Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Global
  • Politik
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Global
  • Politik
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home News Daerah

Masih di Tenda Saat Lebaran, Warga Aceh Tamiang Keluhkan Penyaluran DTH

TINJAUAN ID by TINJAUAN ID
March 24, 2026
Reading Time: 2 mins read
0
Masih di Tenda Saat Lebaran, Warga Aceh Tamiang Keluhkan Penyaluran DTH

Lebaran hari ketiga, warga korban banjir di Desa Sukajadi, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, masih bertahan di tenda pengungsian dengan keterbatasan fasilitas. (Dok. Warga).

ACEH TAMIANG — Memasuki hari ketiga Lebaran atau 3 Syawal 1447 Hijriah, warga korban banjir di Dusun Lestari II, Desa Sukajadi, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, masih bertahan di tenda pengungsian.

Di tengah suasana Idul Fitri, mereka menghadapi keterbatasan fasilitas serta ketidakpastian bantuan dan hunian. Sejumlah warga mengeluhkan penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) yang dinilai tidak merata.

Kisruh terjadi saat penyaluran bantuan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Senin (23/3/2026). Bantuan yang dijadwalkan cair pukul 10.00 WIB baru dibagikan sekitar pukul 15.00 WIB.

“Awalnya dijanjikan pagi, tapi menjelang asar baru dibagi. Itu pun tidak sesuai, banyak yang tidak dapat,” kata Reza Suchrita, warga setempat, Selasa (24/3/2026).

Menurut Reza, persoalan utama terletak pada data penerima yang dinilai tidak akurat. Dari sekitar 100 kepala keluarga terdampak, hanya sekitar 40 keluarga yang menerima bantuan.

“Data yang digunakan tidak sesuai. Tidak semua yang tinggal di tenda mendapat bantuan,” ujarnya.

Kondisi tersebut memicu protes warga. Sejumlah warga yang merasa berhak justru tidak masuk dalam daftar penerima bantuan. Mereka meminta dilakukan pendataan ulang agar bantuan tepat sasaran.

“Warga menolak tenda dibongkar sebelum ada kejelasan karena banyak yang belum dapat bantuan,” kata dia.

Selain persoalan bantuan, warga juga menyoroti kebijakan relokasi sementara yang dinilai tidak solutif. Pada hari pertama Lebaran, warga sempat diminta mengosongkan tenda saat kunjungan Presiden ke Aceh Tamiang.

Saat itu, warga ditawari pindah ke gedung olahraga (GOR) dengan kompensasi Rp500.000 selama satu pekan. Namun, setelah itu tidak ada kejelasan lanjutan terkait hunian tetap.

“Seolah-olah hanya dipindahkan supaya tidak terlihat. Tapi setelah itu kami tetap tidak punya kepastian,” ujar Reza.

Hingga kini, warga masih bertahan di tenda dengan fasilitas terbatas. Bantuan logistik mulai berkurang seiring berakhirnya masa tanggap darurat. Dalam beberapa hari terakhir, warga mengaku tidak lagi menerima bantuan sembako secara rutin.

Untuk kebutuhan air bersih, warga bergantung pada bantuan relawan, termasuk dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang menyediakan alat penjernih air.

Sementara jaringan PDAM di sekitar lokasi belum dapat dimanfaatkan.

Banjir yang melanda Aceh Tamiang beberapa bulan lalu menyebabkan ratusan warga kehilangan tempat tinggal.

Pemerintah sebelumnya menjanjikan percepatan pemulihan melalui penyaluran bantuan dan penyediaan hunian sementara.

Namun hingga Lebaran, sebagian warga masih bertahan di pengungsian tanpa kepastian bantuan maupun tempat tinggal.

Kondisi di lapangan ini sejalan dengan kritik Koalisi Masyarakat Sipil Peduli Bencana yang menilai klaim pemerintah terkait pemulihan bencana di Aceh tidak sesuai fakta.

Koordinator Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), Alfian, menyebut masih banyak warga terdampak yang belum kembali ke rumah dan tetap tinggal di pengungsian.

“Klaim warga tidak lagi di pengungsian tidak sesuai fakta. Banyak korban belum mendapat hunian sementara dan masih bertahan di tenda,” kata Alfian dalam keterangan tertulis, Senin (23/3/2026).

Koalisi juga menyoroti kunjungan Presiden ke Aceh Tamiang saat Idul Fitri. Mereka menduga ada pemaksaan terhadap warga untuk keluar dari tenda agar terlihat kondisi telah pulih.

“Alih-alih mempercepat pembangunan hunian sementara, warga justru diminta keluar dari pengungsian saat fasilitas belum merata,” ujarnya.

Selain itu, koalisi menilai Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi belum bekerja optimal karena keterbatasan kewenangan lintas kementerian.

