Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Dinas Dayah Aceh Klarifikasi Pengadaan Kitab Rp50,53 Miliar, Sasar 36.171 Santri di 286 Dayah

TINJAUAN ID by TINJAUAN ID
September 5, 2026
Reading Time: 3 mins read
0
Dinas Dayah Aceh Klarifikasi Pengadaan Kitab Rp50,53 Miliar, Sasar 36.171 Santri di 286 Dayah

Banda Aceh – Dinas Pendidikan Dayah Aceh memberikan klarifikasi terkait sorotan terhadap pengadaan Al-Qur’an dan kitab senilai Rp50,53 miliar yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh.

Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Muhsin, melalui Kepala Bidang Manajemen Sarana dan Prasarana sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Lian Sofyan, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bentuk perhatian Pemerintah Aceh dalam mendukung kebutuhan pembelajaran santri di dayah.

Menurut Lian, penyediaan Al-Qur’an dan kitab tersebut diarahkan kepada 286 dayah dengan sasaran sebanyak 36.171 santri, yang terdiri dari santri pada tiga jenjang pendidikan, yaitu Ula, Wustha dan Ulya.

“Program ini pada prinsipnya merupakan bentuk perhatian Pemerintah Aceh untuk mendukung keberlangsungan pendidikan dayah, khususnya dalam membantu tersedianya bahan pembelajaran yang dibutuhkan para santri,” kata Lian kepada redaksi, Jumat, 4 Agustus 2026.

Berdasarkan data perencanaan program, alokasi penerima manfaat terdiri dari 26.382 santri jenjang Ula, 5.917 santri jenjang Wustha, dan 3.872 santri jenjang Ulya.

Dengan demikian, jumlah santri yang menjadi sasaran program mencapai 36.171 santri. Sementara total jumlah santri dayah di Aceh tercatat sebanyak 252.933 santri.

Lian menegaskan, data tersebut menunjukkan bahwa program penyediaan kitab ini belum dimaksudkan untuk memenuhi seluruh kebutuhan kitab bagi seluruh santri di Aceh, melainkan merupakan dukungan Pemerintah Aceh yang dilaksanakan berdasarkan kemampuan anggaran, perencanaan dan prioritas kebutuhan.

“Jumlah santri kita sangat besar. Karena itu, program ini tentu belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan santri di Aceh. Namun, kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi santri dan dayah yang menjadi penerima,” ujarnya.

Menurut Lian, kebutuhan Al-Qur’an dan kitab merupakan salah satu bagian penting dalam proses pembelajaran di dayah. Tidak semua santri memiliki kemampuan ekonomi yang sama untuk memenuhi kebutuhan bahan pembelajaran secara mandiri.

Selain itu, penyediaan kitab juga diharapkan dapat memberikan dukungan kepada dayah yang berada di wilayah yang mengalami dampak bencana hidrometeorologi dan banjir pada November 2025.

“Bencana yang terjadi di sejumlah wilayah Aceh tidak hanya berdampak pada kehidupan masyarakat dan sarana fisik, tetapi juga terhadap aktivitas pendidikan. Karena itu, dukungan terhadap kebutuhan pembelajaran santri, termasuk penyediaan Al-Qur’an dan kitab, menjadi bagian dari perhatian pemerintah agar proses pendidikan tetap berjalan,” jelas Lian.

Harga Pengadaan

Terkait sorotan mengenai harga sejumlah kitab yang dibandingkan dengan harga pada marketplace, Lian menjelaskan bahwa sebelum proses pengadaan dilaksanakan, Dinas Pendidikan Dayah Aceh telah melakukan proses perencanaan dan pengumpulan informasi harga, termasuk survei kepada sejumlah toko atau penyedia kitab.

Menurutnya, perbandingan harga harus dilakukan secara setara atau apple-to-apple, dengan memperhatikan kesamaan jenis barang, judul, penerbit, spesifikasi, kualitas, jumlah, waktu transaksi, lokasi pengiriman dan kondisi transaksi.

“Dalam harga pengadaan terdapat beberapa komponen yang harus dilihat secara keseluruhan. Pengadaan pemerintah tidak hanya melihat harga barang, tetapi juga struktur transaksi, termasuk aspek perpajakan, distribusi atau pengiriman, pemenuhan spesifikasi dan volume, serta komponen lain yang secara sah melekat pada transaksi pengadaan,” katanya.

Karena itu, menurut Lian, harga yang ditampilkan pada marketplace tidak dapat secara langsung dijadikan satu-satunya dasar untuk menyimpulkan kewajaran harga tanpa terlebih dahulu memastikan kesetaraan barang dan kondisi transaksinya.

Dinas Pendidikan Dayah Aceh, kata Lian, tetap terbuka terhadap data pembanding maupun masukan dari masyarakat dan media.

“Kalau ada data atau informasi yang perlu diklarifikasi, kami terbuka untuk melakukan pengecekan berdasarkan dokumen dan data yang dapat dipertanggungjawabkan. Kritik dan masukan masyarakat merupakan bagian dari pengawasan terhadap pelaksanaan program pemerintah,” ujarnya.

