: Data Aceh dan Pusat Sejalan

Pernyataan Kementan tersebut sekaligus memperjelas posisi pemerintah pusat terhadap informasi yang sebelumnya disampaikan Pemerintah Aceh mengenai dukungan anggaran pemulihan sektor pertanian.

Alih-alih membantah data Pemerintah Aceh, Kementan justru menyatakan bahwa penjelasan tersebut sesuai dan sejalan dengan data yang dimiliki Kementan.

Kementan juga menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Aceh dan seluruh pemangku kepentingan agar program pemulihan sektor pertanian dan perkebunan pascabencana dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Selain anggaran pemerintah, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama mitra kerja juga disebut telah mengalokasikan dana pribadi sekitar Rp40 miliar untuk membantu masyarakat Aceh. Menurut Kementan, bantuan tersebut telah disalurkan pada awal masa bencana.

Dengan adanya penegasan Kementan bahwa data Pemerintah Aceh sejalan dengan data pusat, perhatian kini bergeser pada persoalan berikutnya: seberapa cepat anggaran yang telah dialokasikan dapat direalisasikan dan diterima petani terdampak.[]

Tags: Jubir Pemerintah AcehKementerian PertanianNurlis EffendiPemerintah Acehpemulihan bencana
ShareTweetSendShare

Related Posts

Pemerintah Aceh Sampaikan Belasungkawa atas Berpulangnya Sjamsul Kahar
Daerah

Realisasi Tambahan TKD Aceh 2026 Tembus 30,16 Persen, Total Pagu Rp1,65 Triliun

September 26, 2026
Pemerintah Aceh Sampaikan Belasungkawa atas Berpulangnya Sjamsul Kahar
Daerah

Pemerintah Aceh Sampaikan Belasungkawa atas Berpulangnya Sjamsul Kahar

September 26, 2026
Panen Raya Aceh Barat, Gubernur Mualem: Sejalan dengan Misi Pemerintah Aceh
Daerah

Panen Raya Aceh Barat, Gubernur Mualem: Sejalan dengan Misi Pemerintah Aceh

September 26, 2026
Wagub Dek Fadh Pimpin Rapat Tim Revisi UUPA, Pastikan Kewenangan dan Kekhususan Aceh Tetap Terjaga
Daerah

Wagub Dek Fadh Pimpin Rapat Tim Revisi UUPA, Pastikan Kewenangan dan Kekhususan Aceh Tetap Terjaga

September 24, 2026
Dek Fadh Ikuti Rakor Perkembangan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera
Daerah

Dek Fadh Ikuti Rakor Perkembangan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera

September 24, 2026
Kids Corner Bhayangkari Peduli Hibur Anak-anak di Aceh Tamiang
Daerah

Kids Corner Bhayangkari Peduli Hibur Anak-anak di Aceh Tamiang

September 24, 2026
Next Post
Laba BUMN Melonjak Signifikan pada Semester I 2026, Kesuksesan Transformasi Danantara

Laba BUMN Melonjak Signifikan pada Semester I 2026, Kesuksesan Transformasi Danantara

Gubernur Aceh dan Bank Mustaqim Aceh Raih Penghargaan Nasional Top BUMD Se-Indonesia

Capaian Kinerja BPR Mustaqim Aceh: Peran BUMD Syariah yang Berdampak

Discussion about this post

Recommended Stories

Warga Apresiasi Gerak Cepat Polsek Baitussalam Tangani Kasus Pencurian

Warga Apresiasi Gerak Cepat Polsek Baitussalam Tangani Kasus Pencurian

May 4, 2026
Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia Menyalurkan Bantuan Bencana Banjir Sumatera

Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia Menyalurkan Bantuan Bencana Banjir Sumatera

December 14, 2025
Pemerintah Kaji Usul Kenaikan Gaji Dosen, Ini Latar Belakang dan Rinciannya

Pemerintah Kaji Usul Kenaikan Gaji Dosen, Ini Latar Belakang dan Rinciannya

July 10, 2026
  • Dataset
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi@tinjauan.id

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!