Bener Meriah – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bener Meriah mulai tancap gas memperkuat pengawasan partisipatif menjelang pesta demokrasi. Salah satu langkah yang ditempuh yakni menggandeng Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Bener Meriah melalui rencana penandatanganan nota kesepahaman (MoU).
Komitmen itu mengemuka dalam pertemuan antara Bawaslu dan jajaran Kwarcab Gerakan Pramuka Bener Meriah yang berlangsung di ruang rapat Bawaslu, Rabu (5/8/2026).
Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat (HP2H) Bawaslu Bener Meriah, Hermansyah putra, SE., M.Si., menegaskan pengawasan pemilu tidak akan berjalan maksimal jika hanya mengandalkan penyelenggara.
“Pengawas pemilu tidak bisa bekerja sendiri. Kami harus melibatkan masyarakat luas, termasuk Gerakan Pramuka yang memiliki jaringan hingga ke tingkat gugus depan. Kami optimistis kerja sama ini akan memperkuat pengawasan partisipatif sekaligus membangun generasi yang sadar demokrasi,” kata Herman.
Menurutnya, Bawaslu juga akan mempercepat penyusunan MoU dengan Kwarcab sebagai dasar pelaksanaan berbagai program bersama, termasuk pendidikan kepemiluan bagi generasi muda.
Tak hanya itu, Bawaslu berencana menghidupkan kembali Saka Adhyasta Pemilu, wadah pembinaan Pramuka di bidang kepemiluan yang pernah dibentuk pada 2017 untuk menghadapi Pemilu 2019.
“Bener Meriah merupakan kabupaten pertama di Aceh yang membentuk Saka Adhyasta Pemilu. Kami berharap tahun ini bisa kembali diaktifkan melalui kerja sama yang lebih kuat bersama Kwarcab,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Bener Meriah, Zia Ul Hakumar, mendorong agar penandatanganan MoU dipercepat. Pasalnya, Kwarcab akan menggelar Perkemahan Wirakarya pada September 2026 yang dinilai menjadi momentum tepat untuk memulai kolaborasi.
“Kami berharap MoU segera terealisasi agar program bersama bisa langsung dijalankan. Kami juga mengapresiasi upaya Bawaslu menghidupkan kembali Saka Adhyasta Pemilu dan berharap organisasi ini tetap eksis sebagai wadah pembentukan karakter generasi muda yang peduli terhadap demokrasi dan pengawasan pemilu,” pungkasnya.[]












Discussion about this post