Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home News Daerah

Guru SMAN Unggul Pidie Jaya Menang Cerita Anak

TINJAUAN ID by TINJAUAN ID
April 18, 2026
Reading Time: 2 mins read
0
Guru SMAN Unggul Pidie Jaya Menang Cerita Anak

Meureudu – Misrina, S.Pd., Guru SMAN Unggul Pidie Jaya, kembali menang lomba menulis cerita anak tahun 2026. Lomba cerita anak dwibahasa diadakan Balai Bahasa Banda Aceh. Jadwal pengumuman lomba tersebut awalnya diagendakan tanggal 13 April 2026. Namun, karena alasan teknis, rilis pengumuman baru tayang di Instagram Balai Bahasa Banda Aceh pada Sabtu, 18 April 2026.

Dihubungi Tinjauan.id, Bu Mis, demikian biasa ia disapa, mengatakan turut senang karena kembali menang setelah tahun 2025 juga menang lomba serupa yang juga diadakan Balai Bahasa Banda Aceh. Ia mengaku mengirim dua cerita anak, tapi terpilih sebagai pemenang hanya salah satu.

“Alhamdulillah senang sekali bisa menulis dan dihargai. Mudah-mudahan senantiasa diberikan waktu dan pikiran yang tenang untuk selalu bisa berkontribusi. Ya, paling tidak, menulis cerita anak,” ujarnya.

Cerita anak dwibahasa tersebut tidak hanya bahasa Aceh, tapi juga bahasa Gayo, bahasa Jamee, bahasa Kluet, dan bahasa-bahasa lainnya yang ada di Aceh.

“Banyak yang menang,” ujar Misrina yang juga anggota FAMe Pidie Jaya.

Misrina senang karena hobi menulis cerita anak dari hobi membaca cerita anak dulunya dapat diapresiasi orang lain. Selain dihargai dengan menerima sejumlah royalti dari Balai Bahasa, nantinya cerita anak itu akan dibukukan Balai Bahasa.

“Itu untuk anak-anak kita. Supaya mereka mau melestarikan bahasa Aceh dan bahasa lainnya di Aceh. itulah maka ditulis. Karena bahasa Aceh dan bahasa daerah lainnya di Aceh belum normatif dalam bahasa tulis,” jelas Bu Guru dua anak ini.

Ia turut memberi contoh adiknya yang kini bermukim di Inggris. Meski tinggal di Manchester bersama suami, adiknya tetap ikut lomba menulis cerita dan mengirimkannya dari sana. Misrina sangat barharap kemenangannya ini menjadi inspirasi untuk para siswa.

“Ya, mereka harus bisa menulis. Menulis apa saja. Tidak hanya fiksi, cerita anak, cerpen, dan lainnya. Bisa juga bentuk esai dan karya ilmiah,” terangnya.

Berdasarkan pengumuman Balai Bahasa Banda Aceh via instagram Misrina menulis cerita anak berjudul ‘Geulumbong ie sabon’ dan di-indonesiakan menjadi ‘balon gelembung’. Sementara Rahmawati, adiknya menulis cerita anak berjudul ‘Pajoh Boh Drien’ atau ‘Makan Durian’ dan ‘Ratu Itam Mameh’ atau ‘Ratu Hitam Manis.’

Kontributor : Edi Miswar

Tags: AcehBalai bahasapendidikanPidie Jaya
ShareTweetSendShare

Related Posts

Fraksi Partai Golkar DPRA Usul 1 Persen APBA untuk Riset, Dorong Pembangunan Berbasis Kajian Ilmiah
Daerah

Fraksi Partai Golkar DPRA Usul 1 Persen APBA untuk Riset, Dorong Pembangunan Berbasis Kajian Ilmiah

October 24, 2026
Pimpin Upacara Hari Santri, Bupati Aceh Besar Ajak Santri Lestarikan Bahasa Aceh
Daerah

Pimpin Upacara Hari Santri, Bupati Aceh Besar Ajak Santri Lestarikan Bahasa Aceh

October 24, 2026
Baitul Mal Banda Aceh Buka Penerimaan Berkas Bantuan Fisabilillah, TPA/TPQ, dan Majelis Taklim 2026
Daerah

Baitul Mal Banda Aceh Buka Penerimaan Berkas Bantuan Fisabilillah, TPA/TPQ, dan Majelis Taklim 2026

October 22, 2026
Lesunya Daya Beli Sektor Ritel Bangunan di Banda Aceh, Toko Bangunan Terbeban Kenaikan Harga Material
Daerah

Lesunya Daya Beli Sektor Ritel Bangunan di Banda Aceh, Toko Bangunan Terbeban Kenaikan Harga Material

October 22, 2026
Dua Tahun Prabowo–Gibran: Pertumbuhan Ekonomi Bertahan, Kesejahteraan dan Kepercayaan Publik Diuji
Laporan dan Analisis

Dua Tahun Prabowo–Gibran: Pertumbuhan Ekonomi Bertahan, Kesejahteraan dan Kepercayaan Publik Diuji

October 22, 2026
PT PEMA Fokus Optimalkan Hasil Diversifikasi Bisnis di 2027
Daerah

PT PEMA Fokus Optimalkan Hasil Diversifikasi Bisnis di 2027

October 20, 2026
Next Post
Kemendikdasmen Buka Pendaftaran Program Pertukaran Guru Indonesia–Korea 2026

Dinas Pendidikan Aceh Berhasil Perjuangkan Dana APBN Rp1,94 Triliun untuk Revitalisasi Sekolah Pascabencana

Jubir Pemkab Bireuen Jelaskan Ihwal Ketiadaan Huntara, Sebut Penanganan Bencana Sudah Sesuai Tahapan

Di Bireuen, 4.759 KK Peroleh Rp8 Juta dari Dana Stimulan Ekonomi dan Isian Perabotan Tahap I 

Discussion about this post

Recommended Stories

Gubernur Mualem Sebut Aceh Pasca 20 Tahun Damai Jadi Salah Satu Daerah Teraman di Indonesia.

Gubernur Mualem Sebut Aceh Pasca 20 Tahun Damai Jadi Salah Satu Daerah Teraman di Indonesia

August 16, 2025
Peneliti Ungkap Temuan “Kuburan Massal” Belanda di Indrapuri

Peneliti Ungkap Temuan “Kuburan Massal” Belanda di Indrapuri

June 7, 2026
Mualem Kembali, Kerja Nyata Dinanti

Mualem Kembali, Kerja Nyata Dinanti

September 4, 2026
  • Dataset
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi@tinjauan.id

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!