Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Global
  • Politik
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Global
  • Politik
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home Kolom Opini

Menatap Aceh dari Halaman Depan

TINJAUAN ID by TINJAUAN ID
October 7, 2025
Reading Time: 3 mins read
0
Menatap Aceh dari Halaman Depan

Jika ditinjau dari nilai historis pembangunan konektivitas Pelabuhan Krueng Geukueh, Aceh Utara ke Pulau Penang menjadi fardhu ain untuk dilakukan, secara tapal batas geografis berjarak hanya 150 mil laut dari Penang.

Pernahkah kita berkeliling di berbagai wilayah Aceh, maka acapkali kita menemukan berbagai properti; rumah, rumah toko (ruko), kedai kopi, dan lain sebagainya. Apabila properti itu berdekatan dengan sungai, maka mayoritas dibangun membelakangi sungai, sehingga melahirkan pola pikir bahwa sungai itu, hanya tempat pembuangan limbah sampah, sehingga sungai menjadi kotor bahkan menjadi tercemar.

Namun, berbeda jadinya kalau pemerintah mau membuat regulasi untuk melarang pembangunan rumah, ruko, dan lain sebagainya, untuk tidak lagi membelakangi sungai akan tetapi harus menghadap ke sungai karena hal itu dapat, mencegah masyarakat untuk mengotorinya sehingga senantiasa dijaga kebersihan seperti halaman depan rumah.

Pada konsep pembangunan Aceh sering kali dilupakan bahwa kita memiliki wilayah geografis strategis yang berbatasan langsung dengan Kepulauan Andaman dan Nikobar, India. Pattani, Thailand, dan Pulau Penang, Malaysia. Namun di wilayah ini, kita tidak memiliki infrastruktur yang memadai untuk melakukan konektivitas kesana, namun sekali-kali kita menyaksikan nelayan Aceh ditangkap oleh otoritas negara tetangga tersebut.

Kondisi geografis yang strategis, dipahami oleh Muzakir Manaf atau akrab disapa dengan panggilan Mualem Gubernur Aceh untuk membuka jaringan konektivitas dengan Pulau Penang, sekaligus membuka secercah harapan yang selama ini, kiblat ekonomi Aceh masih bertumpu dengan Sumatera Utara.

Pembukaan rute lintas laut Aceh-Penang membuka kembali memorial sejarah, hubungan yang terjalin beberapa abad silam, dimana bukti hubungan itu dapat dibuktikan berupa peninggalan masjid Melayu (Jamek) Acheh Pulau Pinang atau lebih dikenal dengan masjid Aceh. Bentuk kontribusi lainnya dapat dilihat kontribusi pengusaha Aceh dibawah organisasi Atjeh Traders Association menyumbang sebanyak 8,2 kilogram emas setara RM510.000, untuk pembangunan rumah sakit Lam Wah Ee, sekarang menjadi rumah sakit terbesar di Pulau Penang. Salah satu bukti peninggalan nyata jejak hubungan Aceh-Penang tanpa disadari berupa Vihara / Tepekong yang berada di Idi Rayeuk Ibukota Aceh Timur, bahkan menurut suatu catatan Vihara Murni Sakti bahan material pembangunannya didatangkan dari Penang melalui Kuala Idi. Tepekong Chin Sui Co Su dibangun pada 1880an pada masa Kerajaan Idi dibawah pimpinan Tuanku Chik Bin Guci.

Jika ditinjau dari nilai historis pembangunan konektivitas Pelabuhan Krueng Geukueh, Aceh Utara ke Pulau Penang menjadi fardhu ain untuk dilakukan, secara tapal batas geografis berjarak hanya 150 mil laut dari Penang, lebih dekat dibandingkan dengan Belawan dan Batam. Pembukaan Pelabuhan Krueng Geukueh-Penang yang direncakan pada bulan oktober 2025, menjadi sinyal positif bagi Aceh untuk tidak lagi menjadikan Penang sebagai halaman belakang rumah akan tetapi sudah berubah menjadi halaman depan rumah, semestinya terus dijaga kebersihan dari berbagai macam sampah.

Perlunya Rekomendasi Bersama 

Halaman depan rumah harus senantiasa dibingkai dengan pernak-pernik yang menawan dan ornamen-ornamen yang indah supaya elok untuk dipandang, Realisasinya dapat dilakukan dengan membangun fasilitas insfrastruktur yang memadai. Berdasarkan data perhubungan laut 2023 menyebutkan bahwa jumlah bongkar muat di Pelabuhan ini berkisar 1,2 ton per tahun, namun kapasitas mencapai 4-5 juta ton. Kedalaman kolam Pelabuhan Cuma 9-11 meter tidak bisa menampung kapal-kapal besar lintas mancanegara, sehingga mengakibatkan kapal sulit bersandar harus menunggu air pasang menambah beban biaya logistik memperlambat rotasi ekonomi. Serta minim insfrastruktur Pelabuhan menambah kendala untuk membangun konektivitas dengan Pulau Penang ( Baca : Guru Besar USK, Prof Apridar ).

