Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Global
  • Politik
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Global
  • Politik
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home Pojok Ekraf

Indatu D’ Coco, Inovasi Aceh Angkat Potensi Kelapa Lokal ke Pasar Nasional

TINJAUAN ID by TINJAUAN ID
November 14, 2025
Reading Time: 2 mins read
0
Indatu D’ Coco, Inovasi Aceh Angkat Potensi Kelapa Lokal ke Pasar Nasional

Produk kelapa jelly Indatu D’ Coco.

Ide bisnis itu muncul saat Rahmad berkunjung ke Malaysia pada 2012. Di sana, ia mencicipi kelapa jelly segar dan terinspirasi menghadirkan produk serupa di kampung halamannya.

Banda Aceh — Berawal dari dapur rumah sederhana, Rahmad Kudri (38) kini menatap pasar ekspor lewat produk olahan kelapa berlabel Indatu D’ Coco.

Usaha yang ia rintis seorang diri sejak 2016 itu kini telah menembus pasar Medan dan memasok ratusan buah kelapa jelly serta kelapa segar ke sejumlah kafe dan supermarket di Sumatera Utara.

“Awalnya semua saya kerjakan sendiri, dari mengupas kelapa sampai memasarkan ke warung dan tempat wisata,” kenang Rahmad saat ditemui di rumah produksinya di kawasan Panteriek, Banda Aceh, Senin (10/11/2025).

“Sekarang sudah punya gudang dan alat produksi sendiri,”jelasnya.

Ide bisnis itu muncul saat Rahmad berkunjung ke Malaysia pada 2012. Di sana, ia mencicipi kelapa jelly segar dan terinspirasi menghadirkan produk serupa di kampung halamannya.

Empat tahun kemudian, semangat itu berubah menjadi usaha nyata.

Label Indatu D’ Coco ia pilih karena maknanya yang dekat dengan tradisi.

“Indatu artinya leluhur. Saya ingin usaha ini jadi warisan yang terus diminati lintas generasi,” katanya.

Produk andalan Rahmad adalah kelapa jelly, olahan air dan daging kelapa muda yang dimasak bersama racikan jelly khas, lalu dikemas kembali ke dalam batok kelapa.

Rahmad Kudri menunjukkan produk kelapa jelly olahan Indatu D’ Coco di rumah produksinya, Panteriek, Banda Aceh.

Belakangan, ia juga merambah produksi kelapa segar, menyesuaikan permintaan pasar.

Kelapa yang digunakan berasal dari berbagai daerah di Aceh seperti Lhoong dan Bireuen.

“Kami pakai kelapa hibrida karena airnya lebih manis dan kulitnya lunak,” ujarnya.

Kini, Rahmad mampu memasok hingga 120 buah kelapa per hari untuk pasar Medan dan Brastagi. Harga jual kelapa jelly berkisar Rp18.000 per buah, sementara kelapa segar Rp12.000.

Untuk versi premium dengan label Coco Tap, harganya mencapai Rp22.000—jauh lebih murah dibanding produk impor dari Thailand yang bisa mencapai Rp45.000.

“Memang belum bisa menyaingi sepenuhnya, tapi 10–20 persen pangsa pasar bisa kita rebut. Kualitas kita juga tidak kalah,” ucapnya optimistis.

Keseriusan Rahmad mendapat dukungan dari PT Pembangunan Aceh (Pema) yang menyalurkan dana binaan sebesar Rp225 juta. Dana tersebut ia gunakan untuk membeli alat produksi, memperkuat modal, dan meningkatkan kemasan.

“PEMA juga bantu pelatihan manajemen dan pemasaran. Target ke depan, kita arahkan untuk ekspor,” katanya.

Pandemi COVID-19 sempat menurunkan produksi, namun Rahmad tak menyerah. Kini, produknya telah hadir di sekitar 15 kafe di Banda Aceh dan 10 titik penjualan di Medan.

Ia juga berencana meluncurkan kemasan baru bulan depan sebagai langkah menuju pasar ekspor.

Menurut Rahmad, permintaan kelapa jelly meningkat saat cuaca panas, terutama dari layanan pesan antar seperti GoFood.

