Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home News Daerah

Kebijakan Bupati Pidie Jaya Gagal, Penanganan Bencana Jalan di Tempat

TINJAUAN ID by TINJAUAN ID
January 29, 2026
Reading Time: 2 mins read
0
Kebijakan Bupati Pidie Jaya Gagal, Penanganan Bencana Jalan di Tempat

Aliansi Solidaritas Pemuda Pidie Jaya mencatat bahwa sebagian besar warga terdampak banjir tidak direlokasi. Kebutuhan utama warga seperti pembersihan permukiman justru tidak menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya.

Pidie Jaya — Aliansi Solidaritas Pemuda Pidie Jaya menilai penanganan bencana banjir oleh Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya semakin menunjukkan ketidakmampuan dan ketidaksiapan kepala daerah dalam mengelola krisis. Alih-alih fokus pada pemulihan masyarakat, kebijakan yang diambil justru memperlihatkan kebingungan arah serta lemahnya pemahaman terhadap tahapan penanggulangan bencana.

Koordinator Aliansi Solidaritas Pemuda Pidie Jaya, Dedi Saputra, menyebut bahwa kebijakan yang diambil Bupati Pidie Jaya selama ini lebih bersifat asumtif dan tidak berdasarkan kondisi faktual di lapangan.

“Apa yang dilakukan Bupati hari ini mencerminkan ketidakmampuan membaca situasi. Kebijakan diambil tanpa berpijak pada realitas korban. Ini bukan sekadar kelalaian, tapi bentuk kegagalan dalam menjalankan roda pemerintahan,” tegas Dedi melalui pers rilisnya, Kamis, 29 Januari 2026.

Ia menyoroti keputusan memperpanjang masa tanggap darurat hingga lima kali yang dinilai sudah tidak relevan. Menurutnya, fase darurat telah lama berakhir, namun pemerintah daerah gagal beralih ke tahap yang lebih penting, yakni recovery dan rekonstruksi.

“Perpanjangan masa darurat justru memperlihatkan ketidaktahuan pemerintah daerah tentang manajemen bencana. Saat ini yang dibutuhkan masyarakat adalah pemulihan, pembangunan kembali, bukan status darurat yang berkepanjangan tanpa kejelasan,” katanya.

Dedi juga mengingatkan bahwa keterlambatan masuk ke fase recovery berpotensi membuat Belanja Tidak Terduga (BTT) tidak efektif dan rawan tidak tepat sasaran. Ia menuntut agar penggunaan BTT segera dipublikasikan secara terbuka kepada masyarakat.

“BTT harus transparan. Jangan sampai anggaran besar habis tanpa dampak nyata bagi korban. Publik berhak tahu ke mana anggaran itu digunakan,” tegasnya.

Berdasarkan temuan di lapangan, Aliansi Solidaritas Pemuda Pidie Jaya mencatat bahwa sebagian besar warga terdampak banjir justru memilih bertahan dan kembali ke tempat tinggal mereka, bukan direlokasi. Namun ironisnya, kebutuhan utama seperti pembersihan permukiman justru tidak menjadi prioritas pemerintah.

Lebih jauh, sejumlah hunian sementara (huntara) yang telah selesai dibangun hingga kini belum dapat ditempati korban banjir. Kondisi ini dinilai sebagai bukti nyata buruknya koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya dengan pemerintah pusat.

“Huntara sudah ada, tapi tidak bisa digunakan. Ini menunjukkan kekacauan koordinasi dan lemahnya kepemimpinan daerah dalam mengelola pascabencana,” lanjut Dedi.

Aliansi Solidaritas Pemuda Pidie Jaya juga mengkritik keras sikap pemerintah daerah yang dinilai lebih sibuk dengan kegiatan seremonial ketimbang kerja nyata di lapangan.

“Rakyat tidak butuh seremoni. Yang dibutuhkan adalah tindakan nyata. Jika bupati terus mempertontonkan ketidaksiapan seperti ini, maka penderitaan korban akan terus berlarut,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Dedi menegaskan bahwa pihaknya mendesak Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya untuk segera melakukan evaluasi total, menghentikan pendekatan simbolik, serta fokus pada pemulihan nyata yang berpihak kepada masyarakat terdampak.

“Jika pemerintah daerah terus gagal membaca situasi, maka rakyat berhak mempertanyakan kapasitas kepemimpinan Bupati Pidie Jaya,” pungkasnya.[]

Tags: penanganan bencanaPidie Jaya
ShareTweetSendShare

Related Posts

Pemerintah Aceh Sampaikan Belasungkawa atas Berpulangnya Sjamsul Kahar
Daerah

Realisasi Tambahan TKD Aceh 2026 Tembus 30,16 Persen, Total Pagu Rp1,65 Triliun

September 26, 2026
Pemerintah Aceh Sampaikan Belasungkawa atas Berpulangnya Sjamsul Kahar
Daerah

Pemerintah Aceh Sampaikan Belasungkawa atas Berpulangnya Sjamsul Kahar

September 26, 2026
Panen Raya Aceh Barat, Gubernur Mualem: Sejalan dengan Misi Pemerintah Aceh
Daerah

Panen Raya Aceh Barat, Gubernur Mualem: Sejalan dengan Misi Pemerintah Aceh

September 26, 2026
Wagub Dek Fadh Pimpin Rapat Tim Revisi UUPA, Pastikan Kewenangan dan Kekhususan Aceh Tetap Terjaga
Daerah

Wagub Dek Fadh Pimpin Rapat Tim Revisi UUPA, Pastikan Kewenangan dan Kekhususan Aceh Tetap Terjaga

September 24, 2026
Dek Fadh Ikuti Rakor Perkembangan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera
Daerah

Dek Fadh Ikuti Rakor Perkembangan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera

September 24, 2026
Kids Corner Bhayangkari Peduli Hibur Anak-anak di Aceh Tamiang
Daerah

Kids Corner Bhayangkari Peduli Hibur Anak-anak di Aceh Tamiang

September 24, 2026
Next Post
Kelompok Intelektual Baru Lahir di Saat Kampus Mati Suri

Kelompok Intelektual Baru Lahir di Saat Kampus Mati Suri

Dinas Pengairan Aceh Raih Penghargaan Anugerah Keterbukaan Informasi Publik

Dinas Pengairan Aceh Raih Penghargaan Anugerah Keterbukaan Informasi Publik

Discussion about this post

Recommended Stories

Sukseskan Program Pemerintahan Mualem-Dekfadh, Dinas Pengairan Aceh Fokus Kendalikan Banjir dan Bangun Irigasi di Aceh

Sukseskan Program Pemerintahan Mualem-Dekfadh, Dinas Pengairan Aceh Fokus Kendalikan Banjir dan Bangun Irigasi di Aceh

November 8, 2025
Pemerintah Aceh Luncurkan Dashboard Peta Aksi dan Partisipasi Masyarakat untuk Penanggulangan Bencana

Pemerintah Aceh Luncurkan Dashboard Peta Aksi dan Partisipasi Masyarakat untuk Penanggulangan Bencana

February 27, 2026
Wali Nanggroe Aceh temui SBY, bahas Otsus dan solusi penguatan UUPA

Wali Nanggroe Aceh temui SBY, bahas Otsus dan solusi penguatan UUPA

August 14, 2025
  • Dataset
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi@tinjauan.id

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!