Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home News Daerah

Ustadz Masrul Aidi: Merawat Momentum, Aceh Harus Terampil Menjaga Gagasan

TINJAUAN ID by TINJAUAN ID
September 5, 2026
Reading Time: 2 mins read
0
Ustadz Masrul Aidi: Merawat Momentum, Aceh Harus Terampil Menjaga Gagasan

Banda Aceh — Aceh dikenal sebagai daerah yang kerap melahirkan berbagai gagasan dan terobosan yang kemudian diadopsi menjadi program nasional. Namun, kemampuan melahirkan gagasan tersebut dinilai belum sepenuhnya diikuti dengan keterampilan untuk merawat dan mengembangkan momentum.

Hal itu disampaikan Ustadz Tgk. H. Masrul Aidi dalam acara Peusijuek Tokoh Aceh Besar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Wilayah Aceh Besar, sekaligus peusijuek Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) dan Rektor UIN Ar-Raniry, di Gedung Auditorium Ali Hasjmy UIN Ar-Raniry, Darussalam, Banda Aceh, Sabtu (5/9/2026).

Dalam pandangannya, Aceh memiliki modal besar berupa gagasan, pengalaman sejarah dan sumber daya manusia. Namun, persoalannya adalah bagaimana seluruh potensi tersebut dapat dirawat melalui komunikasi dan kolaborasi yang lebih luas.

“Aceh pioner dalam terobosan program yang sukses diadopsi menjadi program nasional. Namun, dalam merawat gagasan kita belum terampil,” ujar Masrul Aidi.

Menurutnya, salah satu kelemahan yang perlu diperbaiki adalah kebiasaan masyarakat yang cenderung hanya berinteraksi dengan kelompok atau komunitasnya sendiri.

“Hobi kita hanya berkumpul dengan komunitas sendiri, tidak lintas instansi dan profesi,” katanya.

Ia menilai persoalan Aceh akan lebih mudah diselesaikan apabila berbagai kelompok mau membuka ruang komunikasi dan duduk bersama tanpa sekat sosial.

“Satu persoalan selesai sekali duduk. Jangan nasab dan harta membatasi pergaulan kita,” tegasnya.

MoU Bukan Akhir Perjalanan

Masrul juga menyinggung perjalanan Aceh pascakonflik. Menurutnya, pemberontakan bukanlah akhir dari perjalanan Aceh. Tantangan berikutnya adalah memastikan berbagai kesepakatan yang telah dicapai benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Pemberontakan bukan akhir. Implementasi MoU selalu anomali,” ujarnya.

Karena itu, ia mendorong agar berbagai hak adat Aceh yang menjadi bagian dari identitas dan kehidupan masyarakat dapat dikembalikan dan diperkuat.

“Kalaulah dulu saya diizinkan berbicara kepada Presiden maka yang saya minta pertama kali adalah tolong kembalikan semua hak adat Aceh,” katanya.

Menurut Ustadz Masrul, banyak persoalan yang terjadi sebenarnya berkaitan dengan persepsi. Karena itu, komunikasi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, tokoh agama dan berbagai elemen lainnya menjadi sangat penting. “Persoalan tentang persepsi,” ujarnya.

Tata Krama dan Busana Cermin Akhlak

Ustadz Masrul juga mengingatkan bahwa pembangunan Aceh tidak boleh hanya dilihat dari aspek fasilitas dan pembangunan fisik. Ada nilai-nilai sosial dan akhlak yang harus tetap menjadi perhatian.

“Tokoh Pendidikan Seperti Ki Hajar Dewantara Tidak pernah bicara tentang fasilitas. Mereka menampilkan Tata krama dan tata busana sebagai cermin akhlak, seperti Penutup Kepala,” katanya.

Ia menilai kemajuan suatu masyarakat juga tercermin dari cara masyarakat tersebut berinteraksi, menghormati orang lain dan menjaga nilai-nilai yang hidup dalam lingkungan sosialnya.

Pemimpin Aceh Harus Mampu Berkomunikasi

Dalam konteks kepemimpinan Aceh ke depan, Ustadz Masrul menekankan pentingnya pemimpin yang memiliki etika serta kemampuan berbicara dan berkomunikasi dengan baik. “Pemimpin Aceh ke depan harus punya etika, keterampilan berbicara,” ujarnya.

