Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home News Daerah

Peneliti Ungkap Temuan “Kuburan Massal” Belanda di Indrapuri

TINJAUAN ID by TINJAUAN ID
June 7, 2026
Reading Time: 2 mins read
0
Peneliti Ungkap Temuan “Kuburan Massal” Belanda di Indrapuri

BANDA ACEH – Sebuah penelitian terbaru mengenai jejak kolonial di Aceh menemukan keberadaan Jeurat Kaphe (Belanda) di kawasan Indrapuri, Aceh Besar. Situs ini berbeda dengan Kerkhof Peutjut, Jeurat Kaphe di Indrapuri adalah “kuburan massal” di mana puluhan serdadu Belanda dimakamkan secara bersamaan dalam satu liang lahat.

Fadhli Espece, Peneliti Jeurat Kaphe, menegaskan bahwa keberadaan kuburan massal Belanda merupakan fenomena yang sangat langka. Hingga saat ini, Aceh menjadi satu-satunya wilayah di Indonesia yang memiliki kuburan massal kolonial Belanda.

“Dalam catatan kami, serdadu yang dimakamkan disini adalah korban peperangan di Kuta Cot Glie. Dalam pertempuran di markas Panglima Polem itu, Belanda pulang dengan membawa puluhan mayat, dua diantaranya adalah perwira. Selain itu Belanda juga mengalami kerugian sejumlah 68 orang serdadunya mengalami luka-luka. Dalam temuan kami, jumlah kerugian Belanda dalam pertempuran ini termasuk yang terbesar dalam sejarah Perang Aceh.”

Fadhli menyebutkan bahwa Jeurat Kaphe di Indrapuri merupakan penanda penting mengenai intensitas perang dan besarnya korban yang dialami Belanda selama menghadapi perlawanan rakyat Aceh. Situs ini memperlihatkan bahwa Perang Aceh adalah tragedi dan telah meninggalkan jejak besar bagi sejarah militer kolonial Belanda.

“Selama ini sejarah perang kolonial cenderung merekam bagaimana pihak kolonial menjajah pribumi. Jarang sekali ada yang merekam sebaliknya, bagaimana pihak kolonial (penjajah) justru menjadi pihak yang dikalahkan dan mengalami kerugian besar. Kuburan massal Belanda di Indrapuri ini adalah bukti atas fenomena terbalik tersebut. Namun kini, ia telah menjadi warisan sunyi yang hampir hilang dari ingatan publik.” Ujar Fadhli

Selain memiliki nilai sejarah, situs ini juga penting dalam kerangka politik ingatan. Keberadaan Jeurat Kaphe menunjukkan bagaimana masyarakat Aceh menyimpan memori perang melalui penamaan lokal, tradisi lisan, dan ruang yang diwariskan lintas generasi. Sayangnya, sebagian besar situs serupa belum terdokumentasi secara memadai dan rentan hilang akibat pembangunan, alih fungsi lahan, serta minimnya perhatian terhadap tinggalan konflik kolonial.

“Ini bukan bentuk pemuliaan terhadap kolonialisme, kita ingin merawat sejarah secara utuh. Kuburan massal ini adalah bukti nyata betapa dahsyatnya perang yang terjadi di Aceh yang oleh Belanda sering disebut sebagai “Atjeh Moorden” sekaligus jawaban mengapa wilayah ini memiliki posisi yang sangat berbeda di mata Belanda.” tutup Fadhli.[]

Tags: Indrapurikawasan bersejarahsejarah Aceh
ShareTweetSendShare

Related Posts

Kak Na Sapa Warga Uning Mas di Huntara Blang Rakal
Daerah

Kak Na Sapa Warga Uning Mas di Huntara Blang Rakal

July 24, 2026
Sayuti Abubakar Calon Kuat Ketua DPD Demokrat Aceh, 20 DPC Nyatakan Dukungan
Daerah

SAP Law Firm Bantah Tuduhan Penipuan, Sebut Pemberitaan yang Kaitkan Sayuti Abubakar Tidak Benar

July 23, 2026
Lembaga Wali Nanggroe Identifikasi Persoalan Pengembangan Kawasan Bebas Sabang
Daerah

Lembaga Wali Nanggroe Identifikasi Persoalan Pengembangan Kawasan Bebas Sabang

July 23, 2026
Kawal Wakaf Blangpadang, Pemerintah Aceh dan Ulama Temui BWI Pusat
Daerah

Kawal Wakaf Blangpadang, Pemerintah Aceh dan Ulama Temui BWI Pusat

July 23, 2026
Capaian Kinerja Dinas ESDM Aceh di Bawah Kepemimpinan Asnawi hingga Pertengahan 2026
Daerah

Capaian Kinerja Dinas ESDM Aceh di Bawah Kepemimpinan Asnawi hingga Pertengahan 2026

July 23, 2026
Hasil Rapat Forkopimda Aceh, Tangani Karhutla Hidupkan Hukum Adat 
Daerah

Hasil Rapat Forkopimda Aceh, Tangani Karhutla Hidupkan Hukum Adat 

July 23, 2026
Next Post
Terima Kunjungan BAM DPR RI, Sekda Aceh Dorong Penyelesaian Tuntas Persoalan Warga Eks Blang Lancang-Rancong

Terima Kunjungan BAM DPR RI, Sekda Aceh Dorong Penyelesaian Tuntas Persoalan Warga Eks Blang Lancang-Rancong

Terima Kunjungan BAM DPR RI, Sekda Aceh Dorong Penyelesaian Tuntas Persoalan Warga Eks Blang Lancang-Rancong

Wagub Aceh Bersama Menteri Sosial Hadiri Open House Sekolah Rakyat di Aceh Besar ‎

Discussion about this post

Recommended Stories

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa

Menkeu Purbaya Ungkap Bakal Ada Penangkapan ‘Mafia’ Besar-besaran, Siapa Saja?

October 21, 2025
Mencari Figur Ketua Demokrat Aceh: Tak Ada Kemenangan yang Tak Diperjuangkan

Mencari Figur Ketua Demokrat Aceh: Tak Ada Kemenangan yang Tak Diperjuangkan

February 6, 2026
Ketua Pemuda Gampong Bangkeh, Abi Nawi, Dukung Penuh Gubernur Aceh Legalkan Tambang Rakyat

Ketua Pemuda Gampong Bangkeh, Abi Nawi, Dukung Penuh Gubernur Aceh Legalkan Tambang Rakyat

October 25, 2025
  • Dataset
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi@tinjauan.id

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!