Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home News Daerah

Petani Pidie Jaya Panen Perdana Bawang Merah di Sawah Bekas Banjir, Jadi Harapan Baru Pascabencana

TINJAUAN ID by TINJAUAN ID
July 7, 2026
Reading Time: 2 mins read
0
Petani Pidie Jaya Panen Perdana Bawang Merah di Sawah Bekas Banjir, Jadi Harapan Baru Pascabencana

Panen perdana bawang merah di lahan sawah bekas banjir Desa Meunasah Teungoh, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Selasa (7/7/2026).

Pidie Jaya – Harapan petani di Kabupaten Pidie Jaya mulai tumbuh kembali. Lahan sawah yang sempat tertimbun pasir dan lumpur akibat banjir bandang pada akhir November 2025 kini kembali produktif dengan menghasilkan panen perdana bawang merah.

Panen perdana berlangsung di Desa Meunasah Teungoh, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Selasa (7/7/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program percontohan pemanfaatan lahan bekas bencana melalui penanaman tanaman rotasi bawang yang diinisiasi Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh.

Bagi petani, panen ini menjadi simbol kebangkitan setelah berbulan-bulan kehilangan mata pencaharian akibat lahan pertanian tertutup material banjir.

Salah seorang petani dari Kelompok Tani Jaya, Muhammad Nurdin, mengaku sempat pesimis sawah miliknya bisa kembali ditanami. Tebalnya timbunan pasir membuat ia mengira lahan tersebut telah rusak permanen.

“Kami sempat mengira sawah ini sudah tidak bisa ditanami lagi. Alhamdulillah, dengan pendampingan dan bantuan dari berbagai pihak, hari ini kami bisa memanen bawang merah. Ini menjadi harapan baru bagi kami untuk kembali bangkit setelah bencana,” katanya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Pidie Jaya, Muhammad Nur, mengatakan panen perdana tersebut menjadi momentum kebangkitan sektor pertanian di daerahnya setelah banjir bandang merusak banyak lahan pertanian.

“Alhamdulillah, hari ini merupakan panen perdana setelah lahan sawah ini diterjang banjir bandang pada akhir November lalu.

Berkat kerja sama Bank Indonesia, Universitas Syiah Kuala, dan berbagai pihak, lahan yang sebelumnya rusak kini kembali menghasilkan,” ujarnya.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya bersama Pemerintah Aceh juga tengah menyiapkan rehabilitasi lahan sawah yang mengalami kerusakan berat.

“Lahan sawah yang rusak berat akan dilakukan pengolahan secara gratis. Kami terus berkoordinasi dengan Pemerintah Aceh agar petani dapat kembali bercocok tanam secepatnya,” katanya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Agus Chusaini, mengatakan program tersebut bertujuan mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian.

Ia menjelaskan program percontohan dilakukan di lahan seluas sekitar lima hektare yang tersebar di lima titik terdampak banjir untuk menguji komoditas yang paling sesuai dikembangkan.

“Begitu terjadi bencana, yang kami pikirkan adalah bagaimana membantu mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat. Karena itu kami memanfaatkan lahan bekas bencana agar kembali produktif,” ujarnya.

Selain bawang merah, BI juga mengembangkan budidaya cabai dan jagung. Dukungan tidak hanya diberikan pada masa tanam, tetapi juga pendampingan pascapanen, pelatihan hingga membuka akses pemasaran hasil produksi petani.

Sementara itu, Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Prof. Rina Sriwati, mengatakan lahan bekas banjir yang didominasi pasir memerlukan perlakuan khusus sebelum ditanami.

Tim akademisi melakukan analisis tanah lebih dulu untuk mengetahui kandungan unsur hara, kemudian memberikan rekomendasi pemupukan serta membangun sistem penyiraman menggunakan sprinkler agar tanaman dapat tumbuh optimal.

