Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Harga Murah dan Hemat Biaya, Mengapa Mobil Listrik Makin Digemari di Indonesia?

TINJAUAN ID by TINJAUAN ID
September 20, 2026
Reading Time: 2 mins read
0
Harga Murah dan Hemat Biaya, Mengapa Mobil Listrik Makin Digemari di Indonesia?

JAKARTA — Kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) kini bukan lagi sekadar barang mewah. Di jalanan kota-kota besar di Indonesia, pemandangan mobil berpelat dengan garis biru semakin lazim ditemui. Daya tarik utama yang mendongkrak popularitas mobil listrik di Indonesia makin digemari. Hal ini bermuara pada dua faktor kunci: harga unit yang semakin terjangkau dan biaya operasional yang jauh lebih hemat.

Dalam beberapa tahun terakhir, pasar otomotif Indonesia diramaikan oleh berbagai pabrikan yang menghadirkan lini mobil listrik berukuran compact dengan harga mulai dari Rp200 jutaan.

Kehadiran varian ini seketika mematahkan stigma bahwa kendaraan ramah lingkungan hanya diperuntukkan bagi kalangan atas. Namun, harga beli yang kompetitif ternyata hanyalah satu sisi dari daya pikat EV; biaya operasional harian dan perawatan jangka panjang yang minim menjadi alasan paling kuat mengapa konsumen mulai beralih secara masif.

Perawatan yang Jauh Lebih Sederhana

Dibandingkan dengan mobil konvensional berbahan bakar minyak, mobil listrik terbukti jauh lebih ramah di kantong untuk urusan perawatan. Konsumen tidak perlu lagi memikirkan biaya rutin untuk penggantian oli mesin, busi, atau filter secara berkala.

Pakar Otomotif sekaligus Dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr. Yannes Martinus Pasaribu menjelaskan bahwa efisiensi ini bersumber pada konstruksi mesin yang ringkas. “Mobil listrik memiliki lebih sedikit komponen gerak dan sistem mekanis yang sederhana,” terang Dr. Yannes.

Meski sangat minim perawatan berat, ia tetap mengingatkan pengguna untuk memperhatikan manajemen baterainya.

“Mobil listrik biasanya dilengkapi dengan sistem manajemen termal yang secara otomatis mengatur suhu, tetapi pemeriksaan dan perawatan secara berkala tetap diperlukan layaknya mobil konvensional,” tambahnya.

Konstruksi Mesin Simpel dan Mudah Diproduksi

Pengamat otomotif dan pembalap nasional, Fitra Eri, juga menyoroti kesederhanaan teknologi listrik. Ia bahkan menilai teknologi yang simpel ini membuat kendaraan listrik sangat masuk akal jika ingin dijadikan fondasi pengembangan mobil nasional di masa depan.

Menurut Fitra, merakit kendaraan listrik tidak serumit membuat mobil dengan mesin pembakaran dalam (internal combustion engine) yang memiliki piston dan berbagai komponen pergerakan yang kompleks.

“Dan untuk alih teknologi, kita membuat motor listrik sendiri tidak sesulit membuat internal combustion engine sendiri,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa fokus utama dalam produksi EV sangatlah ringkas. “Mobil listrik hanya membutuhkan komponen utama baterai, motor listrik, sama kontrol unit,” tegas Fitra Eri seperti dirilis Tempo.co.

Pandangan ini diperkuat oleh fakta bahwa komponen suku cadang mobil listrik diestimasikan hanya berjumlah sekitar seperlima dari total komponen mobil konvensional. Hal ini menjadikan pemakaian harian mobil listrik sangat efisien, tahan banting, dan ekonomis.

Dukungan Ekosistem dan Pembebasan Pajak

Faktor lain yang tidak bisa dikesampingkan adalah masifnya dorongan regulasi. Pengguna mobil listrik di Indonesia saat ini dimanjakan oleh berbagai insentif dari pemerintah, mulai dari keringanan pajak, hingga pembebasan dari aturan ganjil-genap di wilayah DKI Jakarta.

