Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home News Nasional

Fachry Ali: NU Perlu Rumuskan Agenda Politik Sendiri dan Akhiri Faksionalisme Jelang Muktamar Ke-35

TINJAUAN ID by TINJAUAN ID
July 20, 2026
Reading Time: 2 mins read
0
Fachry Ali: NU Perlu Rumuskan Agenda Politik Sendiri dan Akhiri Faksionalisme Jelang Muktamar Ke-35

Jakarta – Pengamat sosial politik Fachry Ali menyerukan agar elite Nahdlatul Ulama (NU) segera merumuskan agenda politik yang berdiri sendiri, alih-alih terus bergantung pada kepentingan kekuatan politik di luar organisasi.

Pandangan ini disampaikan akademisi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu dalam program Menjadi Indonesia yang tayang di NU Online, Jumat (17/7/2026) seperti dirilis NU Online.

Menurut Fachry, “kekuatan sosial NU yang begitu besar selama ini belum berhasil diterjemahkan menjadi visi politik yang murni memperjuangkan kepentingan warga Nahdliyin.”

Ia menilai tokoh-tokoh NU kerap tampil sebagai pendukung figur atau kandidat politik tertentu, alih-alih menjadi aktor yang secara mandiri menyuarakan agenda umat.

Karena itu, ia mendorong para elite NU memiliki keberanian merumuskan arah politik sendiri, bukan sekadar menjadi kepanjangan tangan kekuatan luar.

Fachry menegaskan, “kemandirian politik yang dimaksud bukan berarti NU harus bertransformasi menjadi partai politik.”

Baginya, kemandirian lebih pada kemampuan organisasi menentukan orientasi, sikap, dan kepentingannya sendiri.

“Bentuk kemandirian tersebut misalnya dalam penguatan pesantren dan pendidikan, pemberdayaan ekonomi umat, perlindungan kelompok rentan, hingga perbaikan kehidupan berbangsa, tanpa didikte pihak luar,” terang Fachry.

Faksionalisme Jadi Ancaman Legitimasi NU

Dalam kesempatan yang sama, Fachry juga menyoroti persoalan faksionalisme di internal NU yang menurutnya harus segera diakhiri, dan tidak cukup hanya diredam menjelang pelaksanaan Muktamar Ke-35.

Ia memperingatkan, “jika persoalan ini tidak diselesaikan secara mendasar, Pengurus Besar NU (PBNU) berisiko kehilangan legitimasi dan kewibawaan di mata warga Nahdliyin.”

Ia mencontohkan, para kiai di daerah yang memiliki basis pesantren, jamaah, dan lembaga pendidikan sendiri berpotensi memilih bergerak mandiri apabila struktur pusat dianggap tak lagi mampu mewakili kepentingan mereka.

Kondisi semacam itu ia sebut sebagai “anarkisme lokal”, yakni ketika kekuatan NU di daerah berjalan sendiri-sendiri tanpa mengindahkan arahan PBNU.

Oleh karena itu, Fachry berharap Muktamar Ke-35 mendatang dapat menjadi momentum untuk menyatukan seluruh kelompok dan melahirkan kepemimpinan yang berorientasi pada kepentingan NU secara utuh, bukan representasi faksi atau kekuatan politik tertentu.

Fachry menegaskan, “basis sosial besar yang dimiliki NU semestinya menjadi modal perjuangan kepentingan umat, bukan sekadar alat tawar-menawar politik dengan kandidat maupun partai.”[]

Tags: Fachry AliindonesiaNahdlatul ulamapolitik
ShareTweetSendShare

Related Posts

Orang-Orang Dekat Kepercayaan Presiden Prabowo
Laporan dan Analisis

Orang-Orang Dekat Kepercayaan Presiden Prabowo

July 21, 2026
Wali Nanggroe Usulkan Aceh Jadi Pilot Project Pengadilan Niaga Syariah Nasional
Daerah

Wali Nanggroe Usulkan Aceh Jadi Pilot Project Pengadilan Niaga Syariah Nasional

July 18, 2026
Musda Demokrat Aceh: Langkah Strategis Memilih Figur Berdaya Ungkit
Opini

Musda Demokrat Aceh: Langkah Strategis Memilih Figur Berdaya Ungkit

July 18, 2026
Mengapa Rocky Gerung Begitu Digemari Publik Indonesia?
Laporan dan Analisis

Mengapa Rocky Gerung Begitu Digemari Publik Indonesia?

July 17, 2026
Sri Mulyani Kini Mengajar di Oxford, Cerita Pengalaman Mengajar di Kampus Top Dunia
Nasional

Sri Mulyani Kini Mengajar di Oxford, Cerita Pengalaman Mengajar di Kampus Top Dunia

July 17, 2026
Demokrat Bireuen: Dr. Sayuti Abubakar Pilihan Tepat Untuk Demokrat Aceh
Politik

Demokrat Bireuen: Dr. Sayuti Abubakar Pilihan Tepat Untuk Demokrat Aceh

July 16, 2026
Next Post
Wagub Aceh: Empat Pelajar Penerima Beasiswa ke Tiongkok Disiapkan Menggerakkan Hilirisasi

Wagub Aceh: Empat Pelajar Penerima Beasiswa ke Tiongkok Disiapkan Menggerakkan Hilirisasi

Samsat Banda Aceh Imbau Warga Urus Pajak Kendaraan Tanpa Calo, Pelayanan Resmi Dipastikan Gratis

Samsat Banda Aceh Imbau Warga Urus Pajak Kendaraan Tanpa Calo, Pelayanan Resmi Dipastikan Gratis

Discussion about this post

Recommended Stories

Dulu Terima Bantuan IMF, Kini Menolaknya: Pelajaran Krisis Moneter 1998 yang Mengubah Ekonomi Indonesia

Dulu Terima Bantuan IMF, Kini Menolaknya: Pelajaran Krisis Moneter 1998 yang Mengubah Ekonomi Indonesia

April 22, 2026
Sekretaris Komisi III DPRA Sambut Baik Fadhil Ilyas Jabat Dirut Bank Aceh: Harus Memberikan Dampak Mendukung Perekonomian Daerah

Sekretaris Komisi III DPRA Sambut Baik Fadhil Ilyas Jabat Dirut Bank Aceh: Harus Memberikan Dampak Mendukung Perekonomian Daerah

September 8, 2025

Wapres Ma’ruf Amin targetkan Indonesia menjadi produsen halal dunia di 2024

January 1, 2023
  • Dataset
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi@tinjauan.id

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!