“Naik sih, tapi enggak signifikan. Sekarang fokus kita tetap ke kelapa segar untuk ekspor,” ujarnya.

Dari rumah produksinya di Panteriek, Rahmad membuktikan bahwa semangat dan inovasi mampu mengubah potensi lokal menjadi peluang global.

“Saya bukan pewaris, tapi perintis,” katanya sambil tersenyum. (*)

Tags: Acehekonomi kreatifkuliner
ShareTweetSendShare

Related Posts

Menteri Ekraf Tegaskan Peran Perempuan Perkuat Daya Saing Kriya Nasional di INACRAFT 2026
Nasional

Menteri Ekraf Tegaskan Peran Perempuan Perkuat Daya Saing Kriya Nasional di INACRAFT 2026

February 4, 2026
Menteri Seni Australia Apresiasi Kolaborasi Ekonomi Kreatif dengan Indonesia
Nasional

Menteri Seni Australia Apresiasi Kolaborasi Ekonomi Kreatif dengan Indonesia

January 29, 2026
Menko IPK dan Menteri Ekraf Dukung Pengembangan Ruang Kreatif Kuliner melalui Atas Langit Café and Space
News

Menko IPK dan Menteri Ekraf Dukung Pengembangan Ruang Kreatif Kuliner melalui Atas Langit Café and Space

January 26, 2026
Jadi Mesin Pertumbuhan, Ekonomi Kreatif Kini Tambang Baru Nasional
News

Jadi Mesin Pertumbuhan, Ekonomi Kreatif Kini Tambang Baru Nasional

December 29, 2025
Geutanyo Parfum: Aroma Aceh yang Memikat Pasar Lokal dan Mancanegara
Pojok Ekraf

Geutanyo Parfum: Aroma Aceh yang Memikat Pasar Lokal dan Mancanegara

December 4, 2025
Aceh Berterima Kasih: Kemenkraf Hadirkan Serangkaian Program Kreatif
Pojok Ekraf

Aceh Berterima Kasih: Kemenkraf Hadirkan Serangkaian Program Kreatif

December 4, 2025
Next Post
Mualem Tunjuk Muhammad MTA sebagai Jubir Pemerintah Aceh

Mualem Tunjuk Muhammad MTA sebagai Jubir Pemerintah Aceh

Granada Food, Usaha Rumahan yang Tawarkan Frozen Food Sehat di Aceh Besar

Granada Food, Usaha Rumahan yang Tawarkan Frozen Food Sehat di Aceh Besar

Discussion about this post

Recommended Stories

Plt Sekda Sampaikan Raqan RPJMA 2025-2029 di Rapat Paripurna DPRA

Plt Sekda Sampaikan Raqan RPJMA 2025-2029 di Rapat Paripurna DPRA

August 1, 2025
TP PKK Aceh Barat Latih Meracik Kopi

TP PKK Aceh Barat Latih Meracik Kopi

August 7, 2025
Kedai Kopi Pertama di Aceh: Antara Pengaruh Ottoman dan Budaya Perantauan Tionghoa

Kedai Kopi Pertama di Aceh: Antara Pengaruh Ottoman dan Budaya Perantauan Tionghoa

July 19, 2025

Popular Stories

  • Tingkat Pengangguran Usia Muda Tinggi, Indonesia Berjuang Ciptakan Lapangan Kerja

    Prabowo Segera Bentuk Tim Reformasi Polri, Bentuk Juga Komisi Investigasi Insiden Agustus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gaji PPPK Aceh Macet Hampir 4 Bulan, Ribuan ASN Hidup dengan Utang Karena APBA-P Tak Kunjung Jelas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kritik Kosong tentang Ulama Dayah Adalah Opini yang Tak Perlu Ditulis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tak Kunjung Dapat Kerja di Aceh, Hendra Nekat Merantau ke Australia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Review Laporan Keuangan Bank Aceh Syariah (I) ; Triliunan Dana Diinvestasikan ke Luar Aceh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi.tinjauan@gmail.com

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • Contact Us

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?