Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home News Daerah

Soroti Kejanggalan Bantuan Rp 2,5 Triliun, Abu Salam Desak Mentan Amran Sulaiman Minta Maaf Kepada Rakyat Aceh

TINJAUAN ID by TINJAUAN ID
August 11, 2026
Reading Time: 2 mins read
0
Soroti Kejanggalan Bantuan Rp 2,5 Triliun, Abu Salam Desak Mentan Amran Sulaiman Minta Maaf Kepada Rakyat Aceh

BANDA ACEH — Penasihat Khusus Gubernur Aceh Bidang Investasi dan Hubungan Luar Negeri, Teuku Emi Syamsyumi, melontarkan kritik tajam terhadap tata kelola Kementerian Pertanian (Kementan) dalam penyaluran dana bantuan pemulihan sektor pertanian senilai Rp 2,5 triliun untuk wilayah Aceh.

Pria yang akrab disapa Abu Salam ini mendesak Menteri Pertanian untuk meminta maaf secara terbuka kepada rakyat Aceh atas karut-marut dan minimnya transparansi dalam program tersebut.

Menurut Abu Salam, narasi yang berkembang di publik seolah-olah pemerintah daerah menerima kucuran dana tunai dalam jumlah fantastis.

Padahal, realitas di lapangan menunjukkan mayoritas anggaran dikendalikan penuh oleh Satuan Kerja (Satker) Pusat melalui pengadaan barang seperti alat dan mesin pertanian (alsintan) serta bibit.

“Kementerian Pertanian harus meluruskan disinformasi ini dan meminta maaf kepada rakyat Aceh. Jangan sampai seolah-olah Aceh sudah diberikan uang Rp 2,5 triliun, padahal barangnya dikendalikan dari Jakarta dan Balai di Medan. Ada kejanggalan struktural di sini yang memicu kebingungan dan harapan palsu di tingkat petani,” ujar Abu Salam di Banda Aceh, Selasa, 11 Agustus 2026.

Lebih lanjut, ia menyoroti proses verifikasi Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) dan mekanisme pengadaan barang yang dinilai berjalan layaknya black box atau ruang gelap tanpa pelibatan pengawasan daerah yang memadai.

Skema top-down ini dinilai rawan penyimpangan dan berpotensi membuat ribuan alsintan berujung mangkrak karena tidak sesuai dengan topografi atau kebutuhan riil kelompok tani di Aceh.

“Jika Kementan berniat memulihkan lebih dari 100 ribu hektare lahan sawah dan perkebunan di Aceh yang rusak akibat bencana, langkahnya harus konkret dan transparan. Buka data vendor pengadaannya, buka daftar penerimanya. Jangan jadikan bencana hidrometeorologi di Aceh sebagai ladang proyek pusat yang minim akuntabilitas,” tegasnya.

Sebagai penasihat di bidang investasi, Abu Salam mengingatkan bahwa pengelolaan dana bantuan yang tidak transparan akan merusak iklim investasi daerah.

Pemerintah Aceh saat ini tengah berupaya keras merancang peta jalan hilirisasi pertanian, termasuk rencana pembangunan fasilitas logistik rantai dingin (cold storage) berskala komersial dan pabrik pengolahan pascapanen untuk menarik penanam modal.

Ia menegaskan, ekosistem investasi tersebut mustahil terwujud jika fondasi di sektor hulu, seperti pengadaan bibit dan rehabilitasi lahan, dikelola dengan manajemen yang sentralistik dan tertutup.

Pemerintah Aceh, kata Abu Salam, menuntut Kementerian Pertanian untuk segera membentuk skema audit bersama yang melibatkan otoritas daerah dan lembaga independen.

“Kami menuntut perubahan sistem. Berhenti menggunakan pendekatan hit and run. Rakyat Aceh butuh kepastian pemulihan ekonomi, bukan sekadar angka triliunan di atas kertas berita acara,” pungkasnya.[]

Tags: Abu SalamAcehAmran Sulaimanpertanian
ShareTweetSendShare

Related Posts

Pemerintah Aceh Sampaikan Belasungkawa atas Berpulangnya Sjamsul Kahar
Daerah

Realisasi Tambahan TKD Aceh 2026 Tembus 30,16 Persen, Total Pagu Rp1,65 Triliun

September 26, 2026
Pemerintah Aceh Sampaikan Belasungkawa atas Berpulangnya Sjamsul Kahar
Daerah

Pemerintah Aceh Sampaikan Belasungkawa atas Berpulangnya Sjamsul Kahar

September 26, 2026
Panen Raya Aceh Barat, Gubernur Mualem: Sejalan dengan Misi Pemerintah Aceh
Daerah

Panen Raya Aceh Barat, Gubernur Mualem: Sejalan dengan Misi Pemerintah Aceh

September 26, 2026
Wagub Dek Fadh Pimpin Rapat Tim Revisi UUPA, Pastikan Kewenangan dan Kekhususan Aceh Tetap Terjaga
Daerah

Wagub Dek Fadh Pimpin Rapat Tim Revisi UUPA, Pastikan Kewenangan dan Kekhususan Aceh Tetap Terjaga

September 24, 2026
Dek Fadh Ikuti Rakor Perkembangan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera
Daerah

Dek Fadh Ikuti Rakor Perkembangan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera

September 24, 2026
Kids Corner Bhayangkari Peduli Hibur Anak-anak di Aceh Tamiang
Daerah

Kids Corner Bhayangkari Peduli Hibur Anak-anak di Aceh Tamiang

September 24, 2026
Next Post
Teuku Rahmatsyah Resmi Jabat Kajati Aceh, Bawa Semangat Baru Penegakan Hukum

Teuku Rahmatsyah Resmi Jabat Kajati Aceh, Bawa Semangat Baru Penegakan Hukum

TP PKK Aceh Siap Dukung Suksesnya Gelaran Aceh Cullinary Festival 2026

TP PKK Aceh Siap Dukung Suksesnya Gelaran Aceh Cullinary Festival 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

Perpanjang Status Tanggap Darurat, Ini Pesan Gubernur Mualem

Perpanjang Status Tanggap Darurat, Ini Pesan Gubernur Mualem

January 22, 2026

Kartu Prakerja dilanjutkan di tahun 2023, sasar 1 juta penerima

January 9, 2023
Bupati Aceh Besar Dorong Peran Aktif Kecamatan Wujudkan Pemerintahan yang Melayani

Bupati Aceh Besar Dorong Peran Aktif Kecamatan Wujudkan Pemerintahan yang Melayani

May 29, 2026
  • Dataset
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi@tinjauan.id

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!