Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Pendapatan Negara Tumbuh 21,4 Persen, Menkeu Purbaya Klaim Kinerja APBN Semester I 2026 Solid

TINJAUAN ID by TINJAUAN ID
July 29, 2026
Reading Time: 2 mins read
0
Pendapatan Negara Tumbuh 21,4 Persen, Menkeu Purbaya Klaim Kinerja APBN Semester I 2026 Solid

Jakarta — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sepanjang semester I 2026 dalam Konferensi Pers APBN KiTa Edisi Juli 2026 yang digelar di Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Purbaya menyampaikan bahwa hingga akhir Juni 2026, pendapatan negara telah mencapai Rp1.459,4 triliun, tumbuh 21,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, penerimaan perpajakan menyumbang Rp1.187,8 triliun, dengan penerimaan pajak saja mencapai Rp1.035,7 triliun atau tumbuh 24,6 persen secara tahunan. Selain itu, penerimaan kepabeanan dan cukai tercatat sebesar Rp145 triliun, sementara Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) menyumbang Rp271 triliun.

Di sisi lain, realisasi belanja negara meningkat 17,8 persen menjadi Rp1.656 triliun. Dengan demikian, defisit anggaran tercatat sebesar Rp196,5 triliun, atau setara 0,76 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Menkeu menegaskan bahwa dengan pendapatan yang tumbuh kuat serta belanja yang dikelola secara terukur, defisit tersebut masih berada dalam batas terkendali.

Tantangan di Sektor Kepabeanan dan Cukai

Meski penerimaan negara secara umum tumbuh positif, penerimaan kepabeanan dan cukai menghadapi tekanan. Hingga semester I 2026, pos ini baru terealisasi Rp152 triliun atau 45,2 persen dari target Rp335 triliun, dengan proyeksi potensi shortfall sekitar Rp15 triliun hingga akhir tahun. Purbaya membantah bahwa potensi kekurangan tersebut disebabkan oleh batalnya pungutan bea keluar pada komoditas tertentu. Ia menyebut tekanan lebih disebabkan oleh moderasi harga komoditas global, meski tren pertumbuhannya sudah mulai membaik ke level di atas 6 persen.

Secara rinci, penerimaan cukai tercatat Rp109,4 triliun (tumbuh 0,6 persen yoy), didorong oleh produksi rokok dan minuman beralkohol. Sementara penerimaan bea masuk mencapai Rp26,3 triliun, tumbuh 11,3 persen berkat peningkatan impor bahan baku dan bahan penolong industri.

Kontribusi Daerah

Tren positif ini juga terlihat di tingkat daerah. Di Jawa Timur misalnya, Kepala Perwakilan Kemenkeu setempat, Max Darmawan, melaporkan realisasi pendapatan negara di wilayahnya mencapai Rp128,18 triliun atau 42,45 persen dari target APBN sebesar Rp301,96 triliun per akhir Juni 2026, terdiri dari penerimaan perpajakan Rp123,81 triliun dan PNBP Rp4,37 triliun.

Pemerintah menyatakan akan terus memantau kinerja penerimaan pada semester kedua, sembari mengelola belanja negara secara produktif untuk menjaga defisit tetap dalam kisaran aman.[]

Tags: APBNEKonomiKemenkeuMenkeu Purbaya
ShareTweetSendShare

Related Posts

Warisan Turun-Temurun, Petani Garam Paru Cot, Pidie Jaya Bertahan di Tengah Cuaca dan Biaya yang Tak Menentu
Daerah

Warisan Turun-Temurun, Petani Garam Paru Cot, Pidie Jaya Bertahan di Tengah Cuaca dan Biaya yang Tak Menentu

July 28, 2026
Silaturahmi Ustadz Abdul Somad dan Ketua MPR Ahmad Muzani Bahas Perkembangan Kehidupan Beragama
Nasional

Silaturahmi Ustadz Abdul Somad dan Ketua MPR Ahmad Muzani Bahas Perkembangan Kehidupan Beragama

July 25, 2026
Menko Yusril Dorong Penyelesaian Tanah Wakaf Blang Padang melalui Jalur Hukum yang Berkeadilan
Daerah

Menko Yusril Dorong Penyelesaian Tanah Wakaf Blang Padang melalui Jalur Hukum yang Berkeadilan

July 24, 2026
Prabowo Lantik Sudaryono Jadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Berikut Profilnya
Nasional

Prabowo Lantik Sudaryono Jadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Berikut Profilnya

July 23, 2026
Fachry Ali: NU Perlu Rumuskan Agenda Politik Sendiri dan Akhiri Faksionalisme Jelang Muktamar Ke-35
Nasional

Fachry Ali: NU Perlu Rumuskan Agenda Politik Sendiri dan Akhiri Faksionalisme Jelang Muktamar Ke-35

July 20, 2026
Editorial: Tiga Tahun Berlalu, Pengeboran Migas Aceh di Blok Bireuen-Sigli Masih Mandek, Ada Apa?
Editorial

Editorial: Tiga Tahun Berlalu, Pengeboran Migas Aceh di Blok Bireuen-Sigli Masih Mandek, Ada Apa?

July 18, 2026
Next Post
FISIP USK Satukan Suara, Aceh Harus Jadi Pemain Utama di Blok Andaman

FISIP USK Satukan Suara, Aceh Harus Jadi Pemain Utama di Blok Andaman

Discussion about this post

Recommended Stories

Perlunya menghadapi Indonesia dengan apa adanya

January 19, 2023
Sekda Aceh Pimpin Rapat Teknis Pengendalian Inflasi Jelang Hari Besar

Sekda Aceh Pimpin Rapat Teknis Pengendalian Inflasi Jelang Hari Besar

March 6, 2026
Kak Na Dampingi Ketum Seruni Serahkan Bantuan di Pidie Jaya

Kak Na Dampingi Ketum Seruni Serahkan Bantuan di Pidie Jaya

February 10, 2026
  • Dataset
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi@tinjauan.id

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!