Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home News Daerah

Doa Tolak Bala Warnai Peringatan 21 Tahun Damai Aceh, Massa Sampaikan 10 Tuntutan

TINJAUAN ID by TINJAUAN ID
August 15, 2026
Reading Time: 2 mins read
0
Doa Tolak Bala Warnai Peringatan 21 Tahun Damai Aceh, Massa Sampaikan 10 Tuntutan

Banda Aceh — Ribuan masyarakat memadati pelataran Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026), mengikuti zikir akbar dan doa tolak bala dalam rangka memperingati 21 tahun perdamaian Aceh.

Kegiatan tersebut tidak hanya diisi zikir dan doa bersama. Sejumlah perwakilan organisasi masyarakat juga menyampaikan aspirasi dan tuntutan yang dinilai berkaitan dengan perjalanan perdamaian serta masa depan Aceh.

Koordinator aksi, Tgk Muslim At-Thahiry, mengatakan terdapat 10 tuntutan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Tuntutan itu mencakup pelaksanaan syariat Islam, penguatan kelembagaan Wilayatul Hisbah, pengelolaan sumber daya alam hingga persoalan kewenangan dan status Aceh.

Salah satu tuntutan ditujukan kepada aparat penegak hukum, yakni TNI, Polri dan Kejaksaan, agar menghormati dan berkomitmen terhadap pelaksanaan syariat Islam secara kaffah serta tunduk dan patuh pada qanun, fatwa dan tausiyah Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh.

Massa juga mendesak Pemerintah Aceh segera melahirkan qanun mengenai penggunaan media sosial yang sesuai dengan syariat Islam dan kearifan lokal.

Selain itu, mereka meminta penguatan kelembagaan Wilayatul Hisbah di bawah Dinas Syariat Islam dan meminta Pemerintah Pusat segera mengembalikan Tanah Wakaf Blang Padang Banda Aceh kepada Masjid Raya Baiturrahman tanpa syarat.

Dalam sektor sumber daya alam, massa mendesak pemerintah menghentikan eksploitasi migas, tambang emas dan pengambilan pasir liar.

Mereka juga meminta pembatalan pemasangan pipa gas Andaman ke Pulau Jawa serta pemerataan manfaat sumber daya alam bagi masyarakat Aceh.

Massa turut mendesak pemerintah pusat segera memperbaiki seluruh infrastruktur yang rusak atau hilang akibat bencana hidrometeorologi agar tidak semakin menambah penderitaan dan kemiskinan masyarakat Aceh.

Dalam tuntutan lainnya, massa mengajak seluruh elemen masyarakat Aceh, mulai ulama, santri, geuchik, mukim, majelis adat, pengusaha, pemuda, organisasi masyarakat hingga tokoh masyarakat untuk bersatu mendukung pelaksanaan syariat Islam dan amar makruf nahi mungkar.

Terkait sejarah dan status Aceh, massa mendesak PBB dan dunia internasional mengembalikan status quo ante bellum Aceh. Mereka juga meminta PBB mengadili para pelaku pelanggaran HAM berat di Aceh melalui Mahkamah Pidana Internasional.

Apabila tuntutan tersebut tidak dilaksanakan, massa meminta PBB dan dunia internasional menyelenggarakan self-determination right di Aceh.

Setelah penyampaian tuntutan, ribuan massa mengikuti zikir akbar dan doa bersama. Doa tolak bala dipanjatkan sebagai bagian dari rangkaian peringatan 21 tahun perdamaian Aceh.

Suasana kegiatan sempat berlangsung khidmat ketika massa mengikuti doa. Namun, setelah rangkaian kegiatan selesai, situasi di sekitar Masjid Raya Baiturrahman kemudian memanas dan berujung kericuhan.

Massa aksi di Masjid Raya Baiturrahman mengibarkan bendera bulan bintang di Masjid Raya Banda Aceh, Minggu, 15 Agustus 2026. Foto: Ist.

Pantauan di lokasi , bendera bulan bintang terlihat dikibarkan di tengah massa. Di sisi lain, terjadi aksi penurunan bendera Merah Putih di depan Masjid Raya.

Situasi semakin tegang setelah terdengar beberapa kali dentuman. Kericuhan kemudian pecah dan sejumlah massa terlihat melempar batu ke arah kendaraan Brimob.

Petugas merespons dengan menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa. Seorang petugas keamanan juga terlihat mengalami luka pada bagian kepala hingga berdarah.

Hingga berita ini ditulis, aparat masih melakukan pengamanan di sekitar kawasan Masjid Raya Baiturrahman. (*)

Tags: AcehHari Damai Acehpolitik
ShareTweetSendShare

Related Posts

Peringatan 21 Tahun Damai Aceh di Masjid Raya Baiturrahman Ricuh, Polisi Tembakkan Gas Air Mata
Daerah

Peringatan 21 Tahun Damai Aceh di Masjid Raya Baiturrahman Ricuh, Polisi Tembakkan Gas Air Mata

August 15, 2026
Perayaan Hari Damai Aceh, Wagub Fadhlullah: Tantangan Aceh Kini Memastikan Manfaat Perdamaian
Daerah

Perayaan Hari Damai Aceh, Wagub Fadhlullah: Tantangan Aceh Kini Memastikan Manfaat Perdamaian

August 15, 2026
Solidaritas Aceh untuk Revisi UUPA Serukan Percepatan Pengesahan Revisi UUPA
Daerah

Solidaritas Aceh untuk Revisi UUPA Serukan Percepatan Pengesahan Revisi UUPA

August 14, 2026
Seruan Wali Nanggroe Aceh Jelang Peringatan Hari Damai: Jaga Perdamaian, Rawat Persaudaraan, dan Bangun Masa Depan Aceh Bersama
Daerah

Seruan Wali Nanggroe Aceh Jelang Peringatan Hari Damai: Jaga Perdamaian, Rawat Persaudaraan, dan Bangun Masa Depan Aceh Bersama

August 14, 2026
Di Balik Imbauan Gubernur Tentang Hari Damai Aceh, Ampon Man: Mualem Masih Menunggu yang Konkret
Daerah

Di Balik Imbauan Gubernur Tentang Hari Damai Aceh, Ampon Man: Mualem Masih Menunggu yang Konkret

August 14, 2026
‎‎Bongkar Jaringan Narkoba Lintas Daerah, YARA Acungi Jempol Kinerja Polres Aceh Tengah
Daerah

‎‎Bongkar Jaringan Narkoba Lintas Daerah, YARA Acungi Jempol Kinerja Polres Aceh Tengah

August 14, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

Jadi Role Model Nasional Layanan Transportasi Publik Gratis, Mualem Raih Transportasi Indonesia Award 2026

Jadi Role Model Nasional Layanan Transportasi Publik Gratis, Mualem Raih Transportasi Indonesia Award 2026

July 31, 2026
Akademisi UIN Ar-Raniry Tawarkan Alam Peudeung sebagai Solusi Polemik Bendera Aceh

Akademisi UIN Ar-Raniry Tawarkan Alam Peudeung sebagai Solusi Polemik Bendera Aceh

June 26, 2026
Bupati Aceh Besar Syech Muharram Siapkan Lahan Sekolah Rakyat di Kota Jantho

Bupati Aceh Besar Syech Muharram Siapkan Lahan Sekolah Rakyat di Kota Jantho

September 27, 2025
  • Dataset
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi@tinjauan.id

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!