BANDA ACEH – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banda Aceh menggelar kegiatan donor darah di lobi dan halaman Kantor Dinas ESDM Aceh, Jumat (23/1/2026). Kegiatan pertama di awal tahun 2026 ini diikuti oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkungan dinas serta masyarakat umum.
Kepala Dinas ESDM Aceh Taufik menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan bukti empati sosial serta kontribusi nyata dinasnya dalam membantu menjaga ketersediaan stok darah bagi pasien di rumah sakit. Taufik menambahkan bahwa pada tahun 2025 lalu, melalui kegiatan serupa Dinas ESDM berhasil mengumpulkan 125 kantong darah. “Alhamdulillah hari ini terkumpul 33 kantong darah. Saya lihat ini sebagai langkah awal yang baik, semoga dengan izin Allah di tahun 2026 ini kami dapat berkontribusi lebih banyak dari tahun lalu,” ujar Taufik yang telah melakukan donor darah sebanyak 20 kali. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dan berpartisipasi. “Insya Allah, setiap tetes darah akan menjadi amal jariah bagi kita semua,” tambahnya.
Koordinator Lapangan Unit Donor Darah PMI Kota Banda Aceh, dr. Nurul Husna, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Dinas ESDM Aceh. Menurutnya, permintaan darah saat ini berada pada level tinggi. PMI Kota Banda Aceh menjadi penyedia darah bagi pasien tidak hanya di rumah sakit di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar, tetapi juga wilayah Aceh Jaya dan Sabang. “Salah satunya, Rumah Sakit Umum Pusat Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh saja membutuhkan sekitar 150 kantong darah per hari, dan itu angka yang tidak sedikit,” ungkapnya.
dr. Nurul Husna mengajak masyarakat tidak ragu menjadi pendonor. Ia menekankan bahwa donor darah selain bernilai kemanusiaan, dari segi medis juga banyak membawa manfaat kesehatan bagi pendonor. “Donor darah dapat merangsang pembentukan sel darah merah baru, melancarkan peredaran darah, dan berkontribusi menjaga kesehatan jantung,” rincinya.
Antusiasme peserta terlihat sejak pagi hari. Attaya Raniya, salah satu ASN Dinas ESDM Aceh yang telah delapan kali melakukan donor darah, mengaku bangga terlibat. “Kegiatannya sekitar 10 menit, namun dampaknya bisa seumur hidup bagi seseorang,” ucapnya singkat.
Keterlibatan aktif Dinas ESDM Aceh dalam kegiatan donor darah menjadi cermin nyata bahwa aparatur negara hadir tidak hanya sebagai penyelenggara administrasi, tetapi juga sebagai teladan moral dan motor penggerak solidaritas sosial dalam membangun budaya empati.













Discussion about this post