Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Global
  • Politik
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Global
  • Politik
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home News Daerah

PB RTA: Bencana Banjir Aceh Butuh Intervensi Nasional

TINJAUAN ID by TINJAUAN ID
November 29, 2025
Reading Time: 2 mins read
0
PB RTA: Bencana Banjir Aceh Butuh Intervensi Nasional

PB RTA menuntut tindakan dan kebijakan secara nasional yang cepat dan terkoordinasi dalam penanganan bencana banjir Aceh.

Banda Aceh – Ketua Umum Pengurus Besar Rabithah Thaliban Aceh (PB RTA) Tgk. Miswar Ibrahim Njong menegaskan bahwa kondisi bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh telah mencapai tingkat kedaruratan yang memerlukan intervensi nasional segera.

“Situasi di Aceh telah melampaui kapasitas pemerintah daerah, dengan kerusakan infrastruktur vital, terputusnya jalur transportasi utama, serta isolasi total pada sejumlah wilayah yang berpenduduk padat,” ujar Tgk Miswar.

Berbagai laporan atas kondisi terkini menunjukkan kerusakan yang parah dan situasi warga yang semakin kritis.

Fakta-fakta krusial yang menjadi dasar desakan PB RTA kepada pemerintah pusat antara lain:

1. Dana tanggap darurat Pemerintah Aceh hanya sekitar Rp 3 miliar, jumlah yang sangat tidak memadai untuk skala bencana yang merusak infrastruktur lintas kabupaten, jaringan transportasi regional, dan layanan publik esensial.

2. ⁠Dua kabupaten—Aceh Tengah dan Bener Meriah—terisolasi total, dengan seluruh jalur darat tertutup longsor dan jembatan vital ambruk. Bantuan hanya dapat dijangkau melalui udara sementara stok bahan makanan, obat-obatan, dan BBM dilaporkan menipis pada tingkat yang sangat membahayakan.

3. ⁠Sedikitnya empat hingga lima jembatan utama di Aceh ambruk, termasuk jembatan Meureudu/Simpang Tiga di Pidie Jaya, jembatan Kutablang di Bireuen, dan beberapa jembatan rangka baja penghubung Bireuen–Pidie Jaya–Pidie. Kerusakan ini memutus jalur Banda Aceh–Medan dan menghentikan arus logistik, evakuasi, dan mobilitas darurat.

4. ⁠Ribuan warga Aceh di wilayah pesisir dan dataran tinggi mengalami gangguan akses total, dengan titik-titik pengungsian melaporkan kekurangan air bersih, makanan siap saji, dan layanan kesehatan dasar.

5. ⁠Jalur Medan–Aceh Timur–Aceh Utara masih terhambat, menyebabkan bantuan dan pasokan logistik dari Sumatera Utara tidak dapat masuk secara optimal.

6. ⁠Jaringan komunikasi dan internet di banyak wilayah Aceh putus total, terutama di daerah terisolasi seperti Aceh Tengah, Bener Meriah, serta beberapa kawasan di Aceh Utara, Aceh Timur, Bireuen, Pidie Jaya, dan Pidie. Putusnya jaringan ini menyulitkan koordinasi SAR, menghambat laporan kondisi warga, memperlambat distribusi logistik, dan menghalangi upaya pemerintah daerah dalam memberikan peringatan kedaruratan.

7. ⁠Korban jiwa dan hilang terus meningkat, sementara banyak wilayah belum terpetakan secara lengkap akibat hambatan akses dan ketiadaan sinyal komunikasi.

8. ⁠Meskipun bencana terjadi secara luas di Sumatra, tingkat kerusakan, tingkat isolasi, dan keruntuhan infrastruktur di Aceh menempatkan provinsi ini sebagai episentrum krisis yang harus menjadi prioritas nasional.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007, kondisi Aceh telah memenuhi seluruh indikator penetapan Bencana Nasional, termasuk skala dampak, banyaknya korban, rusaknya infrastruktur vital, terhambatnya komunikasi, dan ketidakmampuan pemerintah daerah untuk mengendalikan situasi tanpa dukungan penuh pemerintah pusat.

“Atas dasar itu, PB RTA mendesak Pemerintah Republik Indonesia untuk segera menetapkan bencana Aceh sebagai Bencana Nasional dan mengaktifkan operasi penyelamatan terpadu yang melibatkan TNI/Polri, BNPB, Basarnas, Zeni TNI, serta kementerian terkait, termasuk pengerahan pesawat angkut, helikopter, dan pembukaan jalur darurat di wilayah terisolasi,” tegasnya.

