LANGSA – Sebanyak 63 peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXV Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Pusjar SKMK LAN RI Banda Aceh melaksanakan Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN) ke Kabupaten Aceh Tamiang dan Kota Langsa.
Kegiatan strategis ini berlangsung mulai tanggal 14 hingga 16 September 2026, kegiatan visitasi ini diterima langsung oleh Bupati Aceh Tamiang Bapak Armia Fahmi dan di Kota Langsa diterima oleh Sekda Kota Langsa Dra.Suhartini,M.Pd.
Pelaksanaan VKN ini selaras dengan tema besar pelatihan tahun ini, yakni “Kepemimpinan Adaptif dalam Penguatan Tata Kelola Pemulihan Pasca Bencana untuk Mewujudkan Resiliensi Daerah dan Nasional.”
Kehadiran para peserta di lapangan turut didampingi oleh Deputi 1 LAN RI Dr. Agus Sudrajat, S.Sos., M.A., Kepala Pusjar SKMK LAN RI Banda Aceh Said Fadhil,S.IP.,M.M., serta Widyaiswara Ahli Utama LAN RI, Dra. Arfah Salwah, M.Si., dan Ir. Faizal Adriansyah, M.Si.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, para peserta tidak hanya berfokus pada agenda akademik dan analisis tata kelola pemerintahan, tetapi juga menunjukkan kepedulian nyata terhadap masyarakat terdampak.
Salah satu peserta, Erwin Ferdinansyah, S.T., M.T., yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pengairan Aceh, mengungkapkan bahwa rombongan turut menyerahkan bantuan sosial bagi korban bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tamiang.
Secara substansial, VKN dirancang untuk mencapai sejumlah sasaran strategis bagi para pejabat peserta pelatihan, meliputi:
Pengalaman Nyata Lapangan: Membekali peserta dengan pengalaman langsung guna mendalami dan menganalisis kondisi riil serta permasalahan di daerah lokus kunjungan.
Kepekaan Sosial dan Manajerial: Menumbuhkan kepedulian terhadap tata kelola pemerintahan daerah melalui perumusan gagasan dan inovasi yang adaptif.
Adopsi Best Practices: Melatih kemampuan peserta dalam mengadaptasi keunggulan organisasi lokus untuk dirumuskan menjadi rekomendasi kebijakan (policy brief).
Pengayaan Proyek Perubahan: Memberikan wawasan aplikatif guna menyempurnakan proyek perubahan yang tengah dikembangkan oleh masing-masing peserta di instansi asalnya.
Perumusan Lesson Learnt: Mengasah ketajaman analisis strategis dalam mengembangkan potensi lokal serta merumuskan kepemimpinan pembelajaran dari daerah yang dikunjungi.
Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan mampu menerjemahkan kapasitas kepemimpinan strategis secara langsung, sekaligus menghadirkan solusi inovatif yang memperkuat resiliensi daerah menghadapi tantangan kebencanaan di masa depan.[]











Discussion about this post