Untuk mewujudkan konektivitas Krueng Geukueh-Penang perlu ada kesepakatan semua elemen stakeholders yang ada di Aceh, komponen yang meliputi pemerintahan, akademisi, lembaga swadaya masyarakat (lsm), mahasiswa dan ulama untuk bersatu padu untuk melakukan musyawarah melahirkan kesepakatan bersama, mengenai pembukaan Pelabuhan Aceh-Penang, hal ini perlu dilakukan karena dengan adanya lintasan laut dapat membuka peluang ekonomi kreatif bagi masyarakat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mencatat bahwa pengangguran di Aceh mencapai 149.000 orang. Sedangkan jumlah orang gila mencapai 20.000 orang. Kondisi bisa bertambah lagi pada saat ratusan ribu pemuda-pemudi Aceh tidak bekerja, sehingga Sebagian menjadi putus asa melakukan perbuatan yang melanggar hukum seperti menjadi pengedar narkotika dan berbagai macam tindakan kriminal.

Oleh karena itu perlu rekomendasi bersama untuk menyatakan dukungan kepada Gubernur Aceh untuk senantiasa untuk tetap konsisten berjuang untuk membangun Pelabuhan Aceh-Penang, karena jikalau kita bersatu, tidak akan mudah digoyahkan oleh berbagai macam dinamika dan rintangan. Hal itu terbukti pada saat Sumatera Utara mengklaim empat pulau Aceh, yaitu, Pulau Mangkir Ketek, Pulau Mangkir Gadang, Pulau Panjang, dan Pulau Lipan menjadi wilayah teritorialnya. Semua elemen bersatu sehingga keempat Pulau tersebut kembali menjadi bagian dari Tanah Rencong. Maka karena itu, mari kita bersatu untuk mendukung pembangunan konektivitas Pelabuhan Aceh-Penang untuk menata Aceh yang lebih baik.

Ditulis oleh Tibrani alumni Magister Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia. 

ShareTweetSendShare

Related Posts

Ekonomi Aceh Triwulan I 2026 Bergerak Pulih Pascabencana, Namun Masih Rentan
Ekonomi

Ekonomi Aceh Triwulan I 2026 Bergerak Pulih Pascabencana, Namun Masih Rentan

May 7, 2026
Gubernur Aceh dan Bank Mustaqim Aceh Raih Penghargaan Nasional Top BUMD Se-Indonesia
Daerah

Gubernur Aceh dan Bank Mustaqim Aceh Raih Penghargaan Nasional Top BUMD Se-Indonesia

May 6, 2026
Persoalan JKA yang Harus Dipahami
Opini

Persoalan JKA yang Harus Dipahami

May 3, 2026
Memulihkan Infrastruktur Sumber Daya Air Aceh Pascabencana Hidrometeorologi
Kolom

Memulihkan Infrastruktur Sumber Daya Air Aceh Pascabencana Hidrometeorologi

April 30, 2026
Menyambut HI, Membenahi FISIP USK:  Momentum Reformasi Fakultas Ilmu Sosial
Opini

Menyambut HI, Membenahi FISIP USK:  Momentum Reformasi Fakultas Ilmu Sosial

April 27, 2026
Petrodollar: Antara Dominasi Dolar, Pola Konflik Global, dan Hegemoni Amerika Serikat
Ekonomi

Petrodollar: Antara Dominasi Dolar, Pola Konflik Global, dan Hegemoni Amerika Serikat

April 26, 2026
Next Post
IDeAS : 13 Perusahaan Tambang Emas Miliki IUP Seluas 24 Ribu Ha di Aceh

IDeAS : 13 Perusahaan Tambang Emas Miliki IUP Seluas 24 Ribu Ha di Aceh

Bangunan Bersejarah yang Hilang di Kota Banda Aceh

Bangunan Bersejarah yang Hilang di Kota Banda Aceh

Discussion about this post

Recommended Stories

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa

Menkeu Purbaya Ungkap Bakal Ada Penangkapan ‘Mafia’ Besar-besaran, Siapa Saja?

October 21, 2025

Aktor Hollywood mogok, khawatir perkembangan AI

July 15, 2023
Jepang Maju dengan Melakukan Reformasi Sosial, Dimulai Tahun 1919

Jepang Maju dengan Melakukan Reformasi Sosial, Dimulai Tahun 1919

September 4, 2025

Popular Stories

  • Pemerintah Aceh Siapkan Rp10 Miliar Bantuan Pendidikan bagi Mahasiswa Korban Bencana Hidrometeorologi, Baca Persyaratannya

    Pemerintah Aceh Siapkan Rp10 Miliar Bantuan Pendidikan bagi Mahasiswa Korban Bencana Hidrometeorologi, Baca Persyaratannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prabowo Segera Bentuk Tim Reformasi Polri, Bentuk Juga Komisi Investigasi Insiden Agustus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gaji PPPK Aceh Macet Hampir 4 Bulan, Ribuan ASN Hidup dengan Utang Karena APBA-P Tak Kunjung Jelas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kritik Kosong tentang Ulama Dayah Adalah Opini yang Tak Perlu Ditulis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tak Kunjung Dapat Kerja di Aceh, Hendra Nekat Merantau ke Australia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dataset
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi@tinjauan.id

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!