ACEH UTARA — Bupati Aceh Utara Ismail A. Jalil (Ayah Wa) mengajak masyarakat untuk kembali mengenang sejarah dan kejayaan Samudera Pasai sebagai salah satu kerajaan Islam awal yang memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah Nusantara.
Ajakan tersebut disampaikan melalui sebuah video yang menampilkan Bupati Aceh Utara bersama sejumlah visual sejarah dan kawasan Monumen Samudera Pasai yang diterima redaksi Sabtu, 5 Agustus2026.
Dalam pesannya, ia menekankan pentingnya menjadikan sejarah sebagai momentum untuk membangun kebanggaan sekaligus menatap masa depan.
“Dari wilayah inilah lahir jejak sejarah dan peradaban Islam yang memiliki pengaruh besar,” demikian pesan yang disampaikan Ayah Wa
Samudera Pasai dikenal sebagai salah satu kerajaan Islam awal di Nusantara yang berkembang di wilayah Aceh Utara. Kerajaan ini tidak hanya menjadi pusat pemerintahan, tetapi juga berkembang sebagai pusat perdagangan dan persinggahan penting dalam jaringan perdagangan kawasan Asia.
Bupati menyebut perjalanan panjang sejarah Aceh dan Nusantara tersebut patut menjadi sumber kebanggaan bagi generasi saat ini. “Dari perjalanan Aceh dan Nusantara, kita mengenang lebih dari 800 tahun Samudera Pasai,” ujarnya.
Menurutnya, peringatan sejarah tidak semestinya berhenti pada romantisme masa lalu. Jejak kejayaan Samudera Pasai harus menjadi inspirasi untuk membangun Aceh Utara yang lebih maju serta memberikan harapan bagi generasi mendatang.
Dalam video tersebut juga disampaikan bahwa rangkaian momentum mengenang sejarah Samudera Pasai akan berlangsung pada 6–13 September 2026, dengan sejumlah kegiatan yang dipusatkan di Aceh Utara.
“Semoga ke depannya Aceh Utara menjadi lebih baik untuk generasi yang akan datang,” pesan Bupati.
Momentum tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat kesadaran sejarah dan identitas Aceh Utara sebagai salah satu kawasan penting dalam sejarah perkembangan Islam, perdagangan, dan peradaban di Nusantara.
Pemerintah daerah berharap masyarakat, khususnya generasi muda, tidak hanya mengenal Samudera Pasai sebagai bagian dari masa lalu, tetapi juga memahami nilai-nilai sejarahnya sebagai modal membangun masa depan Aceh Utara.[]












Discussion about this post