Hashim Djojohadikusumo, melalui payung Arsari Group, memperluas pengaruhnya ke sektor infrastruktur teknologi dan ekonomi digital. Berikut emiten saham miliknya yang punya prospek menjanjikan.
JAKARTA – Peta kekuatan ekonomi di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami pergeseran signifikan memasuki awal tahun 2026. Hashim Djojohadikusumo, melalui payung Arsari Group, kini tidak lagi hanya dikenal sebagai pemain besar di sektor komoditas dan agribisnis konvensional.
Lewat serangkaian aksi korporasi strategis, keluarga Djojohadikusumo secara agresif memperluas pengaruhnya ke sektor infrastruktur teknologi dan ekonomi digital.
Berdasarkan riset pasar terbaru, berikut adalah ulasan mengenai emiten-emiten yang terafiliasi dengan Hashim Djojohadikusumo serta perbandingan performa fundamentalnya.
Transformasi Portofolio
Emiten yang menjadi motor utama saat ini adalah PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge. Melalui PT Arsari Sentra Data, Hashim memegang kendali tidak langsung yang membawa dampak besar pada valuasi perusahaan.
Fokus Surge pada penyediaan internet murah di sepanjang jalur kereta api kini meluas hingga ke Ibu Kota Nusantara (IKN) melalui anak usaha baru, PT Solusi Sinergi Borneo.
Di sisi lain, sektor ekonomi baru diwakili oleh PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN). Masuknya Arsari Group pada akhir 2025 menandakan restu institusional terhadap aset digital di Indonesia.
Satu hal yang sering luput dari pengamatan publik adalah keterlibatan keluarga dalam sektor properti melalui TRIN. Di sektor properti, PT Trinity Dinamika Tbk (TRIN) tetap menjadi tumpuan keluarga dengan posisi strategis Aryo Djojohadikusumo sebagai Komisaris Utama.
TRIN sedang fokus pada pengembangan hunian modern yang terintegrasi dengan transportasi (TOD). Meski sektor properti cukup menantang, kedekatan manajemen dengan lingkaran strategis memberikan optimisme pada kemudahan izin dan akses lahan strategis.
Analisis Prospek Emiten
Analis pasar modal melihat bahwa prospek emiten-emiten ini pada tahun 2026 sangat bergantung pada kemampuan Arsari Group dalam mengintegrasikan lini bisnisnya dengan kebijakan nasional.
WIFI diprediksi akan terus menguat seiring dengan program pemerintah yang mewajibkan digitalisasi hingga ke tingkat desa. Keunggulan infrastruktur kabel serat optik di jalur kereta memberikan keunggulan biaya operasional yang rendah dibanding kompetitor.
COIN berpotensi menjadi “Blue Chip” di sektor teknologi jika mampu merebut pasar kustodian aset digital yang diperkirakan tumbuh pesat tahun ini.
Kabar mengenai PT Agro Bahari Nusantara Tbk (UDNG) menunjukkan bahwa Hashim belum meninggalkan sektor rill. Jika akuisisi tambak udang modern ini rampung, ini akan melengkapi ekosistem pangan dan teknologi dalam satu lingkaran bisnis.
Pandangan Analis
“Pasar merespons positif kehadiran grup besar seperti Arsari di emiten small-mid cap. Ada ekspektasi perbaikan tata kelola (GCG) dan akses pendanaan yang lebih mudah,” ujar seorang analis senior.
Namun, ia mengingatkan bahwa investor tetap harus waspada terhadap volatilitas saham lapis kedua yang sering kali bergerak liar akibat sentimen berita.
Jika Anda mencari keamanan dan kepastian investasi, WIFI adalah pilihan yang lebih matang karena asetnya nyata dan layanannya dibutuhkan oleh jutaan orang.
Namun, jika Anda memiliki profil risiko tinggi dan mencari potensi keuntungan signifikan dari tren masa depan, COIN menawarkan daya tarik sebagai pionir di sektor yang masih sangat muda.[]













Discussion about this post