Dalam kunjungan itu, Plt. Kadis Pendidikan Aceh Murthalamuddin melihat secara langsung sejumlah fasilitas sekolah yang mengalami kerusakan cukup parah akibat terjangan banjir dan longsor.
Aceh Tengah – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, melakukan kunjungan kerja ke SMA Negeri 19 Takengon yang terletak di Kecamatan Rusip Antara, Kabupaten Aceh Tengah, Kamis, 29 Januari 2026.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau langsung kondisi sekolah yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor di kawasan pedalaman.
Dalam kunjungan itu, Murthalamuddin melihat secara langsung sejumlah fasilitas sekolah yang mengalami kerusakan cukup parah akibat terjangan banjir dan longsor. Beberapa bangunan yang terdampak antara lain ruang kelas, rumah dinas penjaga sekolah, asrama siswa, gedung MCK, serta ruang UKS. Kondisi lokasi dinilai sudah tidak lagi memungkinkan untuk dilakukan pembangunan kembali.
“Untuk beberapa unit fasilitas pendukung di sekolah ini sudah tidak memungkinkan dibangun di lokasi semula dan harus direlokasi. Rencananya akan dipindahkan ke lokasi yang lebih aman sekitar 200 meter dari titik awal,” ujar Murthalamuddin di sela-sela peninjauan.
Ia menegaskan, penanganan terhadap SMA 19 Takengon harus segera dilakukan mengingat sekolah tersebut menampung 204 siswa yang saat ini membutuhkan kepastian proses belajar mengajar pascabencana. Selain itu, SMA 19 Takengon juga memiliki kelas jauh di Pameu, yang dilengkapi asrama siswa. Asrama tersebut selama ini digunakan oleh siswa dari Pameu ketika mengikuti ujian di sekolah induk di Rusip Antara.
“Kondisi ini tentu membutuhkan perhatian serius, karena menyangkut keselamatan dan keberlangsungan pendidikan anak-anak di daerah terpencil,” katanya.
Plt. Kadisdik Aceh memastikan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait untuk mempercepat penanganan dan relokasi fasilitas pendidikan agar aktivitas belajar siswa dapat kembali berjalan dengan aman dan layak.
Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Aceh dalam memastikan layanan pendidikan tetap berjalan, termasuk di wilayah terpencil dan terdampak bencana.[]













Discussion about this post