Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Global
  • Politik
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Global
  • Politik
    • Nasional
    • Regional
    • Daerah
  • Ekonomi
  • Opini
  • Sejarah
  • Liputan Khusus
  • Editorial
  • Pojok Ekraf
No Result
View All Result
Strategis dan Mencerahkan!
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Jepang di Aceh: Pergi dari Aceh Diam-Diam

TINJAUAN ID by TINJAUAN ID
April 7, 2026
Reading Time: 2 mins read
0
Sejarah Jepang di Aceh: Pergi dari Aceh Diam-Diam

Sumber foto: wikimedia.org

TINJAUAN.ID | Tak lama setelah Hiroshima dan Nagasaki dibom Amerika, Jepang mengumumkan kapitulasi (pengakuan kalah perang). Pengumuman ini membuat tentara Jepang di seluruh Aceh jatuh mental, lesu, sekaligus ketakutan.

Semua prajurit Jepang cemas jika orang Aceh tahu Jepang sudah kalah dalam Perang Dunia II, akan terjadi gelombang serangan besar-besaran terhadap mereka. Alhasil, pasukan Jepang mulai bersiap keluar dari Aceh, menuju Sumatra Utara.

Rencana kabur dari Aceh menjadi rahasia tingkat tinggi di kalangan komandan Jepang. Rencananya, seluruh tentara Jepang akan diangkut secara diam-diam lewat jalur laut menuju Pelabuhan Belawan, kecuali pasukan yang bermarkas di Langsa. Dari Belawan, barulah pasukan diantar ke Malaysia atau pulang langsung ke Jepang.

Operasi rahasia itu dilakukan saat tengah malam. Dengan senyap, satu per satu tentara Jepang naik ke kapal-kapal yang telah dipersiapkan. Seorang prajurit Jepang yang sempat bertugas di Aceh Besar, Takao Fusayama, menceritakan proses ini dalam memoar berjudul Cinta dan Benci dalam Perang Pembebasan (1995).

Fusayama menceritakan, penarikan pasukan Jepang sebenarnya tak dilakukan secara serentak di seluruh Aceh. Pasukan pertama yang dikeluarkan dari Aceh adalah sebuah batalion dari Resimen Infanteri Pengawal Kekaisaran yang bermarkas di Banda Aceh. Penarik ini dilakukan pada 19 Desember 1945 dengan tujuan Malaysia. Pemindahan pasukan batalion ini dikawal oleh sebuah kapal perang Inggris.

Selang empat hari, giliran satu kompi pasukan Jepang di Sigli yang diangkut keluar Aceh dengan sejumlah perahu. Namun, pasukan ini tidak langsung bergerak ke Belawan. Terlebih dahulu mereka harus menjemput prajurit Resimen Infanteri ke-3 yang bermarkas di Bireuen dan Lhokseumawe. Perahu-perahu yang berangkat dari Sigli tiba di Lhokseumawe pada tengah malam tanggal 24 Desember.

Komando militer Jepang di Medan terus memantau operasi penarikan pasukan tersebut. Pemimpin pasukan di setiap daerah diperintahkan menyampaikan laporan perkembangan operasi secara berkala. Saat itu, Fusayama bertugas menjaga radio di markas Medan.

Di tengah malam itu, mulanya Fusayama menerima laporan yang menginformasikan bahwa semua prajurit Jepang di Bireuen berhasil diangkut tanpa ketahuan oleh orang Aceh. Kini, ia tinggal menunggu laporan dari Lhokseumawe. Rekan kerja Fusayama, Opsir Staf Imamura, mulai cemas ketika laporan penarikan pasukan di Lhokseumawe tidak kunjung masuk setelah beberapa jam ditunggu. Fusayama berusaha menghubungi markas Jepang di Lhokseumawe lewat radio, tapi tak tersambung. Berbeda dengan Imamura yang cemas, Fusayama bersikap tenang.

Di Lhokseumawe, ratusan prajurit Jepang bergerak dalam sunyi dinihari. Mereka keluar dari barak, menuju pelabuhan, lalu satu per satu naik perahu-perahu. Tidak boleh ada keributan atau suara-suara yang mencolok selama proses ini. Jika orang-orang Lhokseumawe tahu tentara Jepang di kota mereka hendak kabur, besar kemungkinan terjadi pertempuran sehingga proses penarikan seluruh prajurit gagal terlaksana.

