Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home News Daerah

Aktivis Dayah: Dana Otsus Aceh Harus Benar-Benar Dirasakan Masyarakat, Selama Ini Belum Optimal

TINJAUAN ID by TINJAUAN ID
October 8, 2026
Reading Time: 3 mins read
0
Aktivis Dayah: Dana Otsus Aceh Harus Benar-Benar Dirasakan Masyarakat, Selama Ini Belum Optimal

BANDA ACEH — Aktivis Dayah Aceh, Tgk. Fajri M. Isa, mengingatkan Pemerintah Aceh agar tidak mengulangi pola pengelolaan Dana Otonomi Khusus (Otsus) yang selama ini dinilai belum mampu memberikan perubahan signifikan terhadap kehidupan masyarakat.

Menurut Tgk. Fajri, hampir dua dekade Otsus seharusnya sudah cukup menjadi waktu untuk membuktikan bahwa dana khusus tersebut mampu mengangkat kesejahteraan rakyat Aceh. Namun, persoalan kemiskinan, lapangan kerja, lemahnya industrialisasi, dan rendahnya daya saing ekonomi masih menjadi pekerjaan besar.

“Sudah hampir dua puluh tahun Otsus berjalan. Pertanyaannya, apa perubahan besar yang benar-benar dirasakan masyarakat? Kalau masyarakat masih miskin, lapangan kerja terbatas dan ekonomi belum tumbuh optimal, berarti ada yang harus dievaluasi dari cara pemerintah mengelola Otsus,” kata Fajri.

Ia menilai pemerintah tidak boleh hanya mewarisi pola lama dalam menyusun program dan mengalokasikan anggaran.

Menurutnya, pemerintah saat ini memiliki tanggung jawab untuk memastikan Dana Otsus tidak sekadar terserap secara administratif, tetapi menghasilkan perubahan ekonomi yang dapat dirasakan langsung masyarakat.

Tgk. Fajri mengatakan, masyarakat Aceh cenderung kecewa karena manfaat Otsus belum dirasakan sebanding dengan besarnya sumber daya yang telah dialokasikan selama ini.

Karena itu, ia meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perencanaan dan penggunaan Dana Otsus ke depan. Khususnya apabila dana otsus diperpanjang setelah revisi UUPA disahkan.

“Pemerintah harus berani mengakui kalau ada program yang tidak efektif. Dana Otsus harus diarahkan kepada masalah yang benar-benar dihadapi masyarakat,” katanya.

Menurut Tgk. Fajri, salah satu kelemahan pembangunan Aceh selama ini adalah terlalu kuatnya orientasi pada belanja pemerintah, sementara sektor produktif dan dunia usaha belum mendapatkan dorongan yang memadai.

Ia meminta pemerintah mengubah pendekatan dengan menjadikan Dana Otsus sebagai instrumen untuk membangun ekosistem industri dan usaha.

“Kalau uang Otsus hanya berputar di lingkungan pemerintah, kontraktor dan proyek-proyek rutin, maka efeknya terhadap masyarakat akan terbatas. Yang harus dibangun adalah industri, usaha masyarakat, investasi, pengolahan hasil pertanian, perikanan, perkebunan dan sektor-sektor produktif lainnya,” ujar Fajri.

Ia menegaskan, pemerintah tidak boleh menjadikan keterbatasan fiskal sebagai alasan untuk mempertahankan pola pembangunan yang sama. Justru, menurutnya, berkurangnya ruang fiskal Aceh harus mendorong pemerintah lebih selektif menentukan prioritas.

Bangun Sumber Ekonomi Baru untuk Aceh 

Tgk. Fajri juga mengingatkan bahwa keberlanjutan pembangunan Aceh tidak bisa terus bergantung pada dana transfer dan belanja pemerintah. Pemerintah harus mulai membangun sumber-sumber pertumbuhan baru agar ekonomi Aceh mampu bergerak dengan kekuatan sendiri.

Menurut Tgk. Fajri, masa depan Otsus harus ditentukan oleh keberanian pemerintah mengubah orientasi pembangunan dari sekadar administrasi anggaran menjadi transformasi ekonomi.

“Warisan Otsus jangan sampai hanya berupa proyek dan bangunan. Warisannya harus menghasilkan masyarakat yang lebih sejahtera, anak-anak muda yang punya pekerjaan, pelaku usaha yang berkembang dan ekonomi Aceh yang mampu berdiri lebih kuat,” tegasnya.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah masih tingginya angka kemiskinan Aceh. Data BPS menunjukkan persentase penduduk miskin Aceh pada Maret 2026 mencapai 12,34 persen atau sekitar 713,78 ribu orang. Angka itu meningkat dibandingkan September 2025 yang sebesar 12,22 persen.

Di sisi lain, perekonomian Aceh pada triwulan II 2026 tumbuh 4,86 persen secara tahunan. Namun struktur ekonomi Aceh masih sangat bergantung pada sektor pertanian, kehutanan dan perikanan yang menyumbang 31,16 persen terhadap PDRB.

