BANDA ACEH – Muhammad (52), warga Dusun Bahagia, Neusu, Banda Aceh, mengaku pasokan air PDAM Tirta Daroy tiga pekan terakhir sudah relatif lancar. Namun ia tak menampik gangguan masih terjadi. “Selama ini lancar, ada juga macet tapi paling lama 2 hari,” terangnya, Selasa (28/04/2026).
Dua hari tanpa air bagi sebuah keluarga bukan sekadar ketidaknyamanan, ini merupakan gangguan serius. Di wilayah Neusu, keluhan semacam itu bukan hal baru.
Ambia, pengusaha elektronik di Pertokoan Neusu Jaya, sudah lama memutus ketergantungan pada PDAM. “Saya sudah pakai sumur sendiri,” ucapnya.
Hal serupa diakui Arizar, warga Neusu lainnya. “Kami ada sumur sendiri.”
Cut Nurzuhrein bahkan menyebut air PDAM di rumahnya hanya mengalir malam hari. “Hidup hanya malam hari, kami sudah pakai sumur sendiri,” terangnya.
Harus Pakai Mesin, Dulu Beli Air Tangki
Kondisi paling berat dialami warga Dusun Mulia Dua, Neusu Jaya. Zul, warga setempat, mengungkapkan air PDAM di seluruh dusunnya tidak mengalir secara alami, harus ditarik dengan bantuan mesin pompa. “Harus dengan bantuan mesin,” ucapnya.
Tahun lalu, warga bahkan terpaksa membeli air tangki 5.000 liter sebanyak 4–6 kali per bulan seharga Rp 170.000 per mobil. Kini Zul lebih memilih sumur pribadi. “Air sumur di sini lumayan bagus,” ujarnya.
Yang paling mengkhawatirkan bukan soal teknis semata, melainkan paradigma yang telah terbentuk. Zul menirukan ucapan yang kerap ia dengar dari petugas PDAM saat memasang instalasi, “alat kami pasang tapi air tidak kami jamin.” Kalimat itu diterima dengan pasrah oleh warga Neusu.
Ancaman bagi Pendapatan PDAM
Meski kondisi air disebut sudah membaik secara umum, kerusakan kepercayaan tidak pulih semudah memulihkan tekanan pipa. Warga yang sudah berinvestasi membangun sumur pribadi punya sedikit alasan untuk kembali berlangganan PDAM.
Ketidakstabilan layanan dalam jangka panjang berpotensi langsung menekan daya bayar masyarakat kepada PDAM Tirta Daroy. Tantangan ke depan bukan hanya soal infrastruktur, tapi soal membangun ulang kepercayaan terhadap layanan publik di Kota Banda Aceh. Sesuatu yang jauh lebih sulit dari mengganti pipa.[]













Discussion about this post