71 Paket dan 10 Penyedia

Berdasarkan data sistem e-procurement INAPROC, pengadaan Al-Qur’an dan kitab tersebut tercatat dengan nilai Rp50.532.491.850, yang terdiri dari 71 paket pekerjaan dan melibatkan 10 perusahaan penyedia.

Sementara berdasarkan data pagu program penyediaan kitab, total pagu tercatat sebesar Rp52.237.727.750.

Lian menegaskan bahwa pelaksanaan pengadaan tersebut dilakukan dalam kerangka peraturan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah serta diarahkan untuk memenuhi prinsip transparansi, akuntabilitas, efektivitas, efisiensi dan kemanfaatan bagi masyarakat.

“Yang paling penting bagi kami adalah bagaimana program ini dapat memberikan manfaat kepada santri dan dayah penerima. Kami menghargai perhatian publik dan media, serta berkomitmen memberikan penjelasan berdasarkan data dan dokumen yang dapat dipertanggungjawabkan,” ia menjelaskan.

Dinas Pendidikan Dayah Aceh menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola program, meningkatkan transparansi serta memastikan setiap kebijakan dan penggunaan anggaran Pemerintah Aceh memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat, khususnya bagi keberlangsungan pendidikan dayah dan para santri di Aceh.[]

Tags: DayahDinas Pendidikan Dayah Acehpengadaan kitab
ShareTweetSendShare

Related Posts

Bagaimana Kerajaan Aceh Menguasai Perdagangan Lada Dunia? Sejarah Strategi Perdagangan yang Membuat Aceh Kaya
Sejarah

Bagaimana Kerajaan Aceh Menguasai Perdagangan Lada Dunia? Sejarah Strategi Perdagangan yang Membuat Aceh Kaya

October 15, 2026
Mualem Upayakan Listrik Gratis di Huntara Korban Banjir Aceh
Uncategorized

Mualem Upayakan Listrik Gratis di Huntara Korban Banjir Aceh

October 15, 2026
Bupati Aceh Besar Syech Muharram Tegaskan Kepastian Hukum untuk Lindungi Hak Masyarakat Hukum Adat
Daerah

Bupati Aceh Besar Syech Muharram Tegaskan Kepastian Hukum untuk Lindungi Hak Masyarakat Hukum Adat

October 7, 2026
Wagub Aceh Dek Fadh Tinjau Sejumlah Infrastruktur dan Kondisi Sungai di Bireuen-Aceh Utara
Uncategorized

Wagub Aceh Dek Fadh Tinjau Sejumlah Infrastruktur dan Kondisi Sungai di Bireuen-Aceh Utara

October 6, 2026
Perkuat Kinerja Pemerintahan, Bupati Aceh Besar Syech Muharram Idris Tekankan Koordinasi Antar-OPD
Uncategorized

Perkuat Kinerja Pemerintahan, Bupati Aceh Besar Syech Muharram Idris Tekankan Koordinasi Antar-OPD

October 5, 2026
Wagub Aceh Dek Fadh Hadiri Haul ke-38 Abu Tanoh Mirah di Bireuen
Uncategorized

Wagub Aceh Dek Fadh Hadiri Haul ke-38 Abu Tanoh Mirah di Bireuen

October 1, 2026
Next Post
Bahas Kemandirian Ekonomi Dayah, Dinas Pendidikan Dayah Aceh Audiensi dengan Menteri Ekonomi Kreatif

Bahas Kemandirian Ekonomi Dayah, Dinas Pendidikan Dayah Aceh Audiensi dengan Menteri Ekonomi Kreatif

Soal WNI Masuk Militer Asing, Menko Yusril Nyatakan Tidak Otomatis Kehilangan Status Kewarganegaraan

Menko Yusril Tegaskan Penanganan Kericuhan 27 Agustus Harus Berjalan Tanpa Pandang Bulu

Discussion about this post

Recommended Stories

BPD Sumbar Prioritaskan UMKM, Bank Aceh Pentingkan Surat Berharga

BPD Sumbar Prioritaskan UMKM, Bank Aceh Pentingkan Surat Berharga

September 23, 2025
Mengurangi Gesekan Antara Kaum Tradisionalis dan Kaum Akademis dengan Tiga Tradisi Keilmuan Islam ala Prof. Amin Abdullah

Mengurangi Gesekan Antara Kaum Tradisionalis dan Kaum Akademis dengan Tiga Tradisi Keilmuan Islam ala Prof. Amin Abdullah

April 17, 2026
Mahasiswa STISNU Aceh Ikuti Pelatihan Desain Grafis Bersama KemenEkraf

Mahasiswa STISNU Aceh Ikuti Pelatihan Desain Grafis Bersama KemenEkraf

August 30, 2025
  • Dataset
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi@tinjauan.id

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!