Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home News Daerah

Dirut PT. PEMA Tinjau Pembangunan KIA Ladong, Percepat Realisasi Pabrik Baja Ringan dan Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

TINJAUAN ID by TINJAUAN ID
July 29, 2026
Reading Time: 2 mins read
0
Dirut PT. PEMA Tinjau Pembangunan KIA Ladong, Percepat Realisasi Pabrik Baja Ringan dan Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

Aceh Besar – Direktur Utama PT Pembangunan Aceh Perseroda (PT PEMA)  Mawardi Nur, meninjau langsung progres pengembangan Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mempercepat realisasi investasi strategis di sektor industri konstruksi sekaligus mendorong hilirisasi ekonomi Aceh, Selasa, 28 Juli 2026 di Aceh Besar.

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan kawasan serta memantau tahapan pembangunan pabrik baja ringan yang menjadi salah satu tenant utama di KIA Ladong. Kehadiran industri ini diharapkan menjadi tonggak awal terbentuknya klaster industri konstruksi yang terintegrasi dan mampu meningkatkan daya saing industri manufaktur di Aceh.

Dalam pengembangannya, PT PEMA menjalin kerja sama dengan PT Indo Surya Gavalum (ISG) Group melalui PT Aceh Global Steel, kerjasama tersebut diharapkan mampu menghadirkan investasi yang tidak hanya membangun fasilitas produksi, tetapi juga mendorong transfer teknologi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, dan penguatan kapasitas industri lokal.

Direktur Utama PT PEMA, Mawardi Nur, menegaskan bahwa pembangunan pabrik baja ringan merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam mengembangkan industri konstruksi di Aceh serta menciptakan nilai tambah bagi perekonomian daerah.

“Kawasan Industri Aceh Ladong kami siapkan menjadi pusat pertumbuhan industri baru yang produktif, modern, dan kompetitif. Kerja sama ini bukan sekadar membangun sebuah pabrik, tetapi membangun fondasi industri konstruksi Aceh agar mampu memenuhi kebutuhan daerah, mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar Aceh, sekaligus menarik investasi lanjutan ke Aceh,” ujar Mawardi Nur.

Pada tahap awal, pengembangan pabrik baja ringan ini akan memanfaatkan lahan seluas 5 hektar di dalam Kawasan Industri Aceh Ladong. Dengan pemanfaatan lahan tersebut, pabrik ditargetkan memiliki kapasitas produksi hingga 2.000 ton baja ringan per bulan untuk memenuhi kebutuhan pasar Aceh dan wilayah sekitarnya. Ke depan, kawasan ini direncanakan berkembang menjadi klaster yang terdiri dari empat pabrik baja ringan yang saling terintegrasi sehingga mampu memperkuat rantai pasok material konstruksi nasional.

Selain mendorong pertumbuhan industri, proyek ini juga diproyeksikan memberikan dampak ekonomi yang luas melalui penyerapan tenaga kerja lokal, tumbuhnya usaha pendukung, serta meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar kawasan industri.

“Setiap investasi yang kami hadirkan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami ingin industri ini membuka lapangan kerja baru bagi putra-putri Aceh, menggerakkan pelaku usaha dan jasa pendukung, serta menciptakan multiplier effect yang berkelanjutan bagi perekonomian daerah. Inilah komitmen PT PEMA sebagai Badan Usaha Milik Aceh dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” tambahnya.

Dengan dukungan lahan yang memadai, infrastruktur dasar yang terus dikembangkan, akses logistik yang strategis, serta kedekatannya dengan berbagai pusat kegiatan ekonomi, KIA Ladong memiliki potensi besar menjadi salah satu pusat pertumbuhan industri baru di Aceh.

Melalui pengembangan kawasan industri ini, PT PEMA terus membuka peluang kolaborasi dengan investor, pelaku usaha, lembaga pendidikan, dan mitra strategis lainnya untuk bersama-sama membangun ekosistem industri yang kompetitif, memperluas kesempatan kerja, memperkuat sektor konstruksi, dan mempercepat transformasi ekonomi Aceh menuju daerah yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing.[]

Tags: AcehEKonomiKIA LadongMawardi NurPT PEMA
ShareTweetSendShare

Related Posts

Lembaga Wali Nanggroe Serap Aspirasi Penguatan MoU Helsinki di Aceh Jaya
Daerah

Lembaga Wali Nanggroe Serap Aspirasi Penguatan MoU Helsinki di Aceh Jaya

July 29, 2026
Ketua DPRA Terima Silaturahmi dan Diskusi Strategis Bersama KIP Aceh
Daerah

Ketua DPRA Terima Silaturahmi dan Diskusi Strategis Bersama KIP Aceh

July 29, 2026
FISIP USK Satukan Suara, Aceh Harus Jadi Pemain Utama di Blok Andaman
Daerah

FISIP USK Satukan Suara, Aceh Harus Jadi Pemain Utama di Blok Andaman

July 29, 2026
Pendapatan Negara Tumbuh 21,4 Persen, Menkeu Purbaya Klaim Kinerja APBN Semester I 2026 Solid
Ekonomi

Pendapatan Negara Tumbuh 21,4 Persen, Menkeu Purbaya Klaim Kinerja APBN Semester I 2026 Solid

July 29, 2026
Warisan Turun-Temurun, Petani Garam Paru Cot, Pidie Jaya Bertahan di Tengah Cuaca dan Biaya yang Tak Menentu
Daerah

Warisan Turun-Temurun, Petani Garam Paru Cot, Pidie Jaya Bertahan di Tengah Cuaca dan Biaya yang Tak Menentu

July 28, 2026
Bupati Aceh Besar Apresiasi Pembangunan Sumur Bor Sucofindo untuk Masyarakat Lambleut
Daerah

Syech Muharram Minta OPD Respon Cepat Tangani Kekeringan

July 28, 2026
Next Post
Menko Yusril : Pemerintah Pasti Akan Merespons Positif 17+8 Tuntutan Rakyat

Menko Yusril Minta Polri Tingkatkan Keamanan dan Perlindungan Masyarakat, Cegah Aksi Main Hakim Sendiri

Discussion about this post

Recommended Stories

Cerita Relawan Menjangkau Pining Gayo Lues yang Masih Terisolir

Rakyat Aceh Tak Peduli Siapa yang Diganti, Terlebih Pengungsi

February 3, 2026
Beredar Surat Undangan Bupati Aceh Tengah Terkait Ekplorasi Tambang Emas dengan Calon Investor, Ada Apa?

Beredar Surat Undangan Bupati Aceh Tengah Terkait Ekplorasi Tambang Emas dengan Calon Investor, Ada Apa?

May 11, 2026
Wali Nanggroe Minta Penjelasan Pergub JKA, Sekda Aceh : Penataan Data dan Efisiensi Anggaran

Wali Nanggroe Minta Penjelasan Pergub JKA, Sekda Aceh : Penataan Data dan Efisiensi Anggaran

May 19, 2026
  • Dataset
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi@tinjauan.id

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!