Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Makin Banyak Kampus di Indonesia Buka Jurusan AI, Lulusannya Diburu Industri dengan Gaji Menggiurkan

TINJAUAN ID by TINJAUAN ID
July 13, 2026
Reading Time: 4 mins read
0
Makin Banyak Kampus di Indonesia Buka Jurusan AI, Lulusannya Diburu Industri dengan Gaji Menggiurkan

JAKARTA — Gelombang minat terhadap akal imitasi (Artificial Intelligence/AI) tak hanya melanda dunia industri, tapi juga dunia pendidikan tinggi. Satu per satu perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia membuka program studi khusus AI, menyusul kebutuhan tenaga ahli yang terus melonjak seiring pesatnya adopsi teknologi ini di berbagai sektor.

Kabar terbaru datang dari Universitas Indonesia (UI). Mulai tahun akademik 2026/2027, UI resmi membuka Program Studi Sarjana Kecerdasan Artifisial di bawah Fakultas Ilmu Komputer, sebuah langkah yang menegaskan bahwa AI kini dianggap layak berdiri sebagai disiplin ilmu tersendiri, bukan sekadar mata kuliah tambahan di jurusan Teknik Informatika atau Ilmu Komputer.

Soal kualitas pengajar, Direktur Humas, Media, Pemerintah, dan Internasional UI, Erwin Panigoro, memastikan program studi baru ini didukung oleh tenaga pengajar mumpuni.

Setidaknya 40 dosen tetap Fasilkom UI dinilai memenuhi kriteria keahlian AI atau bidang terkait, dan 16 di antaranya diproyeksikan mengajar langsung di program studi tersebut. “Keseluruhan 16 dosen tersebut bergelar doktor, dan termasuk juga 1 guru besar,” terang Erwin seperti dilansir detikINET.

Deretan Kampus yang Sudah Lebih Dulu Membuka Jurusan AI

UI bukan yang pertama. Sejumlah kampus ternama sudah lebih dulu merintis program serupa dalam beberapa tahun terakhir:

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memiliki Program Studi Rekayasa Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence Engineering) yang berfokus pada machine learning, computer vision, dan intelligent systems. Program ini telah mengantongi akreditasi Unggul dari LAM INFOKOM untuk periode 2024–2029 serta akreditasi Baik Sekali dari BAN-PT.

Universitas Airlangga (Unair) membuka Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan sejak 2023 di bawah Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin, memadukan robotika dengan sistem cerdas.

Universitas Negeri Surabaya (Unesa) membuka Program Studi S1 Kecerdasan Artifisial sejak 2024 di bawah FMIPA.

Institut Pertanian Bogor (IPB) resmi membuka program S1 Kecerdasan Buatan sejak tahun ajaran 2024/2025 di bawah Sekolah Sains Data, Matematika dan Informatika.

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menghadirkan jurusan Mekatronika dan Kecerdasan Buatan di Kampus Purwakarta.

Universitas Bina Nusantara (Binus) meresmikan program studi Artificial Intelligence sejak September 2023, dengan mata kuliah yang mencakup robotics, machine learning, hingga deep learning.

Di jenjang pascasarjana, ada Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan Program Magister Kecerdasan Artifisial (41 SKS, ditempuh 3–4 semester), Universitas Syiah Kuala (USK) dengan Magister Kecerdasan Buatan sejak 2021, serta Universitas Sumatera Utara (USU) dengan Magister Sains Data dan Kecerdasan Buatan.

Selain kampus-kampus di atas, sejumlah perguruan tinggi swasta lain seperti Universitas Telkom, Universitas Ciputra Makassar, dan Cakrawala University turut mengintegrasikan kurikulum berbasis industri untuk mempersiapkan lulusan yang siap kerja di bidang AI.

Kata Kepala Program Studi AI UI: “AI Itu Bisa Dipakai di Mana-mana”

Menariknya, prospek kerja lulusan AI tidak terpaku pada satu jenis industri. Kepala Program Studi Kecerdasan Artifisial Fakultas Ilmu Komputer UI, Adila Krisnadhi, menjelaskan bahwa lulusan program ini punya ruang gerak yang sangat luas karena penerapan AI kini merambah nyaris seluruh sektor, tidak melulu perusahaan teknologi semata.

“Bisa ke mana-mana karena AI itu bisa dipakai di mana-mana,” ujar Adila dalam wawancara seperti dilansir detikEdu.

Ia menambahkan, kurikulum yang dirancang menyeluruh. Mulai dari pemodelan hingga pengembangan sistem, disiapkan untuk membekali mahasiswa mengisi beragam posisi profesional yang berkaitan dengan data, teknologi, dan solusi berbasis kecerdasan buatan.

Adila juga menegaskan bahwa fokus program studi ini bukan sekadar mengajarkan mahasiswa memakai chatbot atau alat AI siap pakai.

“Prodi AI bukan semata-mata belajar nge-prompt gitu,” katanya, seraya menjelaskan mahasiswa justru dilatih membangun model AI dari dasar hingga siap diimplementasikan menjadi solusi nyata.

Optimisme ini sejalan dengan tren permintaan tenaga kerja di industri. Perusahaan-perusahaan besar seperti Google Indonesia, Amazon, Gojek, Tokopedia, Bank BCA, hingga Telkom kini secara aktif mencari talenta AI untuk mengembangkan layanan yang lebih cerdas dan efisien.

Ragam Profesi Lowongan Kerja dan Kisaran Gaji Lulusan AI

Beberapa jalur karier yang terbuka lebar bagi lulusan jurusan AI di Indonesia antara lain:

  • AI Engineer — merancang dan mengembangkan sistem AI agar mampu mengenali pola dan mengambil keputusan otomatis. Kisaran gaji di Indonesia berada di rentang Rp9,4 juta–Rp15,8 juta per bulan, tergantung pengalaman dan perusahaan.
  • Machine Learning Engineer — mengembangkan algoritma agar sistem bisa belajar otomatis dari data tanpa perlu terus-menerus diprogram ulang.
  • Data Scientist — mengolah dan menganalisis big data untuk menghasilkan insight yang mendukung pengambilan keputusan bisnis.
  • Data Engineer — membangun dan merawat infrastruktur data agar dapat diakses dan digunakan sistem AI secara optimal.
  • AI Researcher — berfokus pada riset dan pengembangan algoritma baru, dengan gaji awal berkisar Rp4 juta–Rp9 juta per bulan, dan permintaan yang menurut data Kementerian Ketenagakerjaan terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
  • AI Product Manager — mengatur pengembangan produk berbasis AI dari ide hingga peluncuran, dengan kisaran gaji Rp11 juta–Rp14 juta per bulan.
  • BI (Business Intelligence) Developer — banyak dicari perusahaan seperti Tokopedia, Gojek, Telkom Indonesia, dan Bank Mandiri, dengan gaji rata-rata Rp8,6 juta–Rp13 juta per bulan.

Bekal yang Perlu Disiapkan Calon Mahasiswa

Untuk sukses di jurusan ini, penguasaan matematika dasar seperti aljabar linear, kalkulus, dan probabilitas menjadi fondasi penting dalam memahami cara kerja algoritma machine learning dan deep learning. Bahasa pemrograman Python juga menjadi keterampilan wajib karena ekosistem pustakanya yang lengkap untuk pengembangan AI, dilengkapi pemahaman konsep supervised dan unsupervised learning, neural network, hingga platform cloud seperti AWS, Google Cloud, atau Microsoft Azure.

Di luar jalur kuliah formal, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi juga telah lama menggandeng Google lewat program Bangkit, yang setiap tahunnya membuka pelatihan intensif AI dan teknologi digital bagi ribuan mahasiswa serta siswa vokasi dari puluhan ribu pendaftar.

Dengan makin banyaknya pilihan kampus dan jalur pembelajaran, jurusan AI kini menjelma menjadi salah satu program studi paling diminati bagi calon mahasiswa yang ingin memasuki dunia kerja dengan prospek karier yang tergolong cerah dan kompetitif di tengah transformasi digital yang berlangsung di hampir semua industri.[]

Tags: AIAkal ImitasiindonesiaLowongan kerjapendidikanuniversitas
ShareTweetSendShare

Related Posts

Siapa Sebenarnya yang Menggiring Opini Politik Netizen Indonesia? Ini Sejumlah Tokoh Berpengaruh di Media Sosial
Uncategorized

Siapa Sebenarnya yang Menggiring Opini Politik Netizen Indonesia? Ini Sejumlah Tokoh Berpengaruh di Media Sosial

July 10, 2026
Breaking News: Anggota DPR Fraksi NasDem dan Pebisnis Rachmat Gobel Meninggal Dunia
Nasional

Breaking News: Anggota DPR Fraksi NasDem dan Pebisnis Rachmat Gobel Meninggal Dunia

July 10, 2026
Mualem Apresiasi Dedikasi Polri di Hari Bhayangkara-80
Uncategorized

Mualem Apresiasi Dedikasi Polri di Hari Bhayangkara-80

July 1, 2026
Gubernur Mualem Pastikan Hilirisasi Migas Blok Andaman
Daerah

Gubernur Mualem Pastikan Hilirisasi Migas Blok Andaman

July 1, 2026
Mantan Gubernur Aceh Zaini Abdullah Meninggal Dunia di Usia 86 Tahun
Uncategorized

Mantan Gubernur Aceh Zaini Abdullah Meninggal Dunia di Usia 86 Tahun

June 13, 2026
Kak Na: Konsumsi Ikan Penting untuk Mendukung Tumbuh Kembang Otak Anak
News

Sekda Aceh Harapkan KORMI Kota Langsa Jadi Lokomotif Budaya Hidup Sehat di Masyarakat*

May 10, 2026
Next Post
Wagub Aceh Fadhlullah Pimpin Koordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Aceh Tamiang

Wagub Aceh Fadhlullah Pimpin Koordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Aceh Tamiang

Ustadz Masrul Aidi Usulkan Penyesuaian Jam Kerja ASN Aceh, Nilai Waktu Bersama Keluarga Perlu Diperkuat

Ustadz Masrul Aidi Usulkan Penyesuaian Jam Kerja ASN Aceh, Nilai Waktu Bersama Keluarga Perlu Diperkuat

Discussion about this post

Recommended Stories

Laporan Data Struktur Ketenagakerjaan Angkatan Kerja Aceh 2022-2023

October 5, 2023
Berdasarkan survey, masyarakat puas atas kinerja Presiden Prabowo.

Hasil Survei, Masyarakat Puas atas Kinerja Pemerintahan Presiden Prabowo

July 8, 2025
Di Sekolah Sukma Bangsa Pidie, Guru Asrama Mendidik Siswa dengan Cinta

Di Sekolah Sukma Bangsa Pidie, Guru Asrama Mendidik Siswa dengan Cinta

July 17, 2025
  • Dataset
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi@tinjauan.id

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!