Paduan antara biaya pengecasan listrik yang jauh lebih murah daripada membeli bensin, serta kemudahan melintasi jalanan kota tanpa batasan ganjil-genap, membuat EV menjadi opsi paling logis.

Tingginya minat masyarakat Indonesia terhadap EV menunjukkan pergeseran prioritas konsumen. Isu lingkungan (nol emisi) memang menjadi nilai tambah, tetapi pada praktiknya, total biaya kepemilikan (cost of ownership) yang hemat dan kepraktisan mobilitas adalah magnet utama yang membuat mobil listrik semakin menguasai jalanan Indonesia.[]

Tags: EKonomiindonesiaMakin Tahu IndonesiaMobil listrikotomotif
ShareTweetSendShare

Related Posts

Saatnya Pelabuhan Krueng Geukueh Dioptimalkan Sebagai Pintu Utama Ekspor CPO Sawit Aceh
Daerah

PAD Aceh Masih Rendah, Ali Mulyagusdin Soroti Minimnya Kontribusi BUMA untuk Pemerintah Aceh

September 20, 2026
Kemiskinan dan Pengangguran di Aceh Tinggi, Pengamat Ekonomi Bisnis Desak Pemda Optimalkan HGU dan Hilirisasi Sawit
Daerah

Kemiskinan dan Pengangguran di Aceh Tinggi, Pengamat Ekonomi Bisnis Desak Pemda Optimalkan HGU dan Hilirisasi Sawit

September 17, 2026
Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan Baru, Berikut Profilnya dan Komentar Sejumlah Pengamat
Ekonomi

Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan Baru, Berikut Profilnya dan Komentar Sejumlah Pengamat

September 15, 2026
Rata-Rata Pendapatan Pekerja Informal Aceh Rp1,70 Juta, Lebih Rendah dari Angka Nasional
Data

Rata-Rata Pendapatan Pekerja Informal Aceh Rp1,70 Juta, Lebih Rendah dari Angka Nasional

September 14, 2026
Saatnya Pelabuhan Krueng Geukueh Dioptimalkan Sebagai Pintu Utama Ekspor CPO Sawit Aceh
Ekonomi

RUU Migas Dibahas, Kewenangan Khusus Migas Aceh Melalui BPMA Perlu Kepastian

September 13, 2026
Saatnya Pelabuhan Krueng Geukueh Dioptimalkan Sebagai Pintu Utama Ekspor CPO Sawit Aceh
Daerah

Saatnya Pelabuhan Krueng Geukueh Dioptimalkan Sebagai Pintu Utama Ekspor CPO Sawit Aceh

September 6, 2026
Next Post
Narasi Aceh Merdeka Mencuat Kembali, Apa Sebenarnya yang Sedang Terjadi?

Narasi Aceh Merdeka Mencuat Kembali, Apa Sebenarnya yang Sedang Terjadi?

Sita Rp106,3 Miliar, KPK Bongkar Dugaan Praktik Mafia Tanah dan Suap Jabatan di Kementerian ATR/BPN

Sita Rp106,3 Miliar, KPK Bongkar Dugaan Praktik Mafia Tanah dan Suap Jabatan di Kementerian ATR/BPN

Discussion about this post

Recommended Stories

Dinas Pengairan Aceh Bahas Isu Strategis Pengelolaan Wilayah Sungai Baru-Kluet

Dinas Pengairan Aceh Bahas Isu Strategis Pengelolaan Wilayah Sungai Baru-Kluet

October 27, 2025
Sita Rp106,3 Miliar, KPK Bongkar Dugaan Praktik Mafia Tanah dan Suap Jabatan di Kementerian ATR/BPN

Sita Rp106,3 Miliar, KPK Bongkar Dugaan Praktik Mafia Tanah dan Suap Jabatan di Kementerian ATR/BPN

September 20, 2026
Sekda Aceh Muhammad Nasir Ditetapkan sebagai Komisaris Utama Bank Aceh Syariah Periode 2026–2030

Sekda Aceh Muhammad Nasir Ditetapkan sebagai Komisaris Utama Bank Aceh Syariah Periode 2026–2030

June 23, 2026
  • Dataset
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi@tinjauan.id

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!