Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home Ekonomi

RUU Migas Dibahas, Kewenangan Khusus Migas Aceh Melalui BPMA Perlu Kepastian

TINJAUAN ID by TINJAUAN ID
September 13, 2026
Reading Time: 3 mins read
0
Saatnya Pelabuhan Krueng Geukueh Dioptimalkan Sebagai Pintu Utama Ekspor CPO Sawit Aceh

BANDA ACEH — Pembahasan Rancangan Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi (RUU Migas) dan wacana pembentukan BUK Migas di tingkat nasional membuka kembali persoalan mengenai posisi dan kewenangan khusus Aceh dalam pengelolaan sektor migas melalui Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA).

Pengamat bidang Energi, Keuangan Strategis dan Tata Kelola BUMD, Ali Mulyagusdin, menilai perkembangan RUU Migas perlu menjadi perhatian serius bagi Aceh. Ia mengungkapkan bahwa perubahan tersebut perlu memastikan kewenangan khusus migas Aceh melalui BPMA tetap memiliki dasar hukum yang jelas, Minggu, 13 September 2026 di Banda Aceh.

Ali menyoroti adanya dua proses legislasi yang menurutnya berjalan beriringan, yakni pembahasan RUU Migas di tingkat nasional dan wacana perubahan terhadap Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA).

Menurut Ali, kondisi tersebut membuat Aceh perlu lebih aktif mengawal substansi RUU Migas, terutama ketentuan yang dapat bersinggungan dengan kewenangan BPMA.

Potensi Persinggungan BUK Migas dan BPMA

Salah satu titik perhatian Ali adalah rencana pembentukan Badan Usaha Khusus (BUK) Migas) dalam RUU Migas.

“BUK Migas dirancang sebagai badan hukum publik yang bertanggung jawab kepada Presiden dengan kewenangan yang luas dalam pengelolaan sektor migas nasional,” kata Ali.

Di sisi lain, Ali menerangkan, BPMA telah memiliki landasan hukum melalui UUPA dan Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2015 sebagai lembaga yang menjalankan pengelolaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi di Aceh.

Dari sini, menurut Ali, terdapat potensi persinggungan kewenangan apabila RUU Migas memberikan kewenangan yang terlalu luas kepada BUK Migas tanpa mengatur secara eksplisit posisi Aceh dan BPMA.

Persoalannya, kata Ali, bukan semata-mata mengenai ada atau tidaknya BUK Migas, tetapi bagaimana hubungan kewenangan antara lembaga nasional tersebut dengan BPMA dirumuskan.

“Pengakuan eksplisit kewenangan BPMA perlu dicantumkan dalam ketentuan peralihan RUU sebelum tahap DIM rampung,” ujar Ali.

Jangan Sampai Kekhususan Aceh Bergantung pada Aturan Turunan

Ali berpandangan, kepastian mengenai BPMA sebaiknya tidak diserahkan sepenuhnya kepada peraturan pelaksana setelah RUU Migas disahkan.

Menurut dia, keberadaan dan kewenangan BPMA perlu mendapatkan pengakuan yang jelas dalam norma undang-undang, termasuk melalui ketentuan peralihan apabila terjadi perubahan kelembagaan dalam tata kelola migas nasional.

Hal tersebut dinilai penting untuk menghindari ketidakpastian hukum terhadap kegiatan usaha migas yang telah berjalan maupun investasi baru di Aceh.

Dalam konteks tersebut, Ali juga menyoroti sejumlah wilayah kerja migas yang selama ini berada dalam rezim pengelolaan BPMA, termasuk Blok B, Blok A, ONWA/OSWA serta wilayah prospek migas di kawasan Andaman.

Tiga Kepentingan Aceh

Ali mengidentifikasi sedikitnya tiga hal yang menurutnya perlu dikawal Aceh dalam proses pembahasan RUU Migas.

Pertama, pengakuan eksplisit terhadap keberadaan dan kewenangan BPMA sebagai lembaga yang lahir dari kekhususan Aceh.

Kedua, kepastian mengenai Dana Bagi Hasil (DBH) migas, termasuk formula pembagian penerimaan antara pemerintah pusat dan daerah.

Ketiga, jaminan kepastian hukum terhadap kontrak dan wilayah kerja migas yang telah berjalan, sehingga perubahan regulasi tidak menimbulkan ketidakpastian bagi pemerintah daerah maupun pelaku usaha.

“Ketiga aspek tersebut perlu dibawa ke dalam pembahasan RUU sebelum proses legislasi memasuki tahap final,” terangnya.

Posisi BUK Migas dan BPMA

Meski menyoroti potensi persinggungan, Ali tidak memandang BUK Migas dan BPMA harus ditempatkan sebagai dua lembaga yang saling berhadapan. Ali justru menawarkan pendekatan berupa kemitraan dua tingkat.

