Banda Aceh – Peringatan Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) ke-67 tahun 2026 yang digelar bersamaan dengan Milad ke-65 Universitas Syiah Kuala (USK) berlangsung di Halaman Kantor Pusat Administrasi (KPA) USK, Banda Aceh, Rabu (2/9). Rektor USK, Prof. Mirza Tabrani, menjadikan momentum ini sebagai ajang penghormatan kepada pelaku pendidikan, khususnya guru.
Dalam pidatonya, ia menegaskan bahwa pendidikan Aceh harus melahirkan generasi yang unggul secara akademik, namun tetap berakar pada budaya, menjunjung nilai agama, menghormati kemanusiaan, serta memiliki tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat.
“Marilah kita memberikan penghormatan yang tulus kepada pelaku pendidikan, khususnya para guru. Terima kasih atas setiap ilmu yang diajarkan, setiap kesabaran yang dicurahkan, dan setiap harapan yang ditanamkan kepada anak-anak Aceh. Semoga seluruh pengabdian tersebut menjadi amal jariah dan mendapat balasan terbaik dari Allah SWT,” ucapnya penuh penghormatan.
Rektor USK juga menekankan arah tuju universitas ke depan. Ia berharap Milad ke-65 tidak hanya menjadi ajang mengenang perjalanan dan merayakan pencapaian, tetapi juga memperkuat komitmen USK terhadap masa depan. “Kita ingin USK terus berkembang menjadi universitas yang unggul, adaptif, berintegritas, dan berdampak,” tegasnya.
Pidato tersebut turut menyoroti tantangan pendidikan di era teknologi, kecerdasan buatan, dan perubahan sosial yang kompleks. Pendidikan, menurutnya, harus tetap berorientasi pada membangun manusia yang memiliki nilai dan mampu memberi nilai bagi kehidupan.
Dengan tema “Transformasi, Inovasi, dan Dampak Nyata bagi Negeri”, Rektor USK secara resmi membuka rangkaian Milad ke-65 Universitas Syiah Kuala, seraya berharap Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan untuk menjalankan amanah pendidikan dengan sebaik-baiknya. []












Discussion about this post