Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • Global
  • Politik
    • News
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home News Daerah

Delapan Bulan Pascabanjir, Warga Sekumur Masih Tunggu Kepastian Hunian Tetap

TINJAUAN ID by TINJAUAN ID
July 7, 2026
Reading Time: 2 mins read
0
Delapan Bulan Pascabanjir, Warga Sekumur Masih Tunggu Kepastian Hunian Tetap

Kondisi Kampung Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, yang masih dalam proses pemulihan tujuh bulan setelah diterjang banjir bandang. Warga menunggu pembangunan hunian tetap dan perbaikan infrastruktur dasar.

Aceh Tamiang – Tujuh bulan setelah banjir bandang menerjang Kampung Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, ratusan warga masih menunggu kepastian pembangunan hunian tetap (huntap). Meski kawasan itu telah ditetapkan sebagai zona merah, pembangunan rumah bagi korban belum juga dimulai.

Pemerintah sebelumnya merencanakan relokasi warga ke lahan Hak Guna Usaha (HGU) PT Semadam. Namun hingga kini, realisasi pembangunan huntap belum terlihat.

Datuk Penghulu Kampung Sekumur, Sopian Iskandar, mengatakan masyarakat telah menyepakati rencana relokasi setelah tiga kali musyawarah. Meski demikian, warga belum memperoleh kepastian kapan pembangunan hunian tetap akan dimulai.

“Kami sudah tiga kali musyawarah dan masyarakat sepakat pindah ke lahan HGU PT Semadam. Tapi sampai sekarang belum ada kepastian pembangunan hunian tetap,” kata Sopian saat ditemui di Kampung Sekumur, Minggu (5/7/2026).

Menurutnya, status Kampung Sekumur sebagai zona merah membuat warga tidak lagi diperbolehkan membangun rumah permanen di lokasi lama. Karena itu, pembangunan huntap menjadi harapan utama masyarakat agar bisa memulai kehidupan baru setelah kehilangan tempat tinggal akibat banjir bandang.

Sambil menunggu realisasi pembangunan, sebagian warga masih tinggal di hunian sementara. Dari total 276 kepala keluarga (KK), sekitar 20 KK bahkan masih bertahan di tenda karena pembangunan hunian sementara (huntara) belum rampung.

“Yang 20 kepala keluarga itu masih tinggal di tenda sambil menunggu huntara selesai,” ujarnya.

Tak hanya kehilangan rumah, warga juga masih berjuang memulihkan kondisi ekonomi. Banjir bandang merusak kebun sawit, karet, hingga tanaman hortikultura yang selama ini menjadi sumber penghasilan utama masyarakat.

Sopian berharap pemerintah tidak hanya membangun rumah, tetapi juga menyediakan lahan garapan dan bantuan bibit agar warga dapat kembali berkebun.

“Kami masyarakat desa bukan hanya membutuhkan rumah. Kami juga membutuhkan lahan dan bibit agar bisa kembali berkebun karena itulah mata pencaharian kami,” katanya.

Selain itu, ia meminta pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur dasar menuju Kampung Sekumur. Hingga kini, kondisi jalan masih rusak sehingga menyulitkan akses warga menuju layanan kesehatan maupun menjalankan aktivitas ekonomi.

Bagi warga Sekumur, kepastian pembangunan hunian tetap bukan sekadar memiliki rumah baru. Hunian tersebut menjadi awal untuk membangun kembali kehidupan setelah tujuh bulan dilanda ketidakpastian akibat bencana banjir bandang. (*)

Tags: Aceh Tamianghuntappenanganan bencana
ShareTweetSendShare

Related Posts

Petani Pidie Jaya Panen Perdana Bawang Merah di Sawah Bekas Banjir, Jadi Harapan Baru Pascabencana
Daerah

Petani Pidie Jaya Panen Perdana Bawang Merah di Sawah Bekas Banjir, Jadi Harapan Baru Pascabencana

July 7, 2026
Sambut Baik Kapolda Irjen Ruddi, Gubernur Mualem: Mari Sama-sama Bangun Aceh
Daerah

Sambut Baik Kapolda Irjen Ruddi, Gubernur Mualem: Mari Sama-sama Bangun Aceh

July 6, 2026
Gas Blok Andaman, Ini Empat Poin Surat Gubernur Mualem untuk Presiden
Daerah

Gas Blok Andaman, Ini Empat Poin Surat Gubernur Mualem untuk Presiden

July 6, 2026
Pimpin Tanam Padi Perdana Pasca Bencana, Sekda Aceh: Jaga Stabilitas Pangan Tetap Aman
Daerah

Pimpin Tanam Padi Perdana Pasca Bencana, Sekda Aceh: Jaga Stabilitas Pangan Tetap Aman

July 6, 2026
Sambut Kapolda Baru, Kak Na: Selamat Datang, Selamat Bertugas di Bumi Serambi Mekah
Daerah

Sambut Kapolda Baru, Kak Na: Selamat Datang, Selamat Bertugas di Bumi Serambi Mekah

July 6, 2026
Tinjau Pedalaman Aceh Tamiang, KAGAMA Serahkan 26 Huntara Korban Bencana Hidrometeorologi
Daerah

Tinjau Pedalaman Aceh Tamiang, KAGAMA Serahkan 26 Huntara Korban Bencana Hidrometeorologi

July 6, 2026
Next Post
Petani Pidie Jaya Panen Perdana Bawang Merah di Sawah Bekas Banjir, Jadi Harapan Baru Pascabencana

Petani Pidie Jaya Panen Perdana Bawang Merah di Sawah Bekas Banjir, Jadi Harapan Baru Pascabencana

Kemenag Siapkan Materi Pencegahan LGBTQ, Bakal Masuk Kurikulum Pendidikan Agama

Kemenag Siapkan Materi Pencegahan LGBTQ, Bakal Masuk Kurikulum Pendidikan Agama

Discussion about this post

Recommended Stories

Influencer Andrew Tate ditahan di tengah penyelidikan perdagangan manusia

December 30, 2022
Ketua HUDA Kota Lhokseumawe Ingatkan Bahaya Meremehkan Ulama di Tengah Polemik Publik

Ketua HUDA Kota Lhokseumawe Ingatkan Bahaya Meremehkan Ulama di Tengah Polemik Publik

May 1, 2026
PT Dunia Barusa Hadirkan Promo “Spesial JITU”, Tawarkan DP Ringan untuk Calya dan Agya

PT Dunia Barusa Hadirkan Promo “Spesial JITU”, Tawarkan DP Ringan untuk Calya dan Agya

July 29, 2025
  • Dataset
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi@tinjauan.id

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!