Anggota DPRA Nora Idah Nita menyayangkan alokasi belanja APBA 2026 dianggarkan untuk kegiatan-kegiatan yang bukan prioritas dan tidak mendesak dalam momen pascabencana.
BANDA ACEH– Anggota DPRA asal Aceh Tamiang Nora Idah Nita menyarankan kepada Pemerintah Aceh agar APBA 2026 lebih berpihak kepada korban bencana banjir hidrometeorologi, baik untuk bantuan kepada masyarakat, maupun mempercepat proses rehab rekon.
Pasca dua bulan banjir, hingga hari ini, masyarakat terdampak di beberapa kabupaten/kota di Aceh masih butuh perhatian dan tanggap cepat dari Pemerintah Aceh.
Nora menyayangkan alokasi belanja APBA 2026 dianggarkan untuk kegiatan-kegiatan yang bukan prioritas dan tidak mendesak dalam momen pascabencana. Diantara program yang dimaksud adalah rehab rumah anggota DPRA sebesar 50 Miliar dan pembelian mobil di BRA sebesar 20 Miliar.
Untuk rehab rumah anggota DPRA sebaiknya ditunda dulu, dan untuk BRA, sebaiknya dialihkan untuk masyarakat korban konflik yang terdampak bencana. Hal tersebut disampaikan Nora ketika dihubungi via telepon seluler, Sabtu, (31/12026)
“Saya menyarankan kegiatan seperti rehab rumah anggota DPRA sebesar 50 Miliar dan juga pembelian mobil di BRA sebesar 20 Miliar, dan belanja lainnya yang tidak mendesak, sesuai hasil verifikasi dan arahan Mendagri terhadap APBA 2026 agar dapat dirasionalisasi untuk kegiatan rehab rekon dan bantuan korban bencana,” ungkap Nora.
Masyarakat Aceh baru saja dilanda musibah yang maha dahsyat. Bencana ini berdampak luas terhadap masyarakat Aceh, menghilangkan harta benda dan mata pencaharian mereka. Dalam kondisi seperti ini, Nora meminta peran optimal pemerintah provinsi yang sudah seharusnya hadir di tengah-tengah masyarakat.
Nora berpendapat, program rehab rekon, pertanian, pembangunan infrastruktur dan bantuan usaha UMKM, juga bantuan langsung kepada masyarakat korban bencana sangat dibutuhkan sekali dalam situasi ini.
“Jika tidak segera diambil langkah tepat dan cepat, maka angka kemiskinan di Aceh akan semakin bertambah. Ini membuat situasi Aceh yang tidak baik kedepannya,” sambung anggota DPRA dari Fraksi Demokrat.
Sebagai Anggota Dpr Aceh asal Dapil Langsa dan Aceh Tamiang, Nora mengaku melihat sendiri keadaan masyarakat yang terkena dampak parah dalam bencana banjir hidrometeorologi ini.
Nora telah mendengar sendiri keluhan masyarakat di wilayah terdampak yang berharap bantuan dari pemerintah, khususnya bantuan tunai. Apalagi dampak bencana ini membuat masyarakat kehilangan mata pencaharian, mengingat kondisi pasca dua bulan banjir, kondisi korban di wilayah terdampak masih memprihatinkan.
“Hingga saat ini, berdasarkan pengakuan korban di lapangan, masyarakat di Aceh Tamiang belum menerima bantuan tunai dari pemerintah provinsi. Pemberian bantuan untuk korban ini perlu segera disalurkan mengingat kondisi yang mendesak,” pungkasnya.[]













Discussion about this post