Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Global
  • Politik
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Global
  • Politik
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home News Dunia

AS dan Iran Capai Kesepakatan Damai Bersejarah, Selat Hormuz Dibuka Kembali

TINJAUAN ID by TINJAUAN ID
June 16, 2026
Reading Time: 2 mins read
0
AS dan Iran Capai Kesepakatan Damai Bersejarah, Selat Hormuz Dibuka Kembali

Washington – Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Minggu (14/6) mengumumkan bahwa kesepakatan damai dengan Iran telah resmi tercapai. Melalui platform Truth Social miliknya, Trump menyatakan, “Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai. Selamat kepada semua pihak”.

Pengumuman perdamaian ini pertama kali disampaikan oleh Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, yang menyebut prosesi penandatanganan dokumen resmi perjanjian damai akan dihelat pada Jumat, 19 Juni 2026, di Swiss.

Isi Kesepakatan Damai AS-Iran

Draf kesepakatan damai antara AS dan Iran mencakup pembukaan aset miliaran dolar Teheran, pelonggaran sanksi ekspor minyak, serta pembukaan kembali Selat Hormuz. Sebagai imbalannya, Iran membuka kembali Selat Hormuz yang sebelumnya ditutup setelah serangan AS dan Israel pada Februari lalu.

Kantor berita Iran, Mehr, melaporkan bahwa draf perjanjian mencakup 14 poin, antara lain berhentinya seluruh operasi militer termasuk di Lebanon, pencabutan blokade kapal dalam 30 hari, komitmen AS untuk menarik pasukan di sekitar Iran, serta pembukaan kembali Selat Hormuz. Kedua pihak juga menyepakati periode perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari untuk menuntaskan kesepakatan akhir.

Tak lama berselang, otoritas Iran turut merilis pernyataan resmi yang menegaskan bahwa kesepakatan ini menandai berakhirnya konfrontasi bersenjata secara langsung antara kedua negara. “Pengakhiran perang secara permanen dan segera telah diumumkan di semua lini, termasuk Lebanon,” kata Wakil Menteri Luar Negeri Kazem Gharibabadi.

Dampak Global Perang

Jika seluruh poin kesepakatan terealisasi, perjanjian ini tidak sekadar menghentikan perang, melainkan juga memulihkan operasional Selat Hormuz yang menguasai sekitar 20 persen perputaran logistik minyak dan gas alam cair dunia. Harga minyak dunia dilaporkan langsung turun sekitar 5% merespons berita perdamaian ini.

Perang antara AS dan Iran telah berlangsung selama 107 hari. Draf Memorandum of Understanding (MoU) yang beredar diklaim sebagai landasan hukum rekonsiliasi damai antara Washington dan Teheran, meski otoritas resmi kedua negara belum mempublikasikan dokumen kesepakatan secara menyeluruh kepada publik.

Penandatanganan resmi dijadwalkan berlangsung pada 19 Juni 2026 di Swiss.[]

Tags: Amerika SerikatPerang Iranperdamaian
ShareTweetSendShare

Related Posts

Fotografer Aceh Riska Munawarah Lolos Joop Swart Masterclass 2026 Program Bergengsi World Press Photo
Dunia

Fotografer Aceh Riska Munawarah Lolos Joop Swart Masterclass 2026 Program Bergengsi World Press Photo

June 3, 2026
Intip Peluang Kerja di Australia: Berikut Panduan, Syarat, dan Informasi Lebih Lanjut
Dunia

Intip Peluang Kerja di Australia: Berikut Panduan, Syarat, dan Informasi Lebih Lanjut

April 7, 2026
Dukungan Terhadap Iran Berawal dari Dukungan Terhadap Palestina dan Kekalahan Israel dalam Perang Narasi
Dunia

Dukungan Terhadap Iran Berawal dari Dukungan Terhadap Palestina dan Kekalahan Israel dalam Perang Narasi

April 4, 2026
Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Peran Indonesia di Board of Peace Disorot
Dunia

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Peran Indonesia di Board of Peace Disorot

April 1, 2026
Anggota TNI Gugur Kena Serangan Israel di Lebanon, Indonesia Kecam Serangan
Dunia

Anggota TNI Gugur Kena Serangan Israel di Lebanon, Indonesia Kecam Serangan

March 30, 2026
Donald Trump Pernah Dianggap Mengalami Gangguan Jiwa oleh Sejumlah Psikiater
Dunia

Donald Trump Pernah Dianggap Mengalami Gangguan Jiwa oleh Sejumlah Psikiater

March 24, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

Buka Pelatihan Barista, Upaya Dinsos Aceh Tekan Angka Pengangguran

September 12, 2023
Relawan Antarkan SLBN Pembina Aceh Tamiang Kembali Belajar Pascabencana

Relawan Antarkan SLBN Pembina Aceh Tamiang Kembali Belajar Pascabencana

January 19, 2026
Analisis: Gas Andaman, Berkah atau Kutukan yang Terulang?

Analisis: Gas Andaman, Berkah atau Kutukan yang Terulang?

June 5, 2026

Popular Stories

  • Pemerintah Aceh Siapkan Rp10 Miliar Bantuan Pendidikan bagi Mahasiswa Korban Bencana Hidrometeorologi, Baca Persyaratannya

    Pemerintah Aceh Siapkan Rp10 Miliar Bantuan Pendidikan bagi Mahasiswa Korban Bencana Hidrometeorologi, Baca Persyaratannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prabowo Segera Bentuk Tim Reformasi Polri, Bentuk Juga Komisi Investigasi Insiden Agustus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gaji PPPK Aceh Macet Hampir 4 Bulan, Ribuan ASN Hidup dengan Utang Karena APBA-P Tak Kunjung Jelas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kritik Kosong tentang Ulama Dayah Adalah Opini yang Tak Perlu Ditulis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tak Kunjung Dapat Kerja di Aceh, Hendra Nekat Merantau ke Australia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dataset
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi@tinjauan.id

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!