Banda Aceh — Pemerintah Aceh membangun ruang partisipasi publik berbasis digital melalui peluncuran platform Tanggapi, sebagai upaya memperkuat respons terhadap dampak banjir yang masih berlangsung di berbagai wilayah. Inisiatif ini disebut sebagai wujud meuseuraya dalam bentuk baru—kolaborasi rakyat dan pemerintah di era digital.
Platform yang dapat diakses melalui tanggapi.acehprov.go.id tersebut dirancang untuk mempermudah masyarakat menyampaikan aduan, memantau informasi wilayah terdampak, serta mengikuti perkembangan penanganan dan pemulihan pascabencana.
Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, menegaskan bahwa kehadiran Tanggapi merupakan komitmen pemerintah untuk memastikan setiap suara warga tercatat dan ditindaklanjuti.
“Kita ingin memastikan bahwa setiap keluhan dan informasi dari masyarakat tidak berhenti di percakapan semata. Melalui platform ini, laporan bisa terdokumentasi, dipetakan, dan menjadi dasar pengambilan keputusan,” ujar Nasir.
Menurutnya, skala dampak banjir yang luas membutuhkan kerja bersama lintas sektor. Karena itu, pendekatan kolaboratif berbasis pentahelix—melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media—menjadi landasan dalam membangun sistem respons yang lebih terintegrasi.
Versi beta (0.0.1) Tanggapi menghadirkan empat fitur utama: Aduan, Peta, Tanggapi, dan Publikasi.
Fitur Aduan memungkinkan masyarakat melaporkan persoalan secara langsung. Fitur Peta menyajikan data spasial wilayah terdampak. Fitur Tanggapi membuka ruang diskusi publik, sementara Publikasi menyajikan laporan interaktif berbasis analisis terbaru.
Pemerintah Aceh berharap platform ini menjadi instrumen transparansi sekaligus jembatan komunikasi yang efektif antara pemerintah dan masyarakat. Dengan semangat meuseuraya yang mengakar dalam budaya Aceh, kolaborasi digital ini diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan yang inklusif dan berkelanjutan.
Di tengah upaya rehabilitasi yang masih berjalan, Tanggapi diharapkan menjadi ruang bersama untuk menyatukan aspirasi, memperkuat koordinasi, dan memastikan penanganan banjir dilakukan secara lebih responsif dan terukur.











Discussion about this post