Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home News Daerah

Aceh Youthpreneur 2026 Perkuat Nasionalisme dan Kemandirian Ekonomi Generasi Muda Aceh

TINJAUAN ID by TINJAUAN ID
September 20, 2026
Reading Time: 2 mins read
0
Aceh Youthpreneur 2026 Perkuat Nasionalisme dan Kemandirian Ekonomi Generasi Muda Aceh

Aceh Youthpreneur 2026 Bekali JASA dan Muda Seudang Jadi Wirausaha Muda

Jantho — Potensi Aceh yang melimpah membutuhkan generasi muda yang tidak hanya mampu melihat peluang, tetapi juga berani mengubahnya menjadi usaha nyata. Semangat tersebut diwujudkan melalui program Aceh Youthpreneur 2026 yang digagas Jaringan Aneuk Syuhada (JASA) Aceh Besar bersama Muda Seudang Banda Aceh.

Sekitar 50 pemuda dari kedua kelompok tersebut dipertemukan dalam ruang pembelajaran dan pengembangan kapasitas yang berfokus pada kewirausahaan, kepemimpinan, kreativitas, soft skills, serta pengembangan potensi ekonomi lokal. Kegiatan tersebut digelar di Gedung Amanah Ladong, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu, 19 September 2026.

Program tersebut mengusung tema “Membangun Ekosistem Wirausaha Kelompok JASA Aceh Besar & Muda Seudang Banda Aceh untuk Aceh yang Sejahtera”. Kegiatan ini bertujuan mendorong pemuda memahami dasar-dasar kewirausahaan sekaligus mulai merancang usaha yang dapat dikembangkan berdasarkan potensi di lingkungan masing-masing.

Aceh Youthpreneur dirancang sebagai ruang pembinaan untuk meningkatkan kepercayaan diri, kapasitas kepemimpinan, kemampuan komunikasi, kreativitas, jejaring, hingga kemandirian ekonomi pemuda. Peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga terlibat dalam diskusi, praktik, penyusunan ide bisnis, pengembangan model usaha, serta pembahasan studi kasus secara berkelompok.

Materi dimulai dari dasar-dasar kewirausahaan dan entrepreneurial mindset, kemudian diarahkan untuk mengidentifikasi peluang berdasarkan potensi lokal Aceh. Dalam sesi kelas, peserta dibagi ke dalam bidang pertanian dan perkebunan serta fesyen. Mereka juga diperkenalkan dengan beragam sektor ekonomi kreatif, seperti kopi, minyak nilam, fesyen, musik, fotografi, podcast digital, desain kemasan produk, teknologi tepat guna, greenhouse, hingga budi daya perikanan dengan sistem bioflok.

Kolaborasi JASA Aceh Besar dan Muda Seudang Banda Aceh menjadi salah satu kekuatan utama program ini. Kedua kelompok pemuda tersebut dipertemukan dalam ruang yang sama untuk membangun kapasitas, memperluas jejaring, serta membuka peluang kolaborasi usaha.

Program ini juga memberikan perhatian khusus kepada pemuda dari keluarga korban konflik Aceh. Penguatan kewirausahaan diharapkan dapat membuka ruang bagi mereka untuk meningkatkan kompetensi sekaligus membangun kemandirian ekonomi. Dalam rancangan program, pemuda ditempatkan sebagai agen perubahan, agen pembangunan, dan agen kontrol sosial. Karena itu, kepemimpinan, komunikasi, kerja sama, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan adaptasi menjadi bagian penting dalam pembinaan.

Dalam kesempatan itu, Ketua JASA Aceh Besar, Raisul Akram, menekankan bahwa keterampilan tidak cukup dibangun hanya melalui teori, tetapi juga harus diuji melalui pengalaman di lapangan.

“Ilmu teori dan ilmu praktik sangat berbeda. Ketika berada di lapangan, ilmu yang sangat berguna adalah ilmu praktik,” ujarnya saat membuka kegiatan tersebut.

Sementara itu, Ketua Yayasan Indikata Asa Nusantara sekaligus penyelenggara kegiatan, Hasbuna Habibi, menilai penguatan kewirausahaan pemuda perlu diarahkan pada aksi nyata. Menurutnya, pelatihan akan memberikan dampak yang lebih besar apabila dilanjutkan dengan penguatan jejaring, pendampingan, dan pengembangan usaha.