Menurutnya, kondisi lahan pascabanjir lebih sesuai untuk dikembangkan sebagai kawasan hortikultura, seperti bawang merah dan cabai.

“Harapan kami, model budidaya di lahan bekas bencana ini dapat menjadi contoh untuk diterapkan di daerah lain yang memiliki kondisi serupa,” katanya.

Selain panen perdana, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan penyerahan bantuan sarana dan prasarana bagi kelompok tani dan petambak garam terdampak bencana di Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya, serta penandatanganan komitmen bersama penanggulangan bencana hidrometeorologi oleh Pemerintah Kabupaten Pidie, Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, Universitas Syiah Kuala, dan Tim Satgas Rekon.[]

Tags: bank Indonesiapenanganan bencanapertanianPidie Jaya
ShareTweetSendShare

Related Posts

Mengenalkan Kembali Pengetahuan Lama Melalui Naskah Kuno kepada Generasi Muda Aceh
Daerah

Mengenalkan Kembali Pengetahuan Lama Melalui Naskah Kuno kepada Generasi Muda Aceh

August 22, 2026
Jubir Pemerintah Aceh, Nurlis: Kepemimpinan Berjalan Baik
Daerah

Jubir Pemerintah Aceh, Nurlis: Kepemimpinan Berjalan Baik

August 22, 2026
Penyalahgunaan BBM Bersubsidi di Aceh Berpotensi Rugikan Negara Rp1 Triliun per Tahun
Daerah

Penyalahgunaan BBM Bersubsidi di Aceh Berpotensi Rugikan Negara Rp1 Triliun per Tahun

August 22, 2026
Pemerintah Bentuk Desk Koordinasi Aceh, Wagub Dek Fadh: Mendukung Pembangunan Ekonomi Aceh
Daerah

Pemerintah Bentuk Desk Koordinasi Aceh, Wagub Dek Fadh: Mendukung Pembangunan Ekonomi Aceh

August 19, 2026
Wagub Aceh Bersama Wamendagri Tinjau Langsung Lapangan Blang Padang
Daerah

Wagub Aceh Bersama Wamendagri Tinjau Langsung Lapangan Blang Padang

August 19, 2026
Cegah Eskalasi, Pendekatan Humanis Kapolda Aceh Tangani Kerusuhan di Hari Damai Aceh Diapresiasi
Daerah

Cegah Eskalasi, Pendekatan Humanis Kapolda Aceh Tangani Kerusuhan di Hari Damai Aceh Diapresiasi

August 18, 2026
Next Post
Kemenag Siapkan Materi Pencegahan LGBTQ, Bakal Masuk Kurikulum Pendidikan Agama

Kemenag Siapkan Materi Pencegahan LGBTQ, Bakal Masuk Kurikulum Pendidikan Agama

Pemerintah Pusat dan Aceh Percepat Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Hidrometeorologi di Bener Meriah

Silaturahmi dengan Masyarakat Aceh di Makassar, Kak Na Mengaku Bangga atas Kekompakan Perantau Aceh

Discussion about this post

Recommended Stories

Hadiri Munaslub Gubernur se-Indonesia, Mualem Kawal Sinkronisasi Kebijakan Strategis Nasional

Hadiri Munaslub Gubernur se-Indonesia, Mualem Kawal Sinkronisasi Kebijakan Strategis Nasional

July 17, 2026
Maisarah, Guru MTs Dayah Nurul Huda Caleue, Pidie Terbitkan Novel Terbaru

Maisarah, Guru MTs Dayah Nurul Huda Caleue, Pidie Terbitkan Novel Terbaru

September 12, 2025
Breaking News: Anggota DPR Fraksi NasDem dan Pebisnis Rachmat Gobel Meninggal Dunia

Breaking News: Anggota DPR Fraksi NasDem dan Pebisnis Rachmat Gobel Meninggal Dunia

July 10, 2026
  • Dataset
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi@tinjauan.id

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!