“BUK Migas dapat menjalankan fungsi strategis pada tingkat nasional, seperti integrasi data, standardisasi teknis dan kebijakan serta negosiasi yang bersifat strategis. Sementara BPMA tetap menjalankan fungsi pengelolaan dan pengawasan kegiatan usaha hulu migas dalam wilayah kewenangan Aceh sesuai dengan UUPA,” jelasnya.

Menurut Ali, pembagian seperti itu dapat menjaga konsistensi tata kelola migas nasional tanpa menghilangkan kekhususan Aceh.

Ali juga menilai Pemerintah Aceh, DPRA, BPMA dan anggota DPR RI asal Aceh perlu membangun posisi bersama dalam mengawal pembahasan RUU Migas.

“Proses legislasi memiliki tahapan dan batas waktu. Karena itu, kepentingan Aceh perlu disampaikan ketika ruang untuk memengaruhi substansi undang-undang masih terbuka,” Ali mengingatkan.

Bagi Ali, persoalan utama bukan memilih antara kepentingan nasional atau Aceh. Tantangannya adalah memastikan desain tata kelola migas nasional yang baru tetap memberikan ruang hukum yang jelas bagi pelaksanaan kewenangan khusus Aceh.

Dengan demikian, pembentukan kelembagaan migas nasional yang baru tidak menimbulkan ketidakpastian terhadap posisi BPMA maupun pengelolaan sumber daya migas Aceh.[]

Tags: AcehBpmaBUK MigasenergiMakin Tahu IndonesiamigasRUU Migas
ShareTweetSendShare

Related Posts

Danantara Akan Restrukturisasi BUMN, Ungkap 52 Persen Perusahaan BUMN Merugi Rp23 Triliun per Tahun
Ekonomi

Danantara Akan Restrukturisasi BUMN, Ungkap 52 Persen Perusahaan BUMN Merugi Rp23 Triliun per Tahun

October 29, 2026
Lesunya Daya Beli Sektor Ritel Bangunan di Banda Aceh, Toko Bangunan Terbeban Kenaikan Harga Material
Daerah

Lesunya Daya Beli Sektor Ritel Bangunan di Banda Aceh, Toko Bangunan Terbeban Kenaikan Harga Material

October 22, 2026
Komoditas Kopi Aceh: Masalah Produktivitas, Turunnya Nilai Ekspor, dan Tantangan Kesejahteraan Petani
Ekonomi

Komoditas Kopi Aceh: Masalah Produktivitas, Turunnya Nilai Ekspor, dan Tantangan Kesejahteraan Petani

October 22, 2026
PT PEMA Fokus Optimalkan Hasil Diversifikasi Bisnis di 2027
Daerah

PT PEMA Fokus Optimalkan Hasil Diversifikasi Bisnis di 2027

October 20, 2026
Peluang Limbah Sawit Jadi Cuan, Bisakah Aceh Mengoptimalkannya?
Ekonomi

Peluang Limbah Sawit Jadi Cuan, Bisakah Aceh Mengoptimalkannya?

October 11, 2026
Jabat Dua Kementerian Sekaligus, Apakah Bahlil Menjadi “The New Luhut”? 
Ekonomi

Jabat Dua Kementerian Sekaligus, Apakah Bahlil Menjadi “The New Luhut”? 

October 2, 2026
Next Post
Cerita Korban Banjir Aceh di Cot Ara: Harapan pada Sawah yang Terkubur Lumpur

Rp25,65 Triliun Pemulihan Pascabencana Aceh: Uangnya Ada di Mana, Proyeknya Sampai Mana?

Wagub Aceh Fadlullah Silaturahmi dengan Waled Lapang

Wagub Aceh Fadlullah Silaturahmi dengan Waled Lapang

Discussion about this post

Recommended Stories

Dinas ESDM Aceh dan BPMA Percepat Implementasi Permen ESDM 14/2025, Bireuen Diusulkan Jadi Pilot Project Sumur Masyarakat

Dinas ESDM Aceh dan BPMA Percepat Implementasi Permen ESDM 14/2025, Bireuen Diusulkan Jadi Pilot Project Sumur Masyarakat

May 6, 2026
Sumitro Djojohadikusumo, Arsitek Ekonomi Indonesia Modern

Sumitro Djojohadikusumo, Arsitek Ekonomi Indonesia Modern

June 16, 2026
Wali Nanggroe Minta Rakyat Aceh Jaga Stabilitas Sosial dan Energi di Tengah Dinamika Global

Wali Nanggroe Minta Rakyat Aceh Jaga Stabilitas Sosial dan Energi di Tengah Dinamika Global

April 25, 2026
  • Dataset
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi@tinjauan.id

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!