Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home News Daerah

Kacabdisdik Aceh Timur Minta ke USK, Mahasiswa dan Mahasiswa Baru Bebaskan SPP

TINJAUAN ID by TINJAUAN ID
January 7, 2026
Reading Time: 2 mins read
0
Kacabdisdik Aceh Timur Minta ke USK, Mahasiswa dan Mahasiswa Baru Bebaskan SPP

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Aceh Timur Rahmatsah meminta USK menggratiskan atau membebaskan SPP bagi mahsasiswa dan mahasiswa baru yang rumahnya terkena banjir bandang dan tanah longsor.

IDI — Kepala Cabang Dinas (Kacabdisdik) Wlayah Aceh Tmur, Ramatsah Putra SPd MSM meminta kepada pihak rektorat Universitas Syiah Kuala (USK) untuk membebaskan SPP bagi mahasiswa dan calon mahasiswa baru.

Hal itu disampaikan oleh Rahmatsah Putra kepada media ini, Selasa (6/1/2026) yang mengatakan, saat ini banyak daerah yang terjadi musibah banjir bandang dan tanah longsor.

“Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur, Langsa, Aceh Tamiang, Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues dan Aceh Tenggara merupakan daerah yang terdampak banjir bamdang dan tanah longsor,” ujarnya.

Oleh karena itu Rahmatsah meminta, bagi pihak USK menggratiskan atau membebaskan SPP bagi mahsasiswa dan mahasiswa baru yang rumahnya terkena banjir bandang dan tanah longsor di daerah tersebut.

Katanya, bukan saja pihak USK, tapi pihak UIN Ar-Raniry, Unimal, Unsam, UTU, Politeknik Negeri Lhokseumawa dan beberapa PTS lainnya di Aceh memperhatikan mahasiswa dan mahasiswa baru tahun akademik 2027/2028.

“Mereka sudah kehilangan harta bendanya di beberapa daerah, oleh karena itu pihak kampus baik yang PTN atau PTS membebaskan SPP bagi mereka, bahkan mencari sumber beasiswa bagi para korban,” pinta Rahmatsah.

Dijelaskannya, bukankah sekarang adanya PTNBH (Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum) yaitu Perguruan Tinggi Negeri yang diberikan otonomi lebih luas oleh pemerintah untuk mengelola akademik dan non-akademik secara mandiri.

Dikatakannya, bahkan termasuk keuangan dan sumber daya, sehingga memiliki keleluasaan lebih besar untuk bersaing secara global, berbeda dengan PTN-BLU (Badan Layanan Umum) atau PTN-Satker yang lebih terikat pada regulasi kementerian.

Rahmatsah menuturkan, status ini memberikan kemandirian tata kelola, namun tetap wajib bertanggung jawab kepada publik dan pemerintah, mirip dengan BUMN.

Rahmatsah menungkapkan, selama ini pihak sekolah sudah melaksanakan kewajibannya sepeti pengisi PDSS, melaksanakan UTBK, UTBS dan lain sebagainya yang diwajibkan oleh pihak kampus.

Sekang ini ucap Rahmatsah, banyak musibah yang terjadi bagi keluarga mahasiswa dan banyak sekolah di daerah yang mengalami kerusakan, selain itu korabannya adalah siswa itu sendiri.

“Kita melihat hanya pakaian dibadan saja yang tersisa yang dipakai oleh siswa, sedangkan peralatan lainnya sudah hanyut di bawa oleh air banjir, proses kegiatan belajar saja terhalang,” ujarnya.

Apalagi tambah Rahmatsah, untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi terasa sangat sulit. Bagi para siswa ingin sekali melanjutkan pendidikan ke PTN atau PTS.

“Akibat banjir dan tonoh longsor itu, banyak orang tua dari mahasiswa yang kehilangan pekerjaaannya, rumah di daerah sudah hancur, malahan ada yang hilang, sekarang ini tinggal di tenda pengungsian,” papar Rahmatsah.

Kalaupun ada Huntara (Hunian Sementara) ucapnya, belum menjajikan pemulihan psikologis bagi para korban yang menata kembali ekonomi mereka.

Justru itu Rahmatsah meminta, kepada pihak-pihak yang mengelola PTN dan PTS yang ada di Provinsi Aceh agar membebaskan mahasiswa dan calon mahasiswa baru untuk digratiskan SPP mereka yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor juga diberikan bantuan beasiswa.(*)

Tags: Bencana banjir SumateraDinas Pendidikan AcehUniversitas Syiah Kuala
ShareTweetSendShare

Related Posts

Pemerintah Aceh Sampaikan Belasungkawa atas Berpulangnya Sjamsul Kahar
Daerah

Realisasi Tambahan TKD Aceh 2026 Tembus 30,16 Persen, Total Pagu Rp1,65 Triliun

September 26, 2026
Pemerintah Aceh Sampaikan Belasungkawa atas Berpulangnya Sjamsul Kahar
Daerah

Pemerintah Aceh Sampaikan Belasungkawa atas Berpulangnya Sjamsul Kahar

September 26, 2026
Panen Raya Aceh Barat, Gubernur Mualem: Sejalan dengan Misi Pemerintah Aceh
Daerah

Panen Raya Aceh Barat, Gubernur Mualem: Sejalan dengan Misi Pemerintah Aceh

September 26, 2026
Wagub Dek Fadh Pimpin Rapat Tim Revisi UUPA, Pastikan Kewenangan dan Kekhususan Aceh Tetap Terjaga
Daerah

Wagub Dek Fadh Pimpin Rapat Tim Revisi UUPA, Pastikan Kewenangan dan Kekhususan Aceh Tetap Terjaga

September 24, 2026
Dek Fadh Ikuti Rakor Perkembangan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera
Daerah

Dek Fadh Ikuti Rakor Perkembangan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera

September 24, 2026
Kids Corner Bhayangkari Peduli Hibur Anak-anak di Aceh Tamiang
Daerah

Kids Corner Bhayangkari Peduli Hibur Anak-anak di Aceh Tamiang

September 24, 2026
Next Post
Dinas Pendidikan Aceh Siapkan Langkah Strategis Rehabilitasi dan Rekonstruksi Sekolah

Dinas Pendidikan Aceh Siapkan Langkah Strategis Rehabilitasi dan Rekonstruksi Sekolah

Gubernur Aceh perpanjang Ketiga Status Tanggap Darurat Bencana Hingga 22 Januari 2026

Gubernur Aceh perpanjang Ketiga Status Tanggap Darurat Bencana Hingga 22 Januari 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

Pimpin Rapat Koordinasi Bersama SKPA, Wagub Dek Fadh: Transparansi adalah Kunci

Pimpin Rapat Koordinasi Bersama SKPA, Wagub Dek Fadh: Transparansi adalah Kunci

August 26, 2026
Tinjau Pedalaman Aceh Tamiang, KAGAMA Serahkan 26 Huntara Korban Bencana Hidrometeorologi

Tinjau Pedalaman Aceh Tamiang, KAGAMA Serahkan 26 Huntara Korban Bencana Hidrometeorologi

July 6, 2026
Ketua HUDA Kota Lhokseumawe Ingatkan Bahaya Meremehkan Ulama di Tengah Polemik Publik

Ketua HUDA Kota Lhokseumawe Ingatkan Bahaya Meremehkan Ulama di Tengah Polemik Publik

May 1, 2026
  • Dataset
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi@tinjauan.id

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!