Banda Aceh — Dinas Pengairan Aceh menggelar Seminar Sumber Daya Air sekaligus Sosialisasi Himpunan Profesional Pengelola Sumber Daya Air (HIMPESDA) Provinsi Aceh dan Penguatan Jejaring Profesi dalam Mendukung Sumber Daya Air yang Berkelanjutan, Kamis (30/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Dinas Pengairan Aceh pukul 08.30–15.00 WIB ini diikuti sebanyak 309 peserta, baik secara daring maupun luring.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pengairan Aceh Erwin Ferdinansyah ST., MT menegaskan pentingnya tata kelola sumber daya air yang baik bagi pembangunan daerah. “Air merupakan sumber kehidupan sekaligus faktor utama dalam pembangunan daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa tantangan pengelolaan sumber daya air di Aceh semakin nyata seiring perubahan iklim dan potensi bencana.
“Perubahan iklim, sedimentasi sungai, kerusakan daerah tangkapan air, peningkatan kebutuhan air, serta potensi bencana hidrometeorologi memerlukan pendekatan yang lebih terintegrasi,” katanya.
Menurut Erwin, kehadiran HIMPESDA menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan tersebut. “Kehadiran HIMPESDA merupakan langkah strategis dalam membangun komunitas profesional yang mampu menjadi mitra pemerintah dalam menghasilkan berbagai solusi inovatif bagi pengelolaan sumber daya air,” ungkapnya.
Sementara itu Ketua HIMPESDA Aceh Ir. Variandi ST., MT berharap agar organisasi ini dapat memberikan masukan dalam melahirkan kebijakan terkait pengelolaaan sumber daya air Aceh dan bekerjasama dengan pengambil kebijakan terkait.
“Kami berharap keberadaan Himpesda Aceh dapat melahirkan kebijakan strategis dalam tata kelola sumber daya air Aceh,” ujarnya.
Tema “Build Back Better” Pasca Bencana Hidrometeorologi
Seminar ini mengusung tema utama “Membangun Profesionalisme dan Kolaborasi Pengelola Sumber Daya Air Menuju Pengelolaan Sumber Daya Air yang Berkelanjutan di Provinsi Aceh”. Kepala Dinas Pengairan menyebut tema ini sangat relevan mengingat bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menjelang akhir 2025 lalu.
Ia menjelaskan bahwa rangkaian seminar mengambil sub-tema “Build Back Better: Kontribusi Masyarakat dalam Pemulihan Bencana Hidrometeorologi di Aceh”.
Melalui tema ini, kata dia, “diharapkan akan diperoleh informasi yang cukup mengenai who, what, where, when, why and how masyarakat konstruksi berkontribusi dalam penanganan bencana dan kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh.”
Erwin juga berharap seminar tidak hanya menjadi ajang diskusi. “Semoga hasil seminar ini tidak hanya berhenti sebagai diskusi, tetapi mampu melahirkan gagasan, rekomendasi, dan aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat Aceh,” tuturnya.
Sosialisasi Jabatan Fungsional HIMPESDA
Selain seminar, kegiatan turut diisi Sosialisasi Asosiasi Profesi Jabatan Fungsional Himpunan Profesional Pengelola Sumber Daya Air (HIMPESDA) pada sesi siang.
Sesi ini menghadirkan narasumber Ketua HIMPESDA Aceh Ir. Variadi, S.T., M.T (M.Eng), Ketua Umum Himpesda Pusat Ir. Djarot Wiyoko (Widyoko), serta Trinanda Septian dari Direktorat Bina Teknik Ditjen Sumber Daya Air, Kementerian PU RI.
Kepala Dinas Pengairan menyebut sesi ini sebagai forum tanya-jawab bagi peserta yang masih awam dengan HIMPESDA.
“Harapannya seluruh pertanyaan yang selama ini menjadi ganjalan, dapat tercerahkan melalui kehadiran narasumber yang kompeten,” ujarnya.
Sinergi ke Depan
Kepala Dinas Pengairan menyampaikan apresiasi atas terbentuknya HIMPESDA Provinsi Aceh dan menyatakan kesiapan Pemerintah Aceh untuk bersinergi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I dan HIMPESDA dalam berbagai program strategis.
“Ke depan, Pemerintah Aceh siap bersinergi dengan Balai Wilayah Sungai Sumatera I dan HIMPESDA dalam berbagai program strategis, seperti pengembangan sumber daya manusia, penyelenggaraan seminar dan pelatihan, kajian teknis, penyusunan rekomendasi kebijakan, penguatan konservasi sumber daya air, serta peningkatan kualitas operasi dan pemeliharaan infrastruktur sumber daya air,” katanya.
Ia juga berharap HIMPESDA dapat menjadi mitra aktif pemerintah sekaligus wadah peningkatan kompetensi para profesional.
“Kami berharap HIMPESDA mampu menjadi mitra yang aktif memberikan masukan konstruktif bagi pemerintah, sekaligus menjadi wadah bagi para profesional untuk terus meningkatkan kompetensi, menjunjung tinggi etika profesi, dan menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi pembangunan daerah,” pungkasnya.[]












Discussion about this post