Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home News Daerah

Migas Blok Andaman, Sejumlah Korporasi Lirik Hilirisasi KEK Arun

TINJAUAN ID by TINJAUAN ID
July 15, 2026
Reading Time: 3 mins read
0
Migas Blok Andaman, Sejumlah Korporasi Lirik Hilirisasi KEK Arun

BANDA ACEH – Sejumlah korporasi (termasuk BUMN) melirik hilirisasi migas di KEK Arun Lhokseumawe, Aceh, kendati proyek cadangan gas raksasa di lepas pantai Aceh (Blok Andaman) masih berproses.

“Semoga membawa kebaikan dan kemakmuran bagi Aceh,” kata Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), Senin (13 Juli 2026).

Mualem, melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh Nurlis Effendi, mengatakan membuka peluang selebar-lebarnya bagi setiap investor untuk masuk ke KEK Arun Lhokseumawe. “Hilirisasi migas dari Blok Andaman memang menjadi agenda utama Gubernur Mualem,” kata Nurlis di Banda Aceh.

Karena itu, Nurlis mengatakan, bahwa Gubernur Mualem meminta seluruh pihak terkait mempersiapkan diri untuk hilirisasi. “Terutama persiapan pada Pemerintah Aceh,” kata Nurlis.

Sejauh ini beberapa perusahaan, baik perusahaan asing maupun nasional, sudah menjajaki untuk terlibat dalam hilirisasi gas dari Blok Andaman di KEK Arun.

Di antaranya adalah PT Indoasia Oiltank Terminal. Salah satu pemegang sahamnya, Mohamad Bawazeer, bos Indrillco Group yang juga adalah Ketua Komite Bilateral Arab Saudi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

Direksi perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor infrastruktur energi dan petrokimia telah bertemu pihak Pemerintah Aceh di kantor Gubernur Aceh, Senin (13 Juli 2026).

Diterima oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir Syamaun, Indoasia Oiltank Terminal datang bersama mitranya dari Teknik Kimia Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh yang menyertakan tiga professor teknik kimia bersama mereka.

“Kami menyambut baik setiap calon investor yang ingin berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja di Aceh,” kata Nasir.

Sekda Nasir mengapresiasi Indoasia Oiltank Terminal yang menggandeng Teknik Kimia USK sebagai mitranya untuk masuk ke hilirisasi KEK Arun dengan memanfaatkan gas Blok Andaman. “Pertanda niat baik dari perusahaan yang membawa dampak positif bagi perguruan tinggi di Aceh,” katanya.

Sebelumnya, PT Pupuk Indonesia (Persero) menyatakan membangun dua pabrik methanol di Aceh dan Kalimantan Timur (Kaltim) untuk memenuhi kebutuhan biodiesel dalam negeri.

Pernyataan Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi ini disampaikan dalam Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (7 April 2026). Pabrik methanol di Aceh akan dibangun dikawasan KEK Arun Lhokseumawe.

Bahkan, sebuah Perusahaan yang berbasis di Dubai, Uni Emirat Arab, yang bergerak di bidang perdagangan energi dan pengembangan proyek minyak dan gas, juga menyatakan berminat pabrik methanol berbasis gas alam di Aceh. Keinginan tersebut disampaikan melalui surat ke Gubernur Aceh pada 26 April 2026.

Serupa dengan Indoasia dan Pupuk Indonesia, perusahaan Dubai itu merencanakan pembangunan pabrik methanil dengan memanfaatkan pasokan gas dari Blok Tangkulo maupun sumber lainnya yang dikembangkan oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di wilayah Aceh.

Selain itu, masuk juga surat dari perusahaan yang berbasis di Jiangsu, China, ke Gubernur Aceh, pada 8 Juli 2026. Menggandeng perusahaan nasional di Jakarta, mereka berminat mengembangkan proyek likuefaksi LNG Aceh, juga di KEK Arun.

Keinginan sejumlah korporasi itu karena daya tarik cadangan migas Blok Andaman. Kawasan Andaman memiliki enam blok migas utama, yakni Andaman I, Andaman II, Andaman III, Central Andaman, South Andaman, dan South West Andaman.

Tahap awal pengembangan akan dimulai dari Lapangan Gas Tangkulo di Wilayah Kerja South Andaman yang dikelola Mubadala Energy. “Proyek inilah yang akan menjadi pintu masuk dimulainya hilirisasi migas di Aceh,” kata Nurlis.

