Washington – Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Minggu (14/6) mengumumkan bahwa kesepakatan damai dengan Iran telah resmi tercapai. Melalui platform Truth Social miliknya, Trump menyatakan, “Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai. Selamat kepada semua pihak”.
Pengumuman perdamaian ini pertama kali disampaikan oleh Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, yang menyebut prosesi penandatanganan dokumen resmi perjanjian damai akan dihelat pada Jumat, 19 Juni 2026, di Swiss.
Isi Kesepakatan Damai AS-Iran
Draf kesepakatan damai antara AS dan Iran mencakup pembukaan aset miliaran dolar Teheran, pelonggaran sanksi ekspor minyak, serta pembukaan kembali Selat Hormuz. Sebagai imbalannya, Iran membuka kembali Selat Hormuz yang sebelumnya ditutup setelah serangan AS dan Israel pada Februari lalu.
Kantor berita Iran, Mehr, melaporkan bahwa draf perjanjian mencakup 14 poin, antara lain berhentinya seluruh operasi militer termasuk di Lebanon, pencabutan blokade kapal dalam 30 hari, komitmen AS untuk menarik pasukan di sekitar Iran, serta pembukaan kembali Selat Hormuz. Kedua pihak juga menyepakati periode perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari untuk menuntaskan kesepakatan akhir.
Tak lama berselang, otoritas Iran turut merilis pernyataan resmi yang menegaskan bahwa kesepakatan ini menandai berakhirnya konfrontasi bersenjata secara langsung antara kedua negara. “Pengakhiran perang secara permanen dan segera telah diumumkan di semua lini, termasuk Lebanon,” kata Wakil Menteri Luar Negeri Kazem Gharibabadi.
Dampak Global Perang
Jika seluruh poin kesepakatan terealisasi, perjanjian ini tidak sekadar menghentikan perang, melainkan juga memulihkan operasional Selat Hormuz yang menguasai sekitar 20 persen perputaran logistik minyak dan gas alam cair dunia. Harga minyak dunia dilaporkan langsung turun sekitar 5% merespons berita perdamaian ini.
Perang antara AS dan Iran telah berlangsung selama 107 hari. Draf Memorandum of Understanding (MoU) yang beredar diklaim sebagai landasan hukum rekonsiliasi damai antara Washington dan Teheran, meski otoritas resmi kedua negara belum mempublikasikan dokumen kesepakatan secara menyeluruh kepada publik.
Penandatanganan resmi dijadwalkan berlangsung pada 19 Juni 2026 di Swiss.[]











Discussion about this post