Menurutnya, pemimpin tidak cukup hanya memahami persoalan pemerintahan, tetapi juga harus mampu memahami masyarakat, membangun komunikasi lintas kelompok serta menempatkan diri dalam tatanan negara.

Ia berharap Aceh ke depan mampu melahirkan kepemimpinan yang tidak hanya kuat dalam gagasan, tetapi juga mampu menjaga momentum, membangun jejaring dan menerjemahkan gagasan menjadi kebijakan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Bagi Ustadz Masrul, merawat momentum merupakan bagian penting dari perjalanan Aceh. Gagasan yang baik tidak boleh berhenti sebagai wacana, tetapi harus terus dikawal melalui kolaborasi, etika, komunikasi dan kerja bersama.[]

Tags: AcehICMIUstadz Masrul Aidi
ShareTweetSendShare

Related Posts

Baitul Mal Banda Aceh Buka Penerimaan Berkas Bantuan Fisabilillah, TPA/TPQ, dan Majelis Taklim 2026
Daerah

Baitul Mal Banda Aceh Buka Penerimaan Berkas Bantuan Fisabilillah, TPA/TPQ, dan Majelis Taklim 2026

October 22, 2026
Lesunya Daya Beli Sektor Ritel Bangunan di Banda Aceh, Toko Bangunan Terbeban Kenaikan Harga Material
Daerah

Lesunya Daya Beli Sektor Ritel Bangunan di Banda Aceh, Toko Bangunan Terbeban Kenaikan Harga Material

October 22, 2026
PT PEMA Fokus Optimalkan Hasil Diversifikasi Bisnis di 2027
Daerah

PT PEMA Fokus Optimalkan Hasil Diversifikasi Bisnis di 2027

October 20, 2026
Pembukaan MTQ ke-35 Aceh Besar Tanggal 24 Oktober 2026, Diikuti 663 Peserta
Daerah

Pembukaan MTQ ke-35 Aceh Besar Tanggal 24 Oktober 2026, Diikuti 663 Peserta

October 20, 2026
Lukman Age dan Muhammad Riza Nurdin Resmi Jabat Direksi PT PEMA
Daerah

Lukman Age dan Muhammad Riza Nurdin Resmi Jabat Direksi PT PEMA

October 20, 2026
Wagub Dek Fadh dan Forkopimda Sambut Pangdam IM Brigjen TNI Mahesa Fitriadi, Putra Aceh yang Kembali Mengabdi di Tanah Kelahiran
Daerah

Wagub Dek Fadh dan Forkopimda Sambut Pangdam IM Brigjen TNI Mahesa Fitriadi, Putra Aceh yang Kembali Mengabdi di Tanah Kelahiran

October 18, 2026
Next Post
Mahasiswa UIN SUNA Adakan Workshop Pemanfaatan Media Sosial untuk Meningkatkan UMKM Gampong Blang Lancang

Mahasiswa UIN SUNA Adakan Workshop Pemanfaatan Media Sosial untuk Meningkatkan UMKM Gampong Blang Lancang

Habib Jindan Ke Aceh Akhir September Dalam Rangka Rihlah Dakwah Aceh 2026, Berikut Profilnya

Habib Jindan Ke Aceh Akhir September Dalam Rangka Rihlah Dakwah Aceh 2026, Berikut Profilnya

Discussion about this post

Recommended Stories

Bupati Aceh Besar Ajak Tenaga Kesehatan Layani Masyarakat Dengan Keikhlasan Hati

Bupati Syech Muharram Bersama Ketum Tani Merdeka Panen Raya Jagung di Aceh Besar

April 8, 2026
Mualem Minta Otsus Abadi 2,5 Persen di Hadapan Baleg DPR RI pada Rapat Perubahan UUPA

Mualem Minta Otsus Abadi 2,5 Persen di Hadapan Baleg DPR RI pada Rapat Perubahan UUPA

April 16, 2026
KSAD: Pengelolaan Tanah Blang Padang Berdasarkan Surat Kemenkeu

KSAD: Pengelolaan Tanah Blang Padang Berdasarkan Surat Kemenkeu

July 3, 2025
  • Dataset
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi@tinjauan.id

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!