Gagal menghubungi Lhokseumawe lewat radio, Fusayama beralih ke telepon. Ia menelepon ke Lhokseumawe dan terhubung. Seseorang mengangkat telepon itu dan memberitahukan bahwa semua prajurit Jepang di Lhokseumawe sudah “berangkat dengan perahu-perahu dan tidak seorang tentara pun tertinggal di tangsi”. Imamura dan Fusayama cukup lega mendengar kabar itu.

Pagi harinya, warga Lhokseumawe terkejut melihat barak-barak tentara Jepang sudah kosong. Ratusan prajurit Jepang tiba-tiba lenyap dari kota mereka. Operasi rahasia penarikan pasukan di Lhokseumawe sukses besar.

Oleh: Bisma Yadhi Putra, peneliti sejarah.

Tags: Jepangkemerdekaan RISejarah
ShareTweetSendShare

Related Posts

Muzakkir Walad dan Keinginan-Keinginan Soeharto di Aceh
Sejarah

Muzakkir Walad dan Keinginan-Keinginan Soeharto di Aceh

February 12, 2026
Melihat Sisi Baik Kekerasan: Pandangan Sosiologis
Opini

Melihat Sisi Baik Kekerasan: Pandangan Sosiologis

February 5, 2026
Membaca Kembali Bung Hatta, Tauladan Sepanjang Zaman
Sejarah

Membaca Kembali Bung Hatta, Tauladan Sepanjang Zaman

February 2, 2026
Pidato Wiranto Setelah Soeharto Mundur: “ABRI Mendukung Proses Pengalihan Kekuasaan Secara Konstitusional”
Sejarah

Pidato Wiranto Setelah Soeharto Mundur: “ABRI Mendukung Proses Pengalihan Kekuasaan Secara Konstitusional”

January 18, 2026
Ibrahim Hasan Rencanakan Aceh Ekspor Beras ke Malaysia Tahun 1994, Gagal Karena Beberapa Hal
Sejarah

Ibrahim Hasan Rencanakan Aceh Ekspor Beras ke Malaysia Tahun 1994, Gagal Karena Beberapa Hal

January 18, 2026
Teknologi Tambang Emas Tradisional di Aceh: Beuriyeung Theun Meuh atau Lukah
Opini

Teknologi Tambang Emas Tradisional di Aceh: Beuriyeung Theun Meuh atau Lukah

October 17, 2025
Next Post
Intip Peluang Kerja di Australia: Berikut Panduan, Syarat, dan Informasi Lebih Lanjut

Intip Peluang Kerja di Australia: Berikut Panduan, Syarat, dan Informasi Lebih Lanjut

Di Balik Layar Ponsel: Ancaman Diet Ekstrim pada Remaja Perempuan Aceh

Di Balik Layar Ponsel: Ancaman Diet Ekstrim pada Remaja Perempuan Aceh

Discussion about this post

Recommended Stories

Bank Aceh, Aset Besar Laba Tertinggal: Analisis Komparatif Laporan Keuangan Tiga Bank Daerah

Bank Aceh, Aset Besar Laba Tertinggal: Analisis Komparatif Laporan Keuangan Tiga Bank Daerah

October 2, 2025

Ma’had ‘Aly Darul Munawarah Wisuda 66 Mahasantri

July 3, 2025
IDeAS : 13 Perusahaan Tambang Emas Miliki IUP Seluas 24 Ribu Ha di Aceh

IDeAS : 13 Perusahaan Tambang Emas Miliki IUP Seluas 24 Ribu Ha di Aceh

October 8, 2025

Popular Stories

  • Tingkat Pengangguran Usia Muda Tinggi, Indonesia Berjuang Ciptakan Lapangan Kerja

    Prabowo Segera Bentuk Tim Reformasi Polri, Bentuk Juga Komisi Investigasi Insiden Agustus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gaji PPPK Aceh Macet Hampir 4 Bulan, Ribuan ASN Hidup dengan Utang Karena APBA-P Tak Kunjung Jelas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kritik Kosong tentang Ulama Dayah Adalah Opini yang Tak Perlu Ditulis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tak Kunjung Dapat Kerja di Aceh, Hendra Nekat Merantau ke Australia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Review Laporan Keuangan Bank Aceh Syariah (I) ; Triliunan Dana Diinvestasikan ke Luar Aceh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TINJAUAN.ID
  • Pedoman Media Siber
Email: redaksi@tinjauan.id

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!

No Result
View All Result
  • TINJAUAN.ID
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Politik
  • Opini
  • Sejarah
  • Editorial
  • Pojok Ekraf

© 2025 Tinjauan.ID - Strategis dan Mencerahkan!