“Pemuda jangan hanya menjadi penerima program. Mereka harus didorong menjadi pelaku yang mampu menciptakan gagasan, mengembangkan usaha, dan membuka peluang ekonomi dari potensi yang ada di daerah. Potensi Aceh sangat banyak. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut bisa diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan mampu menciptakan kemandirian ekonomi bagi pemuda,” ujar Hasbuna.

Ia berharap Aceh Youthpreneur 2026 tidak berhenti sebagai agenda pelatihan satu hari. Gagasan dan jejaring yang terbentuk diharapkan dapat berkembang menjadi kolaborasi usaha yang berkelanjutan. JASA Aceh Besar dan Muda Seudang Banda Aceh juga diharapkan terus memperkuat ruang kolaborasi bagi generasi muda untuk belajar, berkreasi, membangun usaha, dan mengambil peran dalam pembangunan ekonomi Aceh.[]

Tags: AcehAMANAHJASAkewirausahaanMakin Tahu IndonesiaMuda Seudangpemuda
ShareTweetSendShare

Related Posts

Dari Aceh ke Dunia, Al-Azhar Cairo Banda Aceh Jadi Sorotan Pendidikan Global Apple
Daerah

Dari Aceh ke Dunia, Al-Azhar Cairo Banda Aceh Jadi Sorotan Pendidikan Global Apple

November 5, 2026
Gubernur Mualem Intruksikan Percepat Penyediaan Lahan Integrasi dan Penataan HGU
Daerah

Mualem-Dek Fadh Berduka atas Meninggalnya Warga Pidie dalam Insiden Pengibaran Bendera

November 5, 2026
Wali Nanggroe Terima Menko Yusril, Bahas Kekhususan Aceh dan Penyelesaian Isu Bendera Aceh
Daerah

Wali Nanggroe Terima Menko Yusril, Bahas Kekhususan Aceh dan Penyelesaian Isu Bendera Aceh

November 5, 2026
Rahmad Mulia: Jangan Biarkan Polemik Ijazah Jokowi Merusak Marwah Kepemimpinan Bangsa
Daerah

Rahmad Mulia: Jangan Biarkan Polemik Ijazah Jokowi Merusak Marwah Kepemimpinan Bangsa

November 5, 2026
Jumpa Presiden Prabowo, Mualem Bahas Keberlanjutan Dana Otsus dan Sejumlah Isu Strategis Aceh
Daerah

Jumpa Presiden Prabowo, Mualem Bahas Keberlanjutan Dana Otsus dan Sejumlah Isu Strategis Aceh

November 4, 2026
Mualem Silaturahmi dengan Kapolri, Apresiasi Pemberantasan Narkoba di Aceh
Daerah

Mualem Silaturahmi dengan Kapolri, Apresiasi Pemberantasan Narkoba di Aceh

November 4, 2026
Next Post
Bawa Solusi Konkret, Dr. Zulfahrizal Bedah Pemikiran “Cukuplah Islam Versi Rasulullah SAW sebagai Role Model Kehidupan” di Forum INSIGHT

Bawa Solusi Konkret, Dr. Zulfahrizal Bedah Pemikiran "Cukuplah Islam Versi Rasulullah SAW sebagai Role Model Kehidupan" di Forum INSIGHT

Jubir Pemerintah Aceh, Nurlis: Kepemimpinan Berjalan Baik

Tambahan TKD Rp1,65 Triliun untuk Aceh, Anggaran Bencana Harus Bergerak

Discussion about this post

Recommended Stories

Musda Demokrat Aceh: Langkah Strategis Memilih Figur Berdaya Ungkit

Fauzan Apresiasi Pidato AHY: Persatuan dan Kerja Nyata Harus Jadi Energi Demokrat

September 11, 2026
Kemendikdasmen Buka Pendaftaran Program Pertukaran Guru Indonesia–Korea 2026

Dinas Pendidikan Aceh Berhasil Perjuangkan Dana APBN Rp1,94 Triliun untuk Revitalisasi Sekolah Pascabencana

April 18, 2026

Pemerintah Aceh apresiasi kinerja PT Pembangunan Aceh (PEMA)

June 5, 2023
  • Dataset
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi@tinjauan.id

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!