Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home News Daerah

18.874 Huntara di Aceh Sudah Dihuni, 1.785 Unit Huntap Sedang dalam Proses Pembangunan

TINJAUAN ID by TINJAUAN ID
September 2, 2026
Reading Time: 2 mins read
0
18.874 Huntara di Aceh Sudah Dihuni, 1.785 Unit Huntap Sedang dalam Proses Pembangunan

BANDA ACEH — Sebanyak 18.874 hunian sementara (huntara) di Aceh telah dihuni masyarakat terdampak bencana hingga 30 Agustus 2026. Dari total target pembangunan 18.949 unit, sebanyak 18.916 unit telah selesai dibangun sebagai bagian dari agenda pemulihan pascabencana.

Data tersebut tercantum dalam pembaruan Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat per 30 Agustus 2026.

Secara keseluruhan di tiga provinsi terdampak, terdapat 20.803 unit huntara yang menjadi target. Sebanyak 20.770 unit telah selesai dibangun dan 20.728 unit sudah dihuni. Masih terdapat 66 keluarga pengungsi non-DTH yang tercatat tinggal di gedung pemerintah atau rumah masyarakat, sementara tidak ada lagi yang tercatat berada di tenda.

Di Aceh, pembangunan huntara tersebar di sejumlah kabupaten/kota. Aceh Utara memiliki target terbesar dengan 4.620 unit dan seluruhnya telah selesai serta dihuni.

Disusul Aceh Tamiang dengan target 4.895 unit, sebanyak 4.895 telah selesai dan 4.886 unit telah dihuni. Sementara Aceh Timur memiliki target 3.676 unit, dengan 3.643 unit selesai dan seluruh unit yang selesai tersebut telah dihuni.

Di Pidie Jaya, dari 1.342 unit target, seluruhnya telah selesai dibangun dan 1.322 unit telah dihuni. Masih terdapat 20 keluarga yang tercatat tinggal di gedung pemerintah atau rumah masyarakat.

Nagan Raya juga masih mencatat 10 keluarga dalam kondisi serupa dari total target 647 unit. Bener Meriah menyisakan tiga keluarga, sedangkan Aceh Timur mencatat 33 keluarga.

Dengan demikian, 66 keluarga yang masih tercatat sebagai pengungsi non-DTH di Aceh seluruhnya berada di gedung pemerintah atau rumah masyarakat, bukan di tenda.

Huntap Aceh Mencapai 34.777 Unit

Persoalan berikutnya adalah perpindahan masyarakat dari hunian sementara menuju hunian tetap (huntap).

Data BNPB dan PKP per 28 Agustus 2026 mencatat kebutuhan pembangunan huntap di Aceh mencapai 34.777 unit. Dari jumlah tersebut, 1.785 unit sedang dalam proses pembangunan dan 649 unit telah selesai.

Kabupaten Aceh Tamiang menjadi daerah dengan kebutuhan huntap terbesar, yakni 18.113 unit. Dalam data tersebut, pembangunan huntap Aceh Tamiang melibatkan sejumlah sumber pendanaan dan dibagi ke dalam beberapa tahap PKP, dengan Tahap I sebanyak 2.212 unit, Tahap II sebanyak 5.240 unit, dan Tahap III sebanyak 3.004 unit.

Aceh Utara berada di urutan berikutnya dengan kebutuhan 5.540 unit, sementara Gayo Lues mencapai 3.454 unit dan Aceh Timur 2.389 unit.

Jika digabung dengan Sumatera Utara dan Sumatera Barat, kebutuhan huntap mencapai 44.362 unit. Dari jumlah itu, 2.687 unit masih dalam progres pembangunan dan 1.244 unit telah selesai.

DTH 100 persen telah Ditransfer

Sementara itu, pemerintah mencatat penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) telah mencapai 100 persen di tiga provinsi.

DTH diberikan kepada masyarakat terdampak bencana yang belum menempati huntara, termasuk warga yang tinggal bersama keluarga atau menyewa tempat tinggal secara mandiri. Besarannya Rp600.000 per bulan per kepala keluarga, dengan penyaluran untuk periode tiga bulan atau total Rp1,8 juta per keluarga.