PB RTA menuntut tindakan dan kebijakan secara nasional yang cepat dan terkoordinasi. Dengan dua kabupaten terisolasi total, jembatan-jembatan vital ambruk, komunikasi terputus, dan ancaman kelaparan yang nyata, penetapan status Bencana Nasional bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Setiap penundaan berarti mengorbankan nyawa rakyat Aceh.

“PB RTA juga mengajak seluruh media, lembaga kemanusiaan, dan masyarakat luas untuk memusatkan perhatian pada kondisi Aceh dan mempercepat penyaluran bantuan. PB RTA siap berkoordinasi langsung dengan BNPB, TNI/Polri, serta lembaga terkait untuk mendukung operasi penyelamatan,” pungkasnya.[]

ShareTweetSendShare

Related Posts

Gubernur Mualem Surati BPJS: Buka Blokir Kepesertaan JKA
News

Wagub Aceh Perkuat Koordinasi dengan Kemendagri dan Satgas PRR untuk Penguatan Fiskal Daerah serta Percepatan Pemulihan Aceh

May 21, 2026
Gubernur Mualem Surati BPJS: Buka Blokir Kepesertaan JKA
Daerah

Kak Na: Pasar Murah Menjaga Stabilitas Harga dan Meningkatkan Daya Beli Masyarakat

May 21, 2026
Gubernur Mualem Surati BPJS: Buka Blokir Kepesertaan JKA
Daerah

Kak Na Sumbang 3 Canting Batik Cap dan 1 Mesin Tenun untuk Perajin Binaan Dekranasda Aceh Besar

May 21, 2026
Gubernur Mualem Surati BPJS: Buka Blokir Kepesertaan JKA
News

Wagub Aceh Temui Mensos RI, Bahas Penambahan PBI JK hingga Dukungan Penanganan Bencana dan Sekolah Rakyat

May 20, 2026
Gubernur Mualem Surati BPJS: Buka Blokir Kepesertaan JKA
Daerah

Gubernur Mualem Surati BPJS: Buka Blokir Kepesertaan JKA

May 20, 2026
Perempuan Beutong Bersatu Desak Pencabutan Izin Tambang, Bupati Diminta Temui Warga
Daerah

Perempuan Beutong Bersatu Desak Pencabutan Izin Tambang, Bupati Diminta Temui Warga

May 20, 2026
Next Post
Langsa Terisolir Akibat Banjir, Warga Tumpahkan Kekesalan kepada Walikota yang ‘Hilang’ Saat Krisis

Langsa Terisolir Akibat Banjir, Warga Tumpahkan Kekesalan kepada Walikota yang 'Hilang' Saat Krisis

Jalani Medan yang Sulit, Bantuan Tiba di Kawasan Terisolir di Gayo Lues

Jalani Medan yang Sulit, Bantuan Tiba di Kawasan Terisolir di Gayo Lues

Discussion about this post

Recommended Stories

Syech Muharram Minta PT GES Serius Garap Panas Bumi Seulawah

Syech Muharram Minta PT GES Serius Garap Panas Bumi Seulawah

October 9, 2025
Museum Indrapurwa Peukan Bada Resmi Beroperasi, Jadi Pusat Edukasi dan Pelestarian Sejarah di Aceh Besar

Museum Indrapurwa Peukan Bada Resmi Beroperasi, Jadi Pusat Edukasi dan Pelestarian Sejarah di Aceh Besar

April 13, 2026
Ray Dalio Peringatkan Dunia di Ambang ‘Perang Modal’, Sarankan Emas sebagai Pelindung Aset

Ray Dalio Peringatkan Dunia di Ambang ‘Perang Modal’, Sarankan Emas sebagai Pelindung Aset

February 10, 2026

Popular Stories

  • Pemerintah Aceh Siapkan Rp10 Miliar Bantuan Pendidikan bagi Mahasiswa Korban Bencana Hidrometeorologi, Baca Persyaratannya

    Pemerintah Aceh Siapkan Rp10 Miliar Bantuan Pendidikan bagi Mahasiswa Korban Bencana Hidrometeorologi, Baca Persyaratannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prabowo Segera Bentuk Tim Reformasi Polri, Bentuk Juga Komisi Investigasi Insiden Agustus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gaji PPPK Aceh Macet Hampir 4 Bulan, Ribuan ASN Hidup dengan Utang Karena APBA-P Tak Kunjung Jelas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kritik Kosong tentang Ulama Dayah Adalah Opini yang Tak Perlu Ditulis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tak Kunjung Dapat Kerja di Aceh, Hendra Nekat Merantau ke Australia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dataset
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi@tinjauan.id

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!