JAKARTA – Politikus Partai Demokrat, Hasbil Mustaqim Lubis, menyampaikan apresiasi terhadap sejumlah langkah yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto dalam beberapa waktu terakhir.
Menurutnya, pendekatan yang menekankan dialog lintas kelompok hingga penguatan posisi Indonesia di forum internasional menunjukkan arah kepemimpinan yang inklusif dan percaya diri.
Hasbil menilai, inisiatif Presiden Prabowo yang mengajak diskusi para tokoh di luar pemerintahan menjadi sinyal positif bagi penguatan konsolidasi nasional. Langkah tersebut dinilai mampu membuka ruang partisipasi lebih luas dalam merumuskan kebijakan strategis negara.
Selain itu, pertemuan Presiden dengan pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam, tokoh agama, serta pimpinan pondok pesantren juga dipandang sebagai upaya merawat harmoni sosial dan memperkuat fondasi kebangsaan.
“Dialog dengan kelompok keagamaan, penting untuk menjaga stabilitas sekaligus memperkuat nilai moderasi di tengah dinamika global, terang Hasbil.
Di tingkat internasional, Hasbil turut menyoroti penampilan Presiden Prabowo dalam World Economic Forum (WEF) 2026. Ia menilai kepercayaan diri kepala negara dalam forum ekonomi dunia tersebut mencerminkan optimisme Indonesia dalam menghadapi tantangan global sekaligus menarik perhatian dunia terhadap potensi nasional.
Tak hanya itu, pidato Presiden dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) bersama seluruh kepala daerah pada 2026 disebut Hasbil sebagai penyampaian visi yang kuat dan inspiratif.
“Pidato tersebut memberi arah jelas bagi sinergi pusat dan daerah dalam menjalankan agenda pembangunan,” terangnya.
Lebih lanjut, Hasbil juga mengapresiasi langkah Presiden yang mengundang diskusi para mantan menteri dan wakil menteri luar negeri, Komisi I DPR, serta kalangan akademisi untuk membahas situasi politik luar negeri.
Menurutnya, pendekatan kolaboratif tersebut menunjukkan kehati-hatian sekaligus keseriusan pemerintah dalam merumuskan strategi diplomasi Indonesia ke depan.
“Langkah-langkah ini menunjukkan kepemimpinan yang terbuka, komunikatif, dan berorientasi pada kepentingan nasional jangka panjang,” ujar Hasbil dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (5/2/2026).
Ia berharap pola dialog yang terus dibangun Presiden dapat memperkuat persatuan nasional sekaligus meningkatkan posisi Indonesia di kancah global.[]













Discussion about this post