Tgk. Fajri mengatakan kondisi tersebut menunjukkan bahwa tantangan Aceh bukan hanya bagaimana mendapatkan anggaran, tetapi bagaimana mengubah anggaran menjadi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan peningkatan kesejahteraan.

Tgk Fajri menambahkan, evaluasi terhadap Otsus harus dilakukan secara terbuka dengan melihat manfaat program dari tingkat provinsi hingga gampong. Program yang tidak memberikan dampak signifikan perlu dikurangi atau dihentikan, sementara anggaran diarahkan kepada sektor yang memiliki efek pengganda terhadap ekonomi masyarakat.

“Orientasinya harus berubah. Kita ingin Dana Otsus menjadi modal pembangunan ekonomi Aceh, bukan hanya menjadi sumber pembiayaan APBA,” kata Fajri.

Secara regulasi, Dana Otsus Aceh diberikan selama 20 tahun sejak 2008 hingga 2027. Besarannya turun dari 2 persen pagu DAU nasional pada periode 2008–2022 menjadi 1 persen pada 2023–2027. Untuk 2025, alokasi Dana Otsus Aceh tercatat sekitar Rp4,5 triliun.

Karena periode Otsus sebagaimana ketentuan saat ini memasuki tahun-tahun terakhir, Tgk. Fajri menilai Aceh membutuhkan perubahan pendekatan dalam mengelola sumber daya fiskalnya.

“Yang paling penting sekarang adalah memastikan setiap rupiah yang dialokasikan untuk Aceh memberikan manfaat nyata bagi rakyat. Otsus harus meninggalkan warisan berupa masyarakat yang lebih sejahtera, ekonomi yang lebih kuat, dan dunia usaha yang lebih berkembang,” pungkasnya.[]

Tags: AcehDana Otsusekonomi AcehTgk. Fajri M. Isa
ShareTweetSendShare

Related Posts

Jubir Pemerintah Aceh, Nurlis: Kepemimpinan Berjalan Baik
Daerah

TKD Tambahan untuk Bencana Aceh Tahun 2026 Rp1,65 Triliun dengan Serapan Mencapai 35 Persen, Ini Rinciannya

October 8, 2026
Dek Fadh Temui Menko Yusril, Perkuat Lobi Strategis untuk Masa Depan Aceh
Daerah

Dek Fadh Temui Menko Yusril, Perkuat Lobi Strategis untuk Masa Depan Aceh

October 8, 2026
Plt. Sekda Aceh Ikuti Rapat Persiapan Pelaksanaan PORA XV Aceh Jaya
Daerah

Plt. Sekda Aceh Ikuti Rapat Persiapan Pelaksanaan PORA XV Aceh Jaya

October 8, 2026
Bupati Aceh Besar Syech Muharram Tegaskan Kepastian Hukum untuk Lindungi Hak Masyarakat Hukum Adat
Daerah

Bupati Aceh Besar Syech Muharram Tegaskan Kepastian Hukum untuk Lindungi Hak Masyarakat Hukum Adat

October 7, 2026
Aceh Tak Mau Lagi Hanya Jual Bahan Mentah, AEDF 2026 Siapkan Roadmap Investasi 20 Tahun
Daerah

Aceh Tak Mau Lagi Hanya Jual Bahan Mentah, AEDF 2026 Siapkan Roadmap Investasi 20 Tahun

October 7, 2026
Ketua Pemuda PAS Aceh Tgk. Fajri M. Isa Jumpai Anggota DPD RI, Bahas Persoalan Generasi Muda
Daerah

Ketua Pemuda PAS Aceh Tgk. Fajri M. Isa Jumpai Anggota DPD RI, Bahas Persoalan Generasi Muda

October 6, 2026
Next Post
Jubir Pemerintah Aceh, Nurlis: Kepemimpinan Berjalan Baik

TKD Tambahan untuk Bencana Aceh Tahun 2026 Rp1,65 Triliun dengan Serapan Mencapai 35 Persen, Ini Rinciannya

Discussion about this post

Recommended Stories

Tgk.Miswar Ibrahim Njong pimpin Rabithah Thaliban Aceh (RTA) periode 2023-2027

June 11, 2023
Pimpin Sidang Kabinet, Presiden Prabowo Instruksikan Jajaran Perkuat Stabilitas Nasional

Pimpin Sidang Kabinet, Presiden Prabowo Instruksikan Jajaran Perkuat Stabilitas Nasional

September 1, 2025
Dinas Dayah Aceh Klarifikasi Pengadaan Kitab Rp50,53 Miliar, Sasar 36.171 Santri di 286 Dayah

Dinas Dayah Aceh Klarifikasi Pengadaan Kitab Rp50,53 Miliar, Sasar 36.171 Santri di 286 Dayah

September 5, 2026
  • Dataset
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi@tinjauan.id

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!