BANDA ACEH – Indonesia‑Denmark Energy Partnership Programme (INDODEPP) memberikan apresiasi kepada Pemerintah Aceh atas konsistensinya dalam mendorong transisi energi bersih. Apresiasi tersebut disampaikan saat kunjungan Mikkel Kamp Hansen, Head of Energy Cooperation Indonesia‑Denmark dari Danish Energy Agency, beserta tim ke Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh, Senin (9/2/2026).
Kunjungan ini dalam rangka monitoring dan evaluasi pelaksanaan program INDODEPP periode 2023–2026. INDODEPP merupakan program kerja sama bilateral antara Pemerintah Indonesia dan Kerajaan Denmark yang berfokus pada pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT), efisiensi energi, serta percepatan transisi menuju energi bersih guna mendukung pencapaian target Nationally Determined Contribution (NDC) dan Sustainable Development Goals (SDGs) 7 dan 13.
Kepala Dinas ESDM Aceh Taufik, didampingi Sekretaris Endra, menyambut langsung kedatangan perwakilan Kerajaan Denmark tersebut. Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang rapat kepala dinas, Taufik menyampaikan apresiasi atas kontribusi INDODEPP dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia di sektor energi Aceh. “Sejak 2023, program ini telah memberikan dampak positif, salah satunya memperkuat kualitas SDM baik dari sisi teknis maupun perencanaan. Hal ini sangat penting dalam mendorong implementasi EBT secara lebih terarah dan terukur di Aceh,” ujar Taufik.
Menurutnya, dukungan yang diberikan tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga aplikatif. Melalui pelatihan dan pembelajaran praktik terbaik dari Denmark, jajaran Dinas ESDM Aceh semakin siap menghadapi tantangan teknis di sektor energi terbarukan. “Program ini membantu kami dalam melakukan analisis dan pengambilan keputusan terkait pengembangan EBT. Ini sejalan dengan target nasional menurunkan emisi gas rumah kaca dan mewujudkan kemandirian energi,” tambahnya.
Mikkel Kamp Hansen menyampaikan apresiasi kepada Dinas ESDM Aceh yang dinilai sebagai mitra pelaksana yang aktif dan responsif selama program berjalan. “Kami melihat Aceh memiliki potensi besar dalam pengembangan energi baru terbarukan. Dukungan dan komitmen Dinas ESDM Aceh sebagai leading sector bidang energi di Aceh menjadi faktor penting keberhasilan program ini,” ujarnya. Ia berharap kolaborasi yang telah terbangun dapat terus berlanjut dan memberikan dampak lebih luas, tidak hanya pada aspek kebijakan tetapi juga implementasi nyata pemanfaatan energi terbarukan di daerah.
Dengan kolaborasi internasional yang semakin solid, Aceh dinilai berada pada jalur yang tepat dalam mempercepat transisi energi bersih sekaligus memperkuat ketahanan energi daerah secara berkelanjutan.













Discussion about this post