Total penerima DTH di tiga provinsi mencapai 20.986 keluarga. Seluruh rekening penerima telah ditransfer, terdiri atas:

Aceh: 13.706 keluarga, Sumatera Utara: 4.288 keluarga, dan Sumatera Barat: 2.992 keluarga. Seluruhnya tercatat 100 persen telah ditransfer.

Di Aceh, penerima DTH terbesar berada di Aceh Tamiang sebanyak 3.564 keluarga, disusul Bireuen 2.646 keluarga, Gayo Lues 2.187 keluarga, Aceh Utara 2.176 keluarga, dan Pidie Jaya 1.275 keluarga. Seluruh penerima yang tercatat telah menerima transfer 100 persen.

Data tersebut menunjukkan bahwa fase penanganan pascabencana di Aceh mulai bergeser dari pemenuhan kebutuhan hunian sementara menuju pembangunan hunian tetap. Tantangan berikutnya bukan lagi semata menyediakan tempat berlindung sementara, tetapi memastikan pembangunan 34.777 unit huntap dapat dipercepat sehingga masyarakat terdampak dapat benar-benar kembali ke hunian permanen.

Sumber: Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana/BNPB dan PKP, pembaruan 28–30 Agustus 2026.

Tags: AcehBNPBpemulihan pascbencana
ShareTweetSendShare

Related Posts

Lukman Age dan Muhammad Riza Nurdin Resmi Jabat Direksi PT PEMA
Daerah

Lukman Age dan Muhammad Riza Nurdin Resmi Jabat Direksi PT PEMA

October 20, 2026
Wagub Dek Fadh dan Forkopimda Sambut Pangdam IM Brigjen TNI Mahesa Fitriadi, Putra Aceh yang Kembali Mengabdi di Tanah Kelahiran
Daerah

Wagub Dek Fadh dan Forkopimda Sambut Pangdam IM Brigjen TNI Mahesa Fitriadi, Putra Aceh yang Kembali Mengabdi di Tanah Kelahiran

October 18, 2026
Realisasi Anggaran Tambahan TKD Aceh 2026 Capai Rp 621,96 Miliar, Publik Dapat Pantau Langsung Lewat Portal P2K
Daerah

Realisasi Anggaran Tambahan TKD Aceh 2026 Capai Rp 621,96 Miliar, Publik Dapat Pantau Langsung Lewat Portal P2K

October 18, 2026
INSIGHT Asah Potensi dan Integritas Generasi Muda Lewat Training IPK4
Daerah

INSIGHT Asah Potensi dan Integritas Generasi Muda Lewat Training IPK4

October 18, 2026
Nasir Djamil Buka Diklat Paralegal YARA, Tekankan Keberpihakan pada Keadilan dan Masa Depan Aceh
Daerah

Nasir Djamil Buka Diklat Paralegal YARA, Tekankan Keberpihakan pada Keadilan dan Masa Depan Aceh

October 16, 2026
Rekam Jejak Kapolda Aceh Ruddi Setiawan Berantas Narkoba, Prestasi Tuai Apresiasi
Daerah

Rekam Jejak Kapolda Aceh Ruddi Setiawan Berantas Narkoba, Prestasi Tuai Apresiasi

October 16, 2026
Next Post
Bencana, Tambang, dan Kebun Kopi yang Terancam: Kebijakan Haili Yoga Merugikan Aceh Tengah?

Tujuh Kabupaten di Aceh Masih Perlu Atensi Khusus dalam Pemulihan Pascabencana

Wagub Dek Fadh Minta Kabupaten/Kota Perkuat Koordinasi dengan BWS dan BPJN

Wagub Dek Fadh Minta Kabupaten/Kota Perkuat Koordinasi dengan BWS dan BPJN

Discussion about this post

Recommended Stories

Perang Israel-Iran Seret Palestina ke Konflik

March 26, 2026
Musda Demokrat Aceh: Langkah Strategis Memilih Figur Berdaya Ungkit

Musda Demokrat Aceh: Langkah Strategis Memilih Figur Berdaya Ungkit

July 18, 2026
Penanganan Kasus Pencurian di Baitussalam, Polisi Sudah Turun Ke Lokasi Kejadian

Penanganan Kasus Pencurian di Baitussalam, Polisi Sudah Turun Ke Lokasi Kejadian

May 4, 2026
  • Dataset
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi@tinjauan.id

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!