Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home News Daerah

Bea Cukai: Separuh Tangkapan Narkoba Nasional Berasal dari Aceh

TINJAUAN ID by TINJAUAN ID
July 15, 2025
Reading Time: 2 mins read
0
Bea Cukai: Separuh Tangkapan Narkoba Nasional Berasal dari Aceh

BANDA ACEH – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Aceh menyatakan bahwa Aceh adalah sala satu titik rawan masuknya narkotika ke Indonesia. Bahkan separuh tangkapan narkoba nasional berasal dari Aceh.

Hal ini disebabkan oleh posisi geografis Aceh yang berada di antara dua kawasan penghasil narkotika terbesar di dunia, yakni Golden Crescent (Iran, Afghanistan, dan Pakistan) serta Golden Triangle (Myanmar, Laos, dan Thailand).

Untungnya, banyak dari penyelundupan narkotika, psikotropika, dan prekursor (NPP) dari luar negeri ke Aceh yang berhasil digagalkan oleh pihak Bea dan Cukai.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kanwil Bea Cukai Aceh, Leni Rahmasari, di Banda Aceh, Senin (14/7/2025).

Salah satu capaian paling mencolok adalah keberhasilan Bea Cukai Aceh melakukan 60 kali penindakan terhadap barang terlarang berupa NPP dengan total berat mencapai 4,5 ton. Jumlah ini separuh dari total penindakan NPP oleh Bea Cukai secara nasional.

“Jumlah tersebut bahkan mewakili 50 persen atau separuh dari total penindakan NPP oleh Bea Cukai secara nasional, yang barang buktinya mencapai sekitar 9 ton dalam periode Januari-Juni 2025,” ungkap Leni.

Ia menyebutkan bahwa tren penindakan NPP di Aceh menunjukkan peningkatan signifikan setiap tahunnya.

Meski sempat turun menjadi 1,66 ton pada 2024, tetapi dalam waktu enam bulan pertama tahun 2025 saja Bea Cukai Aceh telah berhasil menindak lebih dari 4,5 ton NPP. “Ini melebihi capaian tahunan sebelumnya,” ujar Leni.

“Pencapaian tersebut merupakan hasil dari kewaspadaan tinggi dan kerja sinergis yang berkelanjutan di jalur-jalur rawan penyelundupan,” tambahnya.

Leni menjelaskan bahwa posisi geografis Aceh yang berada di antara dua kawasan penghasil narkotika terbesar di dunia, yakni Golden Crescent dan Golden Triangle, menjadikan provinsi paling barat Indonesia ini sebagai salah satu titik rawan masuknya narkotika ke Indonesia.

Leni juga menyebut, dari sejumlah kasus yang diungkap sepanjang tahun 2025, sebanyak delapan kasus telah ditingkatkan ke tahap penyidikan.

Ia menuturkan, selain fokus pada NPP dan rokok ilegal, Bea Cukai Aceh juga melakukan penindakan terhadap berbagai barang ilegal lainnya, seperti pakaian bekas, kendaraan bermotor roda dua, suku cadang kendaraan, satwa dilindungi, bawang merah, dan teh hijau.

“Seluruh capaian ini mencerminkan dedikasi Bea Cukai Aceh sebagai penjaga perbatasan, pelindung masyarakat, serta pengawal penerimaan negara yang terus bekerja nyata di tengah tantangan pengawasan yang semakin kompleks,” pungkasnya.

Tags: Acehbea cukaiNarkoba
ShareTweetSendShare

Related Posts

Kementan Akui Data Pemerintah Aceh Benar, yang Disampaikan Jubir Nurlis Effendi Sesuai Data Pemerintah Pusat
Daerah

Kementan Akui Data Pemerintah Aceh Benar, yang Disampaikan Jubir Nurlis Effendi Sesuai Data Pemerintah Pusat

August 13, 2026
Pemerintah Aceh Raih Apresiasi Kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan
Daerah

Pemerintah Aceh Raih Apresiasi Kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan

August 12, 2026
Menteri Agama Silaturahmi ke Abu Mudi, Mohon Doa dan Sampaikan Dukungan untuk Wisuda UNISAI ke-13
Daerah

Menteri Agama Silaturahmi ke Abu Mudi, Mohon Doa dan Sampaikan Dukungan untuk Wisuda UNISAI ke-13

August 11, 2026
Masuk Grand Final LCC Empat Pilar MPR-RI, Sekda Nasir: Siswa SMA 2 Banda Aceh Wajib Masuk Karantina
Daerah

Masuk Grand Final LCC Empat Pilar MPR-RI, Sekda Nasir: Siswa SMA 2 Banda Aceh Wajib Masuk Karantina

August 11, 2026
Oknum Keuchik dan Anggota Polri Jadi Tersangka Kasus Peredaran Etomidate di Aceh, Kapolda Sebut Jaringan Aceh-Malaysia
Daerah

Oknum Keuchik dan Anggota Polri Jadi Tersangka Kasus Peredaran Etomidate di Aceh, Kapolda Sebut Jaringan Aceh-Malaysia

August 11, 2026
Teuku Rahmatsyah Resmi Jabat Kajati Aceh, Bawa Semangat Baru Penegakan Hukum
Daerah

Teuku Rahmatsyah Resmi Jabat Kajati Aceh, Bawa Semangat Baru Penegakan Hukum

August 11, 2026
Next Post
Di Sekolah Sukma Bangsa Pidie, Guru Asrama Mendidik Siswa dengan Cinta

Di Sekolah Sukma Bangsa Pidie, Guru Asrama Mendidik Siswa dengan Cinta

Ali Moertopo dan Peran Militer dalam Politik Indonesia (I)

Ali Moertopo dan Peran Militer dalam Politik Indonesia (I)

Discussion about this post

Recommended Stories

Selaras Visi Mualem – Dek Fadh, Dinas Dayah Aceh Fokus pada Mutu, Data, dan Kemandirian Santri

Selaras Visi Mualem – Dek Fadh, Dinas Dayah Aceh Fokus pada Mutu, Data, dan Kemandirian Santri

April 13, 2026
Gubernur Mualem Beri Peringatan Keras, dan akan Tertibkan Tambang Ilegal

Gubernur Mualem Beri Peringatan Keras, dan akan Tertibkan Tambang Ilegal

September 25, 2025
Bahlil Lahadalia Tekankan Pentingnya Konsolidasi untuk Mengatasi Ketimpangan Sosial dan Ekonomi

Bahlil Lahadalia Tekankan Pentingnya Konsolidasi untuk Mengatasi Ketimpangan Sosial dan Ekonomi

July 11, 2026
  • Dataset
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi@tinjauan.id

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!