Pemerintah Aceh menargetkan hilirisasi tersebut berpusat di KEK Arun sehingga selaras dengan Proyek Strategis Nasional dalam RPJMN 2025–2029 yang menempatkan pengembangan KEK Arun sebagai salah satu program prioritas. Langkah itu juga sejalan dengan arah pembangunan dalam RPJMA Aceh 2025–2029.

Nurlis menjelaskan, Lapangan Gas Tangkulo diproyeksikan memproduksi sekitar 300 MMSCFD gas. Dari jumlah tersebut, baru sekitar 160 MMSCFD yang telah memiliki komitmen penjualan melalui Gas Sale Agreement (GSA) kepada PLN.

Sisanya dinilai membuka peluang besar bagi tumbuhnya berbagai industri hilir. “Potensinya masih sangat besar untuk mendukung pertumbuhan industri di Aceh,” ujarnya.

Gas alam tersebut dapat diolah menjadi methanol dan hidrogen. Selain gas, Lapangan South Andaman juga diperkirakan menghasilkan sekitar 7.500 barel kondensat per hari. Produk ini dapat diolah menjadi nafta, kerosin, hingga gasoline yang menjadi bahan baku industri petrokimia, cat, dan bahan bakar minyak.[]

Tags: blok andamanJubir Pemerintah AcehPemerintah Aceh
ShareTweetSendShare

Related Posts

Optimalkan Produksi dan Distribusi, SIG Pastikan Ketersediaan Pasokan Semen di Aceh
Daerah

Optimalkan Produksi dan Distribusi, SIG Pastikan Ketersediaan Pasokan Semen di Aceh

August 28, 2026
Bekali Kemampuan Pemuda, Dispora Banda Aceh Gelar Pelatihan Manajemen Organisasi
Daerah

Bekali Kemampuan Pemuda, Dispora Banda Aceh Gelar Pelatihan Manajemen Organisasi

August 27, 2026
Rapat Bersama Banggar DPRA, Plt Sekda Aceh Ajak Perkuat Sinergi dan Komunikasi
Daerah

Rapat Bersama Banggar DPRA, Plt Sekda Aceh Ajak Perkuat Sinergi dan Komunikasi

August 27, 2026
GEMURA Aceh Dorong Optimalisasi Serapan Anggaran dan Transparansi Tata Kelola Pemerintahan
Daerah

GEMURA Aceh Dorong Optimalisasi Serapan Anggaran dan Transparansi Tata Kelola Pemerintahan

August 26, 2026
Kepala Inspektorat Kota Banda Aceh Terseret Kasus Hubungan Sesama Jenis, TR. Farhan Hidayat: Proses Hukum Harus Berjalan
Daerah

Kepala Inspektorat Kota Banda Aceh Terseret Kasus Hubungan Sesama Jenis, TR. Farhan Hidayat: Proses Hukum Harus Berjalan

August 26, 2026
Emping Melinjo Beureueh, Pidie Terancam Bahan Baku, Pengrajin Berharap Dukungan Pascabanjir
Daerah

Emping Melinjo Beureueh, Pidie Terancam Bahan Baku, Pengrajin Berharap Dukungan Pascabanjir

August 26, 2026
Next Post
Mentan Apresiasi Kinerja Pemerintah Aceh, Janji Terus Dukung Pengembangan Pertanian dan Kopi Gayo

Mentan Apresiasi Kinerja Pemerintah Aceh, Janji Terus Dukung Pengembangan Pertanian dan Kopi Gayo

Wagub Aceh Minta Baitul Mal Kelola Zakat dan Sedekah Secara Transparan agar Dipercaya Masyarakat

Wagub Aceh Minta Baitul Mal Kelola Zakat dan Sedekah Secara Transparan agar Dipercaya Masyarakat

Discussion about this post

Recommended Stories

DPC Demokrat Aceh Besar Gelar Gerakan Langit Biru, Bersihkan Meunasah dan Tanam Pohon

DPC Demokrat Aceh Besar Gelar Gerakan Langit Biru, Bersihkan Meunasah dan Tanam Pohon

August 15, 2026
Jusuf Kalla: Perdamaian Aceh Harus Diisi dengan Pembangunan

Jusuf Kalla: Perdamaian Aceh Harus Diisi dengan Pembangunan

August 15, 2025
Pemko Banda Aceh Anggarkan Rp679 Juta untuk Konten Instagram-TikTok

Pemko Banda Aceh Anggarkan Rp679 Juta untuk Konten Instagram-TikTok

September 10, 2025
  • Dataset
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi@tinjauan.id

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!