Di lapangan, fasilitas umum juga disebut belum pulih sepenuhnya. Sejumlah sekolah masih rusak akibat banjir dan longsor, sehingga siswa terpaksa belajar di tenda maupun bangunan yang rusak.

Koalisi pun mendesak pemerintah menetapkan bencana ekologis Sumatra sebagai bencana nasional guna mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak.

“Dampaknya sangat luas, mulai dari rumah warga, mata pencaharian, hingga fasilitas umum,” kata Alfian.

Sementara itu, warga berharap pemerintah segera memperbaiki data penerima bantuan dan memastikan penyaluran DTH dilakukan secara merata agar kondisi serupa tidak terus berulang.[]

 

Tags: Aceh Tamiangpenanganan bencana
ShareTweetSendShare

Related Posts

Rabithah Alumni MUDI Aceh Utara Resmi Dikukuhkan, Perkuat Khidmah Alumni untuk Guru dan Dayah
Daerah

Rabithah Alumni MUDI Aceh Utara Resmi Dikukuhkan, Perkuat Khidmah Alumni untuk Guru dan Dayah

May 11, 2026
PB HUDA Dukung Penuh Penegakan Hukum Maksimal Terhadap Terduga Pelaku Penistaan Agama
Daerah

PB HUDA Dukung Penuh Penegakan Hukum Maksimal Terhadap Terduga Pelaku Penistaan Agama

May 10, 2026
Ketua DPRA Usul Pergub JKA Dicabut, Jubir Pemerintah Aceh: Kita Hormati, Hal Itu Wajar Saja
Daerah

Pemerintah Aceh Bantah Kabar Pasien Rumah Sakit Diabaikan Akibat Pergub JKA

May 10, 2026
RSUDZA Layani 2.000 Pasien per Hari, Obat Diberikan, Administrasi Diurus 
Daerah

RSUDZA Layani 2.000 Pasien per Hari, Obat Diberikan, Administrasi Diurus 

May 10, 2026
Tingkatkan Kapasitas Wirusahawan Digital, Diskop UKM Aceh Gelar Pelatihan Go Digital
Daerah

Tingkatkan Kapasitas Wirusahawan Digital, Diskop UKM Aceh Gelar Pelatihan Go Digital

May 10, 2026
Soal WNI Masuk Militer Asing, Menko Yusril Nyatakan Tidak Otomatis Kehilangan Status Kewarganegaraan
Nasional

Pemerintah Harapkan Persidangan Perkara Andrie Yunus Berjalan Profesional, Obyektif, dan Menjaga Kepercayaan Publik

May 8, 2026
Next Post
Masih di Tenda Saat Lebaran, Warga Aceh Tamiang Keluhkan Penyaluran DTH

Koalisi Masyarakat Sipil Peduli Bencana Nilai Pemerintah Bohongi Publik, Sebut Korban Bencana Aceh Tak Lagi Tinggal di Tenda

Transisi Kekuasaan di Indonesia: Proyeksi Pewaris Trah Politik Menuju Pilpres 2029 dan 2034

Transisi Kekuasaan di Indonesia: Proyeksi Pewaris Trah Politik Menuju Pilpres 2029 dan 2034

Discussion about this post

Recommended Stories

Rian Syaf Paparkan Potensi Besar Ekonomi Kreatif Bersama Gekrafs Aceh

Rian Syaf Paparkan Potensi Besar Ekonomi Kreatif Bersama Gekrafs Aceh

October 23, 2025
Kolaborasi dengan Kementerian Ekraf, Killa The Pia Luncurkan Lagu "Hitam" di Berbagai Platform Digital

Kolaborasi dengan Kementerian Ekraf, Killa The Pia Luncurkan Lagu “Hitam” di Berbagai Platform Digital

July 24, 2025
Gubernur dan DPRA Sahkan APBA Perubahan 2025 Sebesar 11,1 Triliun

Gubernur dan DPRA Sahkan APBA Perubahan 2025 Sebesar 11,1 Triliun

September 30, 2025

Popular Stories

  • Pemerintah Aceh Siapkan Rp10 Miliar Bantuan Pendidikan bagi Mahasiswa Korban Bencana Hidrometeorologi, Baca Persyaratannya

    Pemerintah Aceh Siapkan Rp10 Miliar Bantuan Pendidikan bagi Mahasiswa Korban Bencana Hidrometeorologi, Baca Persyaratannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prabowo Segera Bentuk Tim Reformasi Polri, Bentuk Juga Komisi Investigasi Insiden Agustus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gaji PPPK Aceh Macet Hampir 4 Bulan, Ribuan ASN Hidup dengan Utang Karena APBA-P Tak Kunjung Jelas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kritik Kosong tentang Ulama Dayah Adalah Opini yang Tak Perlu Ditulis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tak Kunjung Dapat Kerja di Aceh, Hendra Nekat Merantau ke Australia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dataset
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi@tinjauan.id

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!