BANDA ACEH — Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat Aceh di Kyriad Muraya Hotel Banda Aceh, 18–19 Agustus 2026, menjadi momentum konsolidasi internal sekaligus penentu arah politik lima tahun ke depan.
Musda diikuti 23 DPC Partai Demokrat se-Aceh dan sekitar 250 undangan dari DPRA, DPRK, kepala daerah, pengurus partai, serta tokoh nasional. Forum ini mengusung tema “Rapatkan Barisan, Bangun Kekuatan, Rebut Kemenangan.”
Meski menjadi ruang konsolidasi, penetapan Ketua DPD Demokrat Aceh tetap berada di tangan Ketua Umum AHY dan DPP Partai Demokrat. Siapa pun pemimpinnya masih menunggu keputusan akhir.
Konsolidasi dan Soliditas
Sekjen DPP Demokrat Herman Khaeron menekankan pentingnya soliditas kader sebagai kunci kemenangan menuju Pemilu 2029. Musda disebut bukan hanya soal figur ketua, tetapi penguatan struktur hingga akar rumput.
Dalam pidato politiknya ia mengutip penyataan Tokoh Demokrat Aceh Teuku Riefky Harsya yang kini Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif RI, “partai menekankan pentingnya loyalitas, kesetiaan dan militansi kader.”
Sementara itu, Plt. Ketua DPD Demokrat Aceh Ryan Firmansyah mengingatkan bahwa kemenangan harus diperjuangkan. Mengutip perkataan AHY, “kemenangan tidak akan jatuh dari langit, tapi harus diperjuangkan.”
Menunggu Keputusan AHY
Sejumlah tokoh nasional dan pejabat turut hadir dalam Musda, menandai pentingnya konsolidasi ini menuju Pemilu 2029.
Kini, perhatian tertuju pada AHY dan DPP Demokrat untuk menentukan Ketua DPD Demokrat Aceh berikutnya.
Siapa pun yang terpilih akan memikul tugas besar: memperkuat struktur, menjaga soliditas, dan meningkatkan kekuatan elektoral partai. Pesan Musda tetap sama: rapatkan barisan, bangun kekuatan, dan rebut kemenangan. (RSM)










Discussion about this post