Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home News Daerah

Jadi Doktor Desain Komunikasi Visual Pertama di Aceh, Iskandar Perluas Paradigma DKV Menuju Desain Kebudayaan

TINJAUAN ID by TINJAUAN ID
July 13, 2026
Reading Time: 3 mins read
0
Jadi Doktor Desain Komunikasi Visual Pertama di Aceh, Iskandar Perluas Paradigma DKV Menuju Desain Kebudayaan

BANDA ACEH – Desain Komunikasi Visual (DKV) selama ini identik dengan dunia periklanan, identitas visual, ilustrasi, media digital, dan komunikasi pemasaran. Namun, melalui disertasi doktoralnya, Iskandar menawarkan cara pandang baru yang memperluas paradigma keilmuan DKV. Menurutnya, desain tidak hanya berfungsi menciptakan media komunikasi visual, tetapi juga dapat digunakan untuk membaca, menafsirkan, dan merekonstruksi makna kebudayaan yang tersimpan dalam berbagai artefak masa lalu.

Gagasan tersebut ia tuangkan dalam disertasi berjudul “Batu Nisan Aceh sebagai Media Komunikasi Budaya: Transformasi Makna dan Fungsi Komunikasi Visual dalam Perspektif Desain Komunikasi Visual”, yang mengantarkannya meraih gelar doktor pada Program Doktor Seni Pascasarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.

Dengan capaian tersebut, Iskandar menjadi doktor pertama dalam bidang Desain Komunikasi Visual di Aceh, sekaligus memperkenalkan sebuah gagasan akademik yang ia sebut sebagai Desain Kebudayaan, yakni pendekatan yang menempatkan warisan budaya sebagai objek kajian Desain Komunikasi Visual.

Lahir di Gampong Seulunyok, Kecamatan Nibong, Kabupaten Aceh Utara, Iskandar merupakan putra pasangan Ramlah Luthan dan almarhum Ishak Yusuf.

Saat ini Iskandar mengabdi sebagai dosen Program Studi Desain Komunikasi Visual Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh. Selain aktif sebagai akademisi, ia juga dikenal sebagai peneliti, desainer, kurator, dan pegiat pelestarian budaya Aceh.

Selama ini, penelitian mengenai Batu Nisan Aceh umumnya dilakukan melalui pendekatan sejarah, arkeologi, filologi, maupun epigrafi. Iskandar menawarkan perspektif berbeda dengan memosisikan Batu Nisan Aceh sebagai media komunikasi budaya.

Menurutnya, setiap bentuk, komposisi, kaligrafi, ornamen, dan struktur visual pada batu nisan merupakan sistem komunikasi yang menyampaikan pesan mengenai religiusitas, identitas sosial, kekuasaan, serta memori kolektif masyarakat Aceh pada masanya.

Melalui perspektif Desain Komunikasi Visual yang dipadukan dengan semiotika, penelitian tersebut menunjukkan bahwa artefak budaya memiliki bahasa visual yang dapat dibaca layaknya sebuah sistem komunikasi. Dengan demikian, desain tidak lagi dipahami semata sebagai proses menciptakan pesan visual, tetapi juga sebagai disiplin ilmu yang mampu mengungkap bagaimana sebuah masyarakat membangun, mengodekan, menyampaikan, dan mewariskan nilai-nilai budayanya melalui bahasa visual.

Dari penelitian tersebut lahir gagasan Desain Kebudayaan, yaitu perluasan paradigma Desain Komunikasi Visual yang menjadikan artefak budaya sebagai objek kajian desain. Paradigma ini membuka ruang baru bagi DKV untuk mengkaji berbagai peninggalan budaya, seperti batu nisan, manuskrip, ragam hias, arsitektur, hingga benda-benda budaya lainnya sebagai sistem komunikasi visual yang menyimpan pengetahuan, nilai, dan identitas suatu peradaban.

Penelitian ini juga mengungkap bahwa persoalan utama Batu Nisan Aceh dewasa ini bukan semata-mata kerusakan fisik, melainkan hilangnya kemampuan masyarakat membaca makna simbolik yang dikandungnya.

Banyak simbol yang dahulu menjadi penanda religiusitas, status sosial, maupun identitas budaya kini tidak lagi dipahami. Dalam berbagai kasus, batu nisan era kesultanan di Aceh bahkan digunakan sebagai pagar, batu asah, maupun tambatan ternak karena telah kehilangan fungsi komunikasinya dalam kehidupan masyarakat kontemporer.

Menurut Iskandar, pelestarian warisan budaya tidak cukup dilakukan melalui konservasi fisik semata. Upaya tersebut harus diiringi dengan pemulihan sistem makna agar masyarakat mampu kembali membaca pesan-pesan budaya yang tersimpan di dalam artefak. Sebab, ketika makna sebuah warisan budaya hilang, yang sesungguhnya memudar bukan hanya bendanya, tetapi juga ingatan kolektif dan identitas peradaban yang diwariskannya.

Kontribusi akademik penelitian ini diharapkan dapat memperluas pengembangan Desain Komunikasi Visual di Indonesia. Jika selama ini DKV lebih banyak berorientasi pada penciptaan komunikasi visual kontemporer, maka paradigma Desain Kebudayaan menawarkan perspektif baru yang menghubungkan desain dengan kajian warisan budaya, semiotika, antropologi, sejarah, dan komunikasi budaya.

Melalui paradigma tersebut, desain tidak hanya berperan menciptakan masa depan, tetapi juga menjadi perangkat ilmiah untuk membaca dan menghidupkan kembali jejak-jejak visual peradaban masa lalu.

Iskandar tercatat sebagai doktor ke-176 Program Doktor Seni Pascasarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. Sebelumnya, ia menempuh pendidikan sarjana dan magister di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Dalam penyusunan disertasinya, Iskandar dibimbing oleh Prof. Dr. Sri Rochana Widyastutieningrum, M.Hum. sebagai promotor, serta Prof. Dr. Irwan Abdullah dan Dr. Drs. Isd. Sumbo Tinarbuko, M.Sn. sebagai ko-promotor.

Setelah melalui ujian tertutup, Iskandar berhasil mempertahankan disertasinya di hadapan dewan penguji yang dipimpin oleh Rektor ISI Surakarta, Dr. Bondet Wrahatnala, S.Sos., M.Sn. Atas capaian tersebut, ia resmi menyandang gelar Doktor dalam bidang Desain Komunikasi Visual, sekaligus menjadi doktor pertama DKV di Aceh.[]

Tags: AcehBatu nisanbudayaDesain Komunikasi Visual
ShareTweetSendShare

Related Posts

Optimalkan Produksi dan Distribusi, SIG Pastikan Ketersediaan Pasokan Semen di Aceh
Daerah

Optimalkan Produksi dan Distribusi, SIG Pastikan Ketersediaan Pasokan Semen di Aceh

August 28, 2026
Bekali Kemampuan Pemuda, Dispora Banda Aceh Gelar Pelatihan Manajemen Organisasi
Daerah

Bekali Kemampuan Pemuda, Dispora Banda Aceh Gelar Pelatihan Manajemen Organisasi

August 27, 2026
Rapat Bersama Banggar DPRA, Plt Sekda Aceh Ajak Perkuat Sinergi dan Komunikasi
Daerah

Rapat Bersama Banggar DPRA, Plt Sekda Aceh Ajak Perkuat Sinergi dan Komunikasi

August 27, 2026
GEMURA Aceh Dorong Optimalisasi Serapan Anggaran dan Transparansi Tata Kelola Pemerintahan
Daerah

GEMURA Aceh Dorong Optimalisasi Serapan Anggaran dan Transparansi Tata Kelola Pemerintahan

August 26, 2026
Kepala Inspektorat Kota Banda Aceh Terseret Kasus Hubungan Sesama Jenis, TR. Farhan Hidayat: Proses Hukum Harus Berjalan
Daerah

Kepala Inspektorat Kota Banda Aceh Terseret Kasus Hubungan Sesama Jenis, TR. Farhan Hidayat: Proses Hukum Harus Berjalan

August 26, 2026
Emping Melinjo Beureueh, Pidie Terancam Bahan Baku, Pengrajin Berharap Dukungan Pascabanjir
Daerah

Emping Melinjo Beureueh, Pidie Terancam Bahan Baku, Pengrajin Berharap Dukungan Pascabanjir

August 26, 2026
Next Post
Sekda Aceh Sambut Rencana Investasi Pabrik Metanol di Lhokseumawe

Sekda Aceh Sambut Rencana Investasi Pabrik Metanol di Lhokseumawe

Kadis BPSDM Aceh Marthunis Sepakat Memperluas Beasiswa Persiapan Eksplorasi Migas Aceh Masa Depan

Kadis BPSDM Aceh Marthunis Sepakat Memperluas Beasiswa Persiapan Eksplorasi Migas Aceh Masa Depan

Discussion about this post

Recommended Stories

Hokkop Situngkir Perkuat Strategi Biomassa PLN EPI, Buka Ruang Akselerasi Ekonomi Aceh

Hokkop Situngkir Perkuat Strategi Biomassa PLN EPI, Buka Ruang Akselerasi Ekonomi Aceh

August 13, 2026
Hadiri Maulid IKNR. Ini pesan Wagub Aceh Untuk Perantau di Jakarta

Hadiri Maulid IKNR. Ini pesan Wagub Aceh Untuk Perantau di Jakarta

September 20, 2025
Seruan Wali Nanggroe Aceh Jelang Peringatan Hari Damai: Jaga Perdamaian, Rawat Persaudaraan, dan Bangun Masa Depan Aceh Bersama

Seruan Wali Nanggroe Aceh Jelang Peringatan Hari Damai: Jaga Perdamaian, Rawat Persaudaraan, dan Bangun Masa Depan Aceh Bersama

August 14, 2026
  • Dataset
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